Penentuan Desil Tak Sesuai Ekonomi Warga, Menko Airlangga Akui Data DTSEN Tak Permanen

Mohammad Fadil Djailani, Fakhri Fuadi Muflih

Kamis, 20 Agustus 2026 | 11:43 WIB
Penentuan Desil Tak Sesuai Ekonomi Warga, Menko Airlangga Akui Data DTSEN Tak Permanen
Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto. Foto Antara.
baca 10 detik
  • Data DTSEN untuk bansos masih bisa berubah karena kondisi ekonomi dinamis.
  • Pemerintah tengah melakukan survei ekonomi untuk mengevaluasi data masyarakat.
  • Desil ditentukan dari banyak indikator, bukan hanya berdasarkan penghasilan.

Suara.com - Penentuan kelompok desil dalam Data Tunggal Sosial dan Ekonomi Nasional (DTSEN) yang menjadi basis penyaluran bantuan sosial (bansos) kembali menuai polemik. Sejumlah masyarakat mengeluhkan posisi desil yang dinilai tidak mencerminkan kondisi ekonomi mereka.

Menanggapi persoalan tersebut, Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto menegaskan bahwa data yang digunakan pemerintah masih dapat berubah. Pemerintah saat ini tengah melakukan survei ekonomi untuk mendapatkan gambaran terbaru mengenai kondisi sosial ekonomi masyarakat.

"Nggak. Kan sekarang sedang ada economic survey. Jadi tentu kemarin kan khusus untuk desil ekonomi itu basisnya DTSEN. Dan sekarang kebijakan untuk bansos itu menggunakan satu data dari DTSEN. Nah, terus sekarang survei ekonomi sedang dilakukan. Nanti kita lihat hasilnya seperti apa," kata Airlangga di Kantor Kemenko Perekonomian, Kamis (20/8/2026).

Menurut Airlangga, pemerintah saat ini menggunakan DTSEN sebagai satu basis data dalam menentukan penerima bansos. Namun, kondisi ekonomi masyarakat bersifat dinamis sehingga data kesejahteraan tidak dapat dianggap sebagai data yang permanen.

Ketika ditanya apakah hasil survei ekonomi nantinya dapat mengubah data yang menjadi dasar penyaluran bansos, Airlangga memastikan hal tersebut terbuka untuk dilakukan.

"Ya, selalu data kan sifatnya dinamis," ujar Airlangga.

Sebelumnya, Menteri Sosial Saifullah Yusuf atau Gus Ipul menjelaskan bahwa penentuan desil kesejahteraan masyarakat tidak hanya didasarkan pada besaran penghasilan.

Menurutnya, Badan Pusat Statistik (BPS) menggunakan berbagai indikator sosial ekonomi untuk menentukan posisi kesejahteraan sebuah keluarga. Indikator tersebut mencakup kondisi tempat tinggal, tingkat pendidikan, pekerjaan, akses sanitasi dan air minum, kesehatan, kepemilikan aset, hingga kepemilikan usaha.

Berdasarkan indikator tersebut, masyarakat kemudian dikelompokkan ke dalam 10 desil sesuai tingkat kesejahteraannya. Desil 1 merupakan kelompok dengan tingkat kesejahteraan paling rendah, sementara desil 10 merupakan kelompok dengan tingkat kesejahteraan paling tinggi.

baca juga

Artinya, seseorang yang merasa memiliki penghasilan rendah belum tentu otomatis masuk dalam desil paling bawah. Sebaliknya, penilaian kesejahteraan dilakukan dengan melihat kondisi sosial ekonomi secara lebih luas.

Gus Ipul juga menegaskan bahwa posisi desil masyarakat bukan status yang berlaku selamanya. Pemerintah melakukan pemutakhiran data secara berkala untuk menyesuaikan kondisi masyarakat dengan data yang tercatat.

Masyarakat juga dapat mengajukan pembaruan apabila kondisi ekonominya dinilai tidak sesuai dengan informasi yang terdapat dalam data pemerintah.

Dengan adanya survei ekonomi yang tengah berjalan, pemerintah kini memiliki ruang untuk mengevaluasi kembali ketepatan pemetaan kesejahteraan masyarakat. Hasil pemutakhiran tersebut berpotensi memengaruhi posisi desil dan pada akhirnya menentukan kembali kelompok masyarakat yang berhak memperoleh bansos.

