Market Data
Emas
Indeks Saham
Kurs Rupiah
Jual Rp2.551.000
Beli Rp2.425.000
IHSG 6.394,125
LQ45 627,469
Srikehati 306,090
JII 380,924
USD/IDR 17.839

Penentuan Desil Tak Sesuai Ekonomi Warga, Menko Airlangga Akui Data DTSEN Tak Permanen

Mohammad Fadil Djailani, Fakhri Fuadi Muflih

Kamis, 20 Agustus 2026 | 11:43 WIB
Penentuan Desil Tak Sesuai Ekonomi Warga, Menko Airlangga Akui Data DTSEN Tak Permanen
Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto. Foto Antara.
baca 10 detik
  • Data DTSEN untuk bansos masih bisa berubah karena kondisi ekonomi dinamis.
  • Pemerintah tengah melakukan survei ekonomi untuk mengevaluasi data masyarakat.
  • Desil ditentukan dari banyak indikator, bukan hanya berdasarkan penghasilan.

Suara.com - Penentuan kelompok desil dalam Data Tunggal Sosial dan Ekonomi Nasional (DTSEN) yang menjadi basis penyaluran bantuan sosial (bansos) kembali menuai polemik. Sejumlah masyarakat mengeluhkan posisi desil yang dinilai tidak mencerminkan kondisi ekonomi mereka.

Menanggapi persoalan tersebut, Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto menegaskan bahwa data yang digunakan pemerintah masih dapat berubah. Pemerintah saat ini tengah melakukan survei ekonomi untuk mendapatkan gambaran terbaru mengenai kondisi sosial ekonomi masyarakat.

"Nggak. Kan sekarang sedang ada economic survey. Jadi tentu kemarin kan khusus untuk desil ekonomi itu basisnya DTSEN. Dan sekarang kebijakan untuk bansos itu menggunakan satu data dari DTSEN. Nah, terus sekarang survei ekonomi sedang dilakukan. Nanti kita lihat hasilnya seperti apa," kata Airlangga di Kantor Kemenko Perekonomian, Kamis (20/8/2026).

Menurut Airlangga, pemerintah saat ini menggunakan DTSEN sebagai satu basis data dalam menentukan penerima bansos. Namun, kondisi ekonomi masyarakat bersifat dinamis sehingga data kesejahteraan tidak dapat dianggap sebagai data yang permanen.

Ketika ditanya apakah hasil survei ekonomi nantinya dapat mengubah data yang menjadi dasar penyaluran bansos, Airlangga memastikan hal tersebut terbuka untuk dilakukan.

"Ya, selalu data kan sifatnya dinamis," ujar Airlangga.

Sebelumnya, Menteri Sosial Saifullah Yusuf atau Gus Ipul menjelaskan bahwa penentuan desil kesejahteraan masyarakat tidak hanya didasarkan pada besaran penghasilan.

Menurutnya, Badan Pusat Statistik (BPS) menggunakan berbagai indikator sosial ekonomi untuk menentukan posisi kesejahteraan sebuah keluarga. Indikator tersebut mencakup kondisi tempat tinggal, tingkat pendidikan, pekerjaan, akses sanitasi dan air minum, kesehatan, kepemilikan aset, hingga kepemilikan usaha.

Berdasarkan indikator tersebut, masyarakat kemudian dikelompokkan ke dalam 10 desil sesuai tingkat kesejahteraannya. Desil 1 merupakan kelompok dengan tingkat kesejahteraan paling rendah, sementara desil 10 merupakan kelompok dengan tingkat kesejahteraan paling tinggi.

baca juga

Artinya, seseorang yang merasa memiliki penghasilan rendah belum tentu otomatis masuk dalam desil paling bawah. Sebaliknya, penilaian kesejahteraan dilakukan dengan melihat kondisi sosial ekonomi secara lebih luas.

Gus Ipul juga menegaskan bahwa posisi desil masyarakat bukan status yang berlaku selamanya. Pemerintah melakukan pemutakhiran data secara berkala untuk menyesuaikan kondisi masyarakat dengan data yang tercatat.

Masyarakat juga dapat mengajukan pembaruan apabila kondisi ekonominya dinilai tidak sesuai dengan informasi yang terdapat dalam data pemerintah.

Dengan adanya survei ekonomi yang tengah berjalan, pemerintah kini memiliki ruang untuk mengevaluasi kembali ketepatan pemetaan kesejahteraan masyarakat. Hasil pemutakhiran tersebut berpotensi memengaruhi posisi desil dan pada akhirnya menentukan kembali kelompok masyarakat yang berhak memperoleh bansos.

