Market Data
Emas
Indeks Saham
Kurs Rupiah
Jual Rp2.551.000
Beli Rp2.425.000
IHSG 6.394,125
LQ45 627,469
Srikehati 306,090
JII 380,924
USD/IDR 17.839

Airlangga Ungkap Rp4.460 Triliun Emas Warga RI Masih Di Bawah Bantal

Mohammad Fadil Djailani, Rina Anggraeni

Kamis, 20 Agustus 2026 | 13:30 WIB
Airlangga Ungkap Rp4.460 Triliun Emas Warga RI Masih Di Bawah Bantal
Menteri Koordinator (Menko) Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto mengungkapkan masyarakat Indonesia menyimpan sekitar 1.800 ton emas secara pribadi dengan nilai mencapai US$252 miliar atau sekitar Rp4.460 triliun.
baca 10 detik
  • 1.800 ton emas warga bernilai Rp4.460 triliun masih disimpan pribadi.
  • Bank emas Indonesia kini mengelola sekitar 177 ton emas.
  • Indonesia membidik posisi sebagai pusat perdagangan emas regional.

Suara.com - Potensi industri emas Indonesia ternyata jauh lebih besar dari yang selama ini terlihat. Menteri Koordinator (Menko) Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto mengungkapkan masyarakat Indonesia menyimpan sekitar 1.800 ton emas secara pribadi dengan nilai mencapai US$252 miliar atau sekitar Rp4.460 triliun.

Airlangga mengatakan besarnya simpanan emas masyarakat menjadi peluang besar bagi pengembangan ekosistem bullion atau perdagangan emas nasional. Menurutnya, kehadiran bank emas dapat membuat aset tersebut lebih produktif sekaligus memberikan kontribusi terhadap perekonomian Indonesia.

"Emas yang ada di bawah bantal itu ada 1.800 ton. Nah kalau 1.800 ton, itu nilainya juga luar biasa, US$252 miliar," kata Airlangga dalam peluncuran Indonesia Bullion Market Association (IBMA) di BSI Tower, Jakarta Pusat, Kamis (20/8/2026).

Menurut Airlangga, minat masyarakat Indonesia terhadap investasi emas memang cukup besar. Namun, sebagian besar emas yang dimiliki masyarakat masih disimpan secara pribadi dan belum sepenuhnya masuk ke dalam ekosistem keuangan formal.

Kondisi tersebut menunjukkan masih adanya potensi besar yang dapat digarap industri bullion. Jika sebagian emas masyarakat dapat masuk ke sistem perdagangan dan jasa bullion, aset tersebut berpotensi menjadi sumber pembiayaan, investasi, hingga memperdalam pasar keuangan nasional.

Airlangga menyebut fondasi ekosistem bullion Indonesia mulai terbentuk setelah kehadiran bank emas. Saat ini, bank bullion di Indonesia telah mengelola sekitar 177 ton emas.

Dari jumlah tersebut, sekitar 153 ton emas dikelola Pegadaian, sedangkan 24 ton lainnya dikelola Bank Syariah Indonesia (BSI).

Angka tersebut masih sangat kecil jika dibandingkan dengan perkiraan 1.800 ton emas yang tersimpan secara pribadi di masyarakat. Artinya, terdapat ruang yang sangat besar untuk meningkatkan penetrasi industri bullion di Indonesia.

Airlangga menegaskan tantangan Indonesia bukan hanya meningkatkan produksi emas, tetapi juga memastikan komoditas tersebut dikelola di dalam negeri sehingga menghasilkan nilai tambah yang lebih besar.

baca juga

"Indonesia memiliki potensi emas yang besar. Tantangan kita bukan hanya meningkatkan produksi, tetapi memastikan emas tersebut dikelola di dalam negeri sehingga menciptakan nilai tambah yang lebih besar bagi perekonomian nasional," ujarnya.

Karena itu, Airlangga berharap IBMA dapat menjadi katalis yang memperkuat kolaborasi antarpelaku industri sekaligus meningkatkan daya saing pasar bullion Indonesia.

Ketua IBMA sekaligus Direktur Pemasaran, Penjualan dan Pengembangan Produk PT Pegadaian (Persero) Selfie Dewiyanti mengatakan pembentukan IBMA diarahkan untuk mempercepat pembangunan ekosistem perdagangan dan jasa bullion nasional.

IBMA diharapkan menjadi wadah yang mendorong terbentuknya pasar bullion yang transparan, kredibel, kompetitif, dan memenuhi standar internasional.

"Indonesia tidak hanya akan menjadi negara penghasil emas, tetapi juga berkembang sebagai pusat perdagangan dan jasa bullion di kawasan yang mampu memberikan kontribusi lebih besar terhadap investasi, pendalaman pasar keuangan, dan pertumbuhan ekonomi nasional," ujar Selfie.

Menurut dia, penguatan ekosistem bullion dapat membawa Indonesia bertransformasi dari sekadar produsen emas menjadi bullion hub atau pusat perdagangan emas di kawasan regional.

