- Kasino Singapura berebut penjudi VIP dari China hingga Asia Tenggara.
- Marina Bay Sands unggul, pendapatan kasino tembus Rp37,44 triliun.
- Resorts World Sentosa tertekan jelang evaluasi lisensi kasino 2027.
Suara.com - Persaingan bisnis judi di Singapura semakin panas. Dua raksasa kasino, Resorts World Sentosa dan Marina Bay Sands, kini berebut pemain judi kelas kakap atau VIP dari berbagai negara, mulai dari China hingga negara-negara Asia Tenggara, termasuk Indonesia.
Mengutip The Edge Singapura, Rabu (19/8/2026) persaingan tersebut bukan sekadar perang meja judi. Kedua kasino juga berlomba menawarkan hadiah, fasilitas mewah, layanan eksklusif hingga pengalaman premium demi menggaet penjudi dengan nilai taruhan besar.
Salah satu gambaran sengitnya persaingan terlihat dalam undian berhadiah Tahun Baru Imlek untuk penjudi kelas kakap awal tahun ini. Di Resorts World Sentosa, hadiah utama yang diberikan hanya berupa sebotol konyak Martell.
Sementara itu, Marina Bay Sands menawarkan hadiah utama yang jauh lebih menggiurkan, yakni sebuah Mercedes-Benz CLA 200 baru.
Perbedaan tersebut menjadi gambaran semakin lebarnya kesenjangan persaingan antara kedua kasino dalam beberapa tahun terakhir. Kondisi ini menjadi tantangan serius bagi Resorts World Sentosa, terutama menjelang berakhirnya masa berlaku lisensi kasinonya pada Februari 2027.
Singapura sendiri tengah menikmati lonjakan wisatawan setelah pandemi Covid-19. Arus wisatawan asing tersebut ikut mendorong masuknya penjudi kaya dari China dan negara-negara tetangga.
Singapura bahkan berhasil mengambil sebagian bisnis perjudian dari Makau setelah pemerintah China memperketat aktivitas operator perjalanan judi atau junket, termasuk aktivitas penukaran uang ilegal.
Namun, derasnya aliran uang tersebut justru lebih banyak dinikmati Marina Bay Sands. Pendapatan kasino Marina Bay Sands pada semester I 2026 telah menembus lebih dari S$2,7 miliar atau sekitar Rp37,44 triliun.
Sebaliknya, pendapatan kasino Resorts World Sentosa pada periode yang sama bahkan tidak mencapai sepertiga angka yang dibukukan pesaingnya.
Resorts World Sentosa Tertekan
Kondisi tersebut memperlihatkan tantangan besar yang dihadapi Genting Singapore Ltd selaku operator Resorts World Sentosa dalam mempertahankan posisi di pasar kasino Singapura.
Pada November 2024, Otoritas Regulasi Perjudian Singapura menilai kinerja pariwisata Resorts World Sentosa "tidak memuaskan". Regulator kemudian hanya memberikan lisensi kasino selama dua tahun, lebih pendek dibandingkan periode tiga tahun yang biasanya diberikan.
"Ini adalah ancaman halus untuk menekan Resorts World Sentosa agar meningkatkan kinerjanya," ujar Zheng Feng Chee, analis konsumen di DBS Group Holdings.
Menurut dia, tekanan tersebut juga tidak serta-merta membuat Resorts World Sentosa mudah berpindah tangan.
"Pada kenyataannya, hanya sedikit kasino yang memiliki kekuatan finansial untuk mengakuisisi mereka," katanya.