- DT Peduli buka transparansi penyaluran dana ZISWAF ke publik.
- DT Peduli luncurkan sedekah.id untuk digitalisasi donasi.
- Pengelolaan dana umat ditegaskan tunduk pada audit dan regulasi.
Suara.com - Lembaga Amil Zakat Nasional (LAZNAS) DT Peduli menggelar Public Expose 2026 di Aula Daarul Hajj, Bandung, Kamis (6/8/2026). Agenda tersebut menjadi momentum bagi lembaga untuk memaparkan akuntabilitas pengelolaan dan penyaluran dana zakat, infak, sedekah, dan wakaf (ZISWAF) kepada masyarakat.
Pelaporan publik itu turut diawasi perwakilan Kementerian Agama, Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS), serta Forum Zakat (FOZ). Kehadiran para pemangku kepentingan tersebut untuk memastikan operasional DT Peduli berjalan sesuai regulasi pengelolaan dana masyarakat.
Dalam kegiatan tersebut, DT Peduli memaparkan alokasi dana ZISWAF, khususnya untuk sektor pendidikan formal dan pemberdayaan ekonomi masyarakat. Pemaparan dilakukan secara interaktif dengan menunjukkan implementasi sejumlah program di lapangan.
Direktur Utama DT Peduli Jajang Nurjaman mengatakan keterbukaan laporan menjadi bagian penting dalam pengelolaan dana publik.
“Pemaparan data ini merupakan prosedur wajib lembaga untuk membuktikan kesesuaian antara besaran dana yang terhimpun dengan rincian penyalurannya,” kata Jajang.
Selain menyampaikan laporan kinerja, DT Peduli juga memperkenalkan platform digital sedekah.id. Platform tersebut dirancang untuk mencatat dan mengintegrasikan rekam jejak donasi masyarakat secara daring.
Transformasi digital ini diharapkan dapat meningkatkan kemudahan masyarakat dalam berdonasi sekaligus memperkuat sistem administrasi dan pencatatan dana yang dikelola lembaga.
Ketua Pelaksana Public Expose 2026 Kevin Adhytama mengatakan platform tersebut dibuat untuk mempermudah masyarakat dalam menyalurkan donasi.
“Melalui platform sedekah.id, kami menyediakan fasilitas online guna mengakomodasi kelancaran penyaluran dana masyarakat,” ujarnya.
DT Peduli juga meluncurkan agenda penggalangan dana khusus untuk membantu penanganan krisis sosial di Palestina. Langkah tersebut menjadi bagian dari upaya memperluas jangkauan penghimpunan dana melalui kanal digital.
Dalam kesempatan yang sama, DT Peduli memberikan penghargaan kepada sejumlah mitra korporasi yang dinilai konsisten memberikan dukungan terhadap keberlangsungan program sosial lembaga.
Kolaborasi dengan sektor swasta dinilai penting untuk memperluas jangkauan program serta menjaga keberlanjutan pendanaan bagi masyarakat penerima manfaat.
Acara Public Expose 2026 turut dihadiri tokoh agama Dennis Lim sebagai tamu undangan khusus.
Menutup kegiatan, Jajang kembali menegaskan komitmen DT Peduli terhadap kepatuhan regulasi dan pengawasan pengelolaan dana masyarakat.
“Sistem penyaluran dana saat ini secara mutlak tunduk pada skema pengawasan dan audit otoritas terkait. Jadi, sudah terjamin secara hukum bahwa seluruh aset masyarakat dikelola murni sesuai aturan undang-undang,” pungkas Jajang.