- Massa Front Persaudaraan Islam mendemo Gedung OT di Jakarta Barat pada 14 Agustus 2026.
- Demo dilakukan karena muncul tudingan penistaan Al-Qur'an pada acara merek Newport di Ancol.
- Manajemen Newport menyatakan insiden tersebut merupakan aksi spontanitas pengunjung yang merebut mikrofon.
Suara.com - Gedung Orang Tua (OT), kawasan Outer Ring Road, Cengkareng, Jakarta Barat didemo sejumlah orang pada Jumat siang (14/8/2026). Demo ini digelar setelah muncul ajakan untuk memboikot produk-produk Orang Tua di media sosial.
Demo digelar massa organisasi Front Persaudaraan Islam sebagai bentuk kecaman terhadap dugaan penistaan Al Quran yang dikaitkan dengan produk Newport milik perusahaan Orang Tua Group dalam festival musik "Sound Project" di kawasan Ancol, beberapa hari lalu.
Sekitar pukul 14.04 WIB, massa terlihat memadati ruas jalan di depan gedung. Para peserta yang hadir didominasi pria yang mengenakan pakaian koko dan peci.
Mereka berkumpul di sekitar sebuah mobil komando berwarna putih. Dari atas mobil, orator menyampaikan tuntutannya terkait aksi tersebut.
“Jangan biarkan Al Quran dinilai atau diperlakukan secara tidak semestinya. Kita harus bela kitab suci kita,” kata orator menggunakan pengeras suara.
Sementara itu sekitar 400 petugas kepolisian diturunkan untuk menjaga keamanan di tengah demonstrasi tersebut.
Seruan boikot dan tudingan penistaan agama
Sebelum demonstrasi digelar, sejumlah warganet menyerukan untuk memboikot produk-produk Orang Tua di pasaran.
Kontroversi yang menyeret merek minuman beralkohol Newport di festival musik The Sounds Project memicu gelombang kemarahan publik dan berpotensi menjadi tekanan reputasi bagi salah satu perusahaan consumer goods besar di Indonesia.
Kontroversi bermula dari sebuah video yang memperlihatkan tantangan hafalan ayat suci Al-Qur’an di booth Newport dalam gelaran The Sounds Project 9 pada 7-9 Agustus 2026 di Ecovention & Ecopark Ancol, Jakarta.
Dalam acara itu, seorang pembawa acara di booth Newport terlihat mengajak pengunjung mengikuti tantangan. Seorang perempuan kemudian maju dan melafalkan Surat Ad-Duha dan setelah itu ia menerima produk minuman beralkohol sebagai hadiah.
Manajemen Newport menjelaskan insiden tersebut sebagai “aksi spontanitas pengunjung yang merebut mikrofon.”
Tetapi di media sosial warganet meragukan penjelasan itu. Mereka mempertanyakan bagaimana mungkin sebuah aksi disebut spontan jika terdapat interaksi antara pembawa acara, peserta dan kru booth.
“Kalau benar spontan, kenapa hadiah sudah disiapkan?” teriak mereka di media sosial.
Alhasil tagar #BoikotNewport dan #BoikotOrangTua kemudian menjadi simbol kemarahan warganet yang menilai persoalan tersebut tidak cukup diselesaikan hanya dengan permintaan maaf.
Tekanan bahkan mulai diarahkan kepada produk-produk lain yang berada dalam ekosistem bisnis OT Group.
Ini menjadi risiko yang jauh lebih besar bagi perusahaan. .
Jika sentimen tersebut terus membesar, konsumen yang sebelumnya tidak berkaitan dengan produk Newport pun berpotensi ikut mengambil sikap terhadap merek lain yang mereka kaitkan dengan OT Group.
OT Group bukan perusahaan yang hanya dikenal melalui produk minuman beralkohol. Perusahaan ini merupakan pemain di industri fast-moving consumer goods (FMCG) dengan portofolio yang sangat dekat dengan kebutuhan sehari-hari masyarakat.
Dalam situs resminya, OT menyebut telah berkembang dari satu produk minuman kesehatan menjadi perusahaan dengan lebih dari 20 merek, termasuk Tango, Teh Gelas dan Formula, serta bisnis makanan, minuman, kesehatan dan personal care.
Beberapa produk OT Group yang dikenal luas di pasar antara lain:
- Tango – wafer dan makanan ringan.
- Teh Gelas – minuman teh siap minum.
- Formula – pasta gigi dan sikat gigi.
- Kiranti – minuman kesehatan.
- Fullo – produk makanan ringan.
- Oops – makanan ringan.
- Vitacharm – produk minuman/yogurt.
- MintZ dan Blaster – produk permen.
- Vita Jelly Drink – minuman berbasis jelly.
- Anggur Kesehatan Cap Orang Tua – produk yang menjadi bagian dari sejarah awal OT.
Situs resmi OT menyebut perusahaan tersebut bermula dari produk Anggur Kesehatan Cap Orang Tua pada era 1940-an sebelum berkembang ke berbagai kategori consumer goods.
OT Group merupakan perusahaan barang konsumsi yang telah beroperasi sejak 1948. Perusahaan awalnya dikenal melalui produk minuman kesehatan tradisional sebelum kemudian melakukan ekspansi ke berbagai kategori consumer goods.