Market Data
Emas
Indeks Saham
Kurs Rupiah
Jual Rp2.551.000
Beli Rp2.425.000
IHSG 6.394,125
LQ45 627,469
Srikehati 306,090
JII 380,924
USD/IDR 17.839

PNM Bangun Ekosistem Pembiayaan Mekaar, Bunga 8 Persen

Fabiola Febrinastri, Tantri Amela Iskandar

Kamis, 20 Agustus 2026 | 15:10 WIB
PNM Bangun Ekosistem Pembiayaan Mekaar, Bunga 8 Persen
PNM berupaya memastikan akses pembiayaan menjadi bagian dari proses pengembangan usaha dan peningkatan kesejahteraan nasabah. (Dok: PNM)

Suara.com - Penyesuaian suku bunga PNM Mekaar menjadi delapan persen secara serius dipersiapkan untuk memasuki tahap implementasi. Setelah keputusan penyesuaian suku bunga diumumkan, PT Permodalan Nasional Madani (Persero) atau PNM bersama kementerian/lembaga terkait kini bergerak cepat menyiapkan berbagai perangkat yang dibutuhkan agar manfaat pembiayaan yang lebih terjangkau dapat mulai dirasakan nasabah yang ditargetkan pada September 2026.

Langkah ini menjadi bagian penting untuk memastikan kebijakan penyesuaian suku bunga tidak berhenti pada keputusan, tetapi dapat diterapkan secara tepat sasaran dan berjalan efektif di lapangan. Pemerintah sebelumnya telah menyampaikan bahwa penyesuaian bunga PNM Mekaar menjadi sekitar 8 persen ditargetkan mulai berlaku pada awal September 2026.

Untuk mengejar target tersebut, sejumlah proses dipersiapkan secara simultan. Paralel dengan penyiapan Peraturan Menteri Keuangan (PMK), Kementerian Keuangan bersama PNM juga secara intensif sedang menyiapkan Sistem Informasi Kredit Program (SIKP) yang terkoneksi dengan mekanisme host to host. Di sisi lain, PNM juga mulai menyiapkan Perjanjian Kerja Sama Pembiayaan dengan Kementerian Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (KUMKM), sekaligus mengupayakan dukungan likuiditas dari bank-bank BUMN yang dikoordinasikan oleh Danantara.

Seluruh proses tersebut berjalan beriringan karena implementasi pembiayaan dengan bunga yang lebih terjangkau membutuhkan kesiapan ekosistem secara menyeluruh. Mulai dari landasan regulasi, mekanisme administrasi dan sistem, skema kerja sama pembiayaan, hingga kesiapan likuiditas perlu dipastikan berjalan dalam satu rangkaian yang seirama agar target implementasi pada September 2026 dapat terlaksana dengan baik.

PNM berupaya memastikan akses pembiayaan menjadi bagian dari proses pengembangan usaha dan peningkatan kesejahteraan nasabah. (Dok: PNM)
PNM berupaya memastikan akses pembiayaan menjadi bagian dari proses pengembangan usaha dan peningkatan kesejahteraan nasabah. (Dok: PNM)

Bagi PNM, percepatan persiapan tersebut merupakan bagian dari komitmen untuk menerjemahkan kebijakan pemerintah menjadi manfaat yang nyata bagi pengusaha ultra mikro. Penyesuaian bunga bukan hanya mengenai perubahan biaya pembiayaan, tetapi juga bagaimana akses modal yang lebih terjangkau dapat memberi ruang lebih besar bagi nasabah untuk memulai dan mengembangkan usaha, menjaga keberlanjutan usaha, dan meningkatkan kesejahteraan keluarga.

Direktur Utama PNM Kindaris mengatakan PNM akan memastikan seluruh proses persiapan dilakukan secara optimal agar kebijakan tersebut dapat memberikan manfaat seluas-luasnya bagi Masyarakat akar rumput.

"Pembiayaan dan pemberdayaan harus dapat memberikan manfaat yang semakin luas bagi pengusaha ultra mikro. Karena bagi kami, akses pembiayaan yang lebih terjangkau harus berjalan bersama dengan pendampingan dan pemberdayaan, sehingga manfaatnya tidak hanya dirasakan hari ini, tetapi juga membantu nasabah tumbuh dan semakin mandiri,” ujar Kindaris.

Komitmen tersebut sejalan dengan karakter PNM yang mengintegrasikan pembiayaan dengan pemberdayaan. Melalui pendampingan usaha, peningkatan kapasitas, literasi keuangan, hingga penguatan jejaring, PNM berupaya memastikan akses pembiayaan menjadi bagian dari proses pengembangan usaha dan peningkatan kesejahteraan nasabah.

