- Rupiah dan IHSG menguat akibat sentimen positif Sidang Tahunan MPR RI di Jakarta pada Jumat.
- Mata uang rupiah naik 37 poin ke kisaran Rp17.840 per dolar Amerika Serikat pada siang hari.
- IHSG melesat 0,56 persen ke level 6.337 yang ditopang oleh kenaikan sembilan indeks sektoral.
Suara.com - Pergerakan rupiah dan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) kompak menguat. Keduanya mendapatkan sentimen positif saat Sidang Tahunan MPR RI di Kompleks Parlemen, Jakarta, Jumat (14/8/2026).
Berdasarkan data Bloomberg, mata uang Garuda pada siang ini terus menguat 37 poin atau naik 0,21 persen dibandingkan pembukaan tadi pagi. Adapun, rupiah di kisaran Rp17.840 per dolar Amerika Serikat (AS).
Adapun, Analis Doo Financial Futures, Lukman Leong, mengatakan penguatan rupiah juga didorong sentimen global. Selain itu kondisi domestik juga ikut membantu mata uang Garuda bergerak positif.
"Dari domestik, investor mengantisipasi pidato RAPBN oleh Prabowo sore ini. Rp17.800-Rp17.900," jelasnya.
Sedangkan IHSG pada siang ini juga menguat. Berdasarkan data Bursa Efek Indonesia (BEI) via RTI Business, IHSG melesat 0,56 persen ke level 6.337.
Total volume perdagangan saham di BEI siang ini mencapai 17,90 miliar dengan nilai transaksi Rp 6,48 triliun. Ada sebanyak 292 saham yang menguat jadi penopang IHSG, 297 saham yang melemah dan 196 saham yang stagnan.
![Presiden Prabowo Subianto menyampaikan pidato dalam Sidang Tahunan MPR RI dan Sidang Bersama DPR-DPD RI Tahun 2026 di Kompleks Parlemen, Jakarta, Jumat (14/8/2026). [ANTARA FOTO/Dhemas Reviyanto/bay/kye]](https://media.suara.com/pictures/653x366/2026/08/14/33685-sidang-tahunan-mpr-dpr-2026-prabowo-subianto.jpg)
Kenaikan IHSG ditopang sembilan indeks sektoral dari total 11 sektor di BEI. Sektor yang naik paling tinggi adalah barang baku 1,67 persen, infrastruktur 1,45 persen.
Lalu, barang konsumer primer 1,17 persen, barang konsumer 1,00 persen, energi 0,85 persen, perindustrian 0,79 persen. Diikuti transportasi 0,58 persen. Disusul emiten bidang properti dan real estate 0,12 persen dan teknologi 0,01 persen.