Persoalan akurasi data menjadi penting karena DTSEN kini menjadi fondasi utama pemerintah dalam menyalurkan bantuan. Semakin akurat data yang digunakan, semakin besar peluang bansos diberikan kepada masyarakat yang benar-benar membutuhkan.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kalkulator Kecocokan Jodoh Online Menurut Primbon Jawa, Bantu Cek Keserasian Pasangan
Ikuti Kuisnya ➔
Gryffindor atau Slytherin? Cek Kepribadianmu di Kuis Asrama Hogwarts
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Mensos Nonaktifkan Bansos Penerima Manfaat yang Main Judol

Mensos Nonaktifkan Bansos Penerima Manfaat yang Main Judol

Video | Rabu, 19 Agustus 2026 | 19:10 WIB

Bakom Ungkap Digitalisasi Bansos Bisa Hemat Anggaran Negara hingga Rp 200 Triliun

Bakom Ungkap Digitalisasi Bansos Bisa Hemat Anggaran Negara hingga Rp 200 Triliun

Bisnis | Rabu, 19 Agustus 2026 | 15:55 WIB

Berkat Digitalisasi, Verifikasi Penerima Bansos Kini Cukup 5 Menit dari Sebelumnya 200 Hari

Berkat Digitalisasi, Verifikasi Penerima Bansos Kini Cukup 5 Menit dari Sebelumnya 200 Hari

Bisnis | Rabu, 19 Agustus 2026 | 15:33 WIB

Terkini

Kevin Diks Bawa Kabar Sedih dari Jay Idzes Jelang Timnas Indonesia vs Thailand

Kevin Diks Bawa Kabar Sedih dari Jay Idzes Jelang Timnas Indonesia vs Thailand

Bola | Minggu, 04 Oktober 2026 | 23:54 WIB

Prabowo Minta Bakom Buka Telinga Lebar-lebar, Keluhan Rakyat Harus Sampai ke Istana

Prabowo Minta Bakom Buka Telinga Lebar-lebar, Keluhan Rakyat Harus Sampai ke Istana

News | Minggu, 04 Oktober 2026 | 23:30 WIB

Mici Dewi Paramita: Glow Up Bukan Berarti Harus Jadi Orang Lain

Mici Dewi Paramita: Glow Up Bukan Berarti Harus Jadi Orang Lain

Lifestyle | Minggu, 04 Oktober 2026 | 23:13 WIB

WALHI dan Eiger Bicara soal Menjaga Alam, dari Kritik hingga Kolaborasi

WALHI dan Eiger Bicara soal Menjaga Alam, dari Kritik hingga Kolaborasi

Lifestyle | Minggu, 04 Oktober 2026 | 23:00 WIB

Kabut Asap Palembang Makin Pekat, 31 Penerbangan di SMB II Terganggu hingga Kuala Lumpur

Kabut Asap Palembang Makin Pekat, 31 Penerbangan di SMB II Terganggu hingga Kuala Lumpur

Sumsel | Minggu, 04 Oktober 2026 | 22:58 WIB

Rutan Depok Laporkan Dugaan Keterlibatan Petugas ke Polisi, 22 Warga Binaan Turut Diperiksa

Rutan Depok Laporkan Dugaan Keterlibatan Petugas ke Polisi, 22 Warga Binaan Turut Diperiksa

Jabar | Minggu, 04 Oktober 2026 | 22:36 WIB

Geger Video Diduga Pesta Narkoba di Rutan Depok, Barang Terlarang Lolos Masuk Sel

Geger Video Diduga Pesta Narkoba di Rutan Depok, Barang Terlarang Lolos Masuk Sel

Jabar | Minggu, 04 Oktober 2026 | 22:27 WIB

Polisi Masih Selidiki Kematian Siswa SD di Pemalang, Autopsi Telah Dilakukan

Polisi Masih Selidiki Kematian Siswa SD di Pemalang, Autopsi Telah Dilakukan

News | Minggu, 04 Oktober 2026 | 22:10 WIB

Warga OKI Ditemukan Meninggal di Tengah Karhutla, Diduga Terjebak Asap dan Api

Warga OKI Ditemukan Meninggal di Tengah Karhutla, Diduga Terjebak Asap dan Api

Sumsel | Minggu, 04 Oktober 2026 | 22:06 WIB

Palmex Medan 2026 Kembali Digelar, 250 Perusahaan Akan Pamerkan Inovasi dan Teknologi Terkini

Palmex Medan 2026 Kembali Digelar, 250 Perusahaan Akan Pamerkan Inovasi dan Teknologi Terkini

Sumut | Minggu, 04 Oktober 2026 | 21:52 WIB

×