Dengan seluruh perangkat implementasi yang disiapkan secara simultan bersama kementerian/lembaga dan mitra terkait, PNM menargetkan proses menuju penerapan pembiayaan PNM Mekaar dengan bunga delapan persen dapat berjalan sesuai rencana pada September 2026. Langkah ini diharapkan semakin memperluas ruang bagi pengusaha ultra mikro untuk mengembangkan usaha sekaligus memperkuat ekonomi keluarga dari tingkat paling dasar. ***

baca juga

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Indonesia Bullion Market Association Resmi Diluncurkan, Jadi Wadah Penguatan Ekosistem Emas Nasional

Indonesia Bullion Market Association Resmi Diluncurkan, Jadi Wadah Penguatan Ekosistem Emas Nasional

Bisnis | Kamis, 20 Agustus 2026 | 15:03 WIB

Kebakaran di Kawasan Bromo: Mengapa Pemulihan Ekosistem Tak Bisa Sekadar Menanam Pohon?

Kebakaran di Kawasan Bromo: Mengapa Pemulihan Ekosistem Tak Bisa Sekadar Menanam Pohon?

News | Kamis, 20 Agustus 2026 | 11:49 WIB

Tak Hanya Jaga Laut, Terumbu Karang Bisa Jadi Sumber Cuan Warga Pesisir

Tak Hanya Jaga Laut, Terumbu Karang Bisa Jadi Sumber Cuan Warga Pesisir

Bisnis | Kamis, 20 Agustus 2026 | 09:25 WIB

BI Kembali Pertahankan Suku Bunga Acuan di 5,75 Persen

BI Kembali Pertahankan Suku Bunga Acuan di 5,75 Persen

Bisnis | Rabu, 19 Agustus 2026 | 15:37 WIB

Mengapa Semakin Banyak Pencahayaan Justru Ganggu Ekosistem?

Mengapa Semakin Banyak Pencahayaan Justru Ganggu Ekosistem?

Lifestyle | Rabu, 19 Agustus 2026 | 13:44 WIB

Rekomendasi Saham Hari Ini yang Diramal Cuan usai Long Weekend

Rekomendasi Saham Hari Ini yang Diramal Cuan usai Long Weekend

Bisnis | Selasa, 18 Agustus 2026 | 09:02 WIB

Terkini

PNM Bangun Ekosistem Pembiayaan Mekaar, Bunga 8 Persen

PNM Bangun Ekosistem Pembiayaan Mekaar, Bunga 8 Persen

Bisnis | Kamis, 20 Agustus 2026 | 15:10 WIB

ESDM Buka Tender PLTS 30 GW, Jadi Langkah Awal Proyek Energi Surya 100 GW

ESDM Buka Tender PLTS 30 GW, Jadi Langkah Awal Proyek Energi Surya 100 GW

Bisnis | Kamis, 20 Agustus 2026 | 15:10 WIB

Indonesia Bullion Market Association Resmi Hadir, Jadi Wadah Penguatan Ekosistem Emas Nasional

Indonesia Bullion Market Association Resmi Hadir, Jadi Wadah Penguatan Ekosistem Emas Nasional

Bisnis | Kamis, 20 Agustus 2026 | 15:10 WIB

Awas! 39 Anak di Jateng Terpapar Radikalisme Lewat Game Online dan Medsos

Awas! 39 Anak di Jateng Terpapar Radikalisme Lewat Game Online dan Medsos

Jawa Tengah | Kamis, 20 Agustus 2026 | 15:08 WIB

3 Rekomendasi Rice Cooker Yong Ma Versi Digital, Kapasitas 2 Liter dengan Berbagai Fungsi Menu

3 Rekomendasi Rice Cooker Yong Ma Versi Digital, Kapasitas 2 Liter dengan Berbagai Fungsi Menu

Lifestyle | Kamis, 20 Agustus 2026 | 15:06 WIB

Awan Jumat Jadi Peluang, Pramono Kejar Hujan Deras Asal Jakarta Tak Kebanjiran

Awan Jumat Jadi Peluang, Pramono Kejar Hujan Deras Asal Jakarta Tak Kebanjiran

News | Kamis, 20 Agustus 2026 | 15:05 WIB

Petaka di Ladang Tembakau: Balita di Sampang Tewas Tenggelam di Kubangan Air

Petaka di Ladang Tembakau: Balita di Sampang Tewas Tenggelam di Kubangan Air

Jatim | Kamis, 20 Agustus 2026 | 15:04 WIB

Menu MBG Sup Ayam Diduga Bikin 81 Siswa SMK di Kampar Keracunan

Menu MBG Sup Ayam Diduga Bikin 81 Siswa SMK di Kampar Keracunan

Riau | Kamis, 20 Agustus 2026 | 15:03 WIB

Indonesia Bullion Market Association Resmi Diluncurkan, Jadi Wadah Penguatan Ekosistem Emas Nasional

Indonesia Bullion Market Association Resmi Diluncurkan, Jadi Wadah Penguatan Ekosistem Emas Nasional

Bisnis | Kamis, 20 Agustus 2026 | 15:03 WIB

Jerman Incar Industri Strategis RI, Semikonduktor dan Baterai EV Jadi Rebutan

Jerman Incar Industri Strategis RI, Semikonduktor dan Baterai EV Jadi Rebutan

Bisnis | Kamis, 20 Agustus 2026 | 15:01 WIB

×