Langkah tersebut sekaligus membuka peluang untuk memperluas investasi, memperdalam pasar keuangan, serta meningkatkan kontribusi sektor emas terhadap perekonomian nasional.

IBMA sendiri beranggotakan pelaku industri dari hulu hingga hilir. Anggotanya mencakup perusahaan pertambangan emas, manufaktur dan pengolahan bijih, bullion dealer, perusahaan pembiayaan dan lembaga keuangan non-bank, hingga bank bullion.

Sejumlah perusahaan yang telah bergabung antara lain PT Pegadaian, Bank Syariah Indonesia (BSI), PT Hartadinata Abadi Tbk (HRTA), UBS Gold, PT Amman Mineral Internasional Tbk (AMMN), Galeri 24, Brinks Solution Indonesia, ICDX Group, PT Central Mega Kencana (CMK), PT Sentral Kreasi Kencana (SKK Jewels), serta PT Laku Emas Indonesia.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Penentuan Desil Tak Sesuai Ekonomi Warga, Menko Airlangga Akui Data DTSEN Tak Permanen

Penentuan Desil Tak Sesuai Ekonomi Warga, Menko Airlangga Akui Data DTSEN Tak Permanen

Bisnis | Kamis, 20 Agustus 2026 | 11:43 WIB

100 Orang Tewas Tertimbun Tambang Emas Tradisional Runtuh, Puluhan Orang Hilang di Desa Zamboye

100 Orang Tewas Tertimbun Tambang Emas Tradisional Runtuh, Puluhan Orang Hilang di Desa Zamboye

News | Kamis, 20 Agustus 2026 | 10:41 WIB

Pikir-pikir Dulu untuk Beli, Harga Emas Antam Naik Tinggi Jadi Rp2.725.000

Pikir-pikir Dulu untuk Beli, Harga Emas Antam Naik Tinggi Jadi Rp2.725.000

Bisnis | Kamis, 20 Agustus 2026 | 09:30 WIB

Terkini

Airlangga Ungkap Rp4.460 Triliun Emas Warga RI Masih Di Bawah Bantal

Airlangga Ungkap Rp4.460 Triliun Emas Warga RI Masih Di Bawah Bantal

Bisnis | Kamis, 20 Agustus 2026 | 13:30 WIB

Emiten Kontruksi PPRE Raup Kontrak Baru Rp1,5 T Hingga Kuartal II-2026

Emiten Kontruksi PPRE Raup Kontrak Baru Rp1,5 T Hingga Kuartal II-2026

Bisnis | Kamis, 20 Agustus 2026 | 13:30 WIB

Jika 1984 Adalah Dunia yang Dikendalikan, Lalu Apa Itu Dunia dalam IQ84?

Jika 1984 Adalah Dunia yang Dikendalikan, Lalu Apa Itu Dunia dalam IQ84?

Your Say | Kamis, 20 Agustus 2026 | 13:30 WIB

Kecewa Kabareskrim Absen, KPA Minta Komisi III DPR Langsung Panggil Kapolri Jelaskan Konflik Agraria

Kecewa Kabareskrim Absen, KPA Minta Komisi III DPR Langsung Panggil Kapolri Jelaskan Konflik Agraria

News | Kamis, 20 Agustus 2026 | 13:28 WIB

'Jangan Jadi Kebiasaan!' DPR Tunda Rapat Konflik Agraria Karena Kabareskrim Tak Hadir

'Jangan Jadi Kebiasaan!' DPR Tunda Rapat Konflik Agraria Karena Kabareskrim Tak Hadir

News | Kamis, 20 Agustus 2026 | 13:28 WIB

Sidang Praperadilan Febrie Adriansyah, Ahli Sebut Sprindik Tanpa Tanda Tangan Dirdik Cacat Hukum

Sidang Praperadilan Febrie Adriansyah, Ahli Sebut Sprindik Tanpa Tanda Tangan Dirdik Cacat Hukum

News | Kamis, 20 Agustus 2026 | 13:26 WIB

LGI Cetak Rekor, Pendapatan Tembus Rp2,3 Triliun di Semester I 2026

LGI Cetak Rekor, Pendapatan Tembus Rp2,3 Triliun di Semester I 2026

Bisnis | Kamis, 20 Agustus 2026 | 13:24 WIB

Tebar Dana Rp3,07 T, Cek Jadwal Pembagian Dividen Interim BBCA

Tebar Dana Rp3,07 T, Cek Jadwal Pembagian Dividen Interim BBCA

Bisnis | Kamis, 20 Agustus 2026 | 13:20 WIB

Bebas Jerawat! 5 Acne Spot Treatment Korea yang Bikin Jerawat Cepat Kering

Bebas Jerawat! 5 Acne Spot Treatment Korea yang Bikin Jerawat Cepat Kering

Your Say | Kamis, 20 Agustus 2026 | 13:20 WIB

Analis: Iran Ubah Strategi Perang, Serangan Kunci Paksa Amerika Serikat ke Perundingan

Analis: Iran Ubah Strategi Perang, Serangan Kunci Paksa Amerika Serikat ke Perundingan

News | Kamis, 20 Agustus 2026 | 13:19 WIB

×