Persoalan akurasi data menjadi penting karena DTSEN kini menjadi fondasi utama pemerintah dalam menyalurkan bantuan. Semakin akurat data yang digunakan, semakin besar peluang bansos diberikan kepada masyarakat yang benar-benar membutuhkan.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Mensos Nonaktifkan Bansos Penerima Manfaat yang Main Judol

Mensos Nonaktifkan Bansos Penerima Manfaat yang Main Judol

Video | Rabu, 19 Agustus 2026 | 19:10 WIB

Bakom Ungkap Digitalisasi Bansos Bisa Hemat Anggaran Negara hingga Rp 200 Triliun

Bakom Ungkap Digitalisasi Bansos Bisa Hemat Anggaran Negara hingga Rp 200 Triliun

Bisnis | Rabu, 19 Agustus 2026 | 15:55 WIB

Berkat Digitalisasi, Verifikasi Penerima Bansos Kini Cukup 5 Menit dari Sebelumnya 200 Hari

Berkat Digitalisasi, Verifikasi Penerima Bansos Kini Cukup 5 Menit dari Sebelumnya 200 Hari

Bisnis | Rabu, 19 Agustus 2026 | 15:33 WIB

Terkini

5 HP OPPO yang Mirip iPhone, Desain Premium Mulai Rp2 Jutaan

5 HP OPPO yang Mirip iPhone, Desain Premium Mulai Rp2 Jutaan

Tekno | Kamis, 20 Agustus 2026 | 11:42 WIB

Hamsad Rangkuti dan Kisah Perjuangan Melawan Tentara NICA dalam BukuKereta Pagi Jam 5

Hamsad Rangkuti dan Kisah Perjuangan Melawan Tentara NICA dalam BukuKereta Pagi Jam 5

Your Say | Kamis, 20 Agustus 2026 | 11:40 WIB

OPM Klaim Markas Puncak Jaya Digempur Drone Militer Indonesia, Begini Kondisinya

OPM Klaim Markas Puncak Jaya Digempur Drone Militer Indonesia, Begini Kondisinya

News | Kamis, 20 Agustus 2026 | 11:37 WIB

Saat Rambut Memutih dan Langkah Melambat: Sebuah Renungan Tentang Pulang

Saat Rambut Memutih dan Langkah Melambat: Sebuah Renungan Tentang Pulang

Opini | Kamis, 20 Agustus 2026 | 11:35 WIB

Peluang Emil Audero Gabung Juventus Semakin Tipis, Ini Penyebabnya

Peluang Emil Audero Gabung Juventus Semakin Tipis, Ini Penyebabnya

Bola | Kamis, 20 Agustus 2026 | 11:32 WIB

Dari Belajar - Menjadi Dampak, United Tractors Hadirkan UNTUK Indonesia

Dari Belajar - Menjadi Dampak, United Tractors Hadirkan UNTUK Indonesia

Bisnis | Kamis, 20 Agustus 2026 | 11:32 WIB

Transisi Energi Tak Cukup Ganti Sumber Energi: Mengapa Geothermal Perlu Dikaji Ulang?

Transisi Energi Tak Cukup Ganti Sumber Energi: Mengapa Geothermal Perlu Dikaji Ulang?

News | Kamis, 20 Agustus 2026 | 11:30 WIB

Haikyuu!! Bagikan Visual dan Video Promosi Baru untuk Dua Proyek Anime 2027

Haikyuu!! Bagikan Visual dan Video Promosi Baru untuk Dua Proyek Anime 2027

Your Say | Kamis, 20 Agustus 2026 | 11:25 WIB

Mentan Amran Bilang Stok Beras di NTT Cukup untuk Kebutuhan hingga 1 Tahun

Mentan Amran Bilang Stok Beras di NTT Cukup untuk Kebutuhan hingga 1 Tahun

Sumut | Kamis, 20 Agustus 2026 | 11:24 WIB

El Nino Berpotensi Jadi Bencana Iklim Terhebat Sepanjang Sejarah hingga Awal Tahun 2027, Kenapa?

El Nino Berpotensi Jadi Bencana Iklim Terhebat Sepanjang Sejarah hingga Awal Tahun 2027, Kenapa?

News | Kamis, 20 Agustus 2026 | 11:20 WIB

×