Market Data
Emas
Indeks Saham
Kurs Rupiah
Jual Rp2.551.000
Beli Rp2.425.000
IHSG 6.501,585
LQ45 638,736
Srikehati 310,420
JII 390,270
USD/IDR 17.774

BPD Diminta Jangan Parkir Dana Pemerintah, Salurkan Kredit ke UMKM

Achmad Fauzi

Jum'at, 21 Agustus 2026 | 18:41 WIB
BPD Diminta Jangan Parkir Dana Pemerintah, Salurkan Kredit ke UMKM
Ilustrasi pelayanan perbankan di BPD.
baca 10 detik
  • Asbanda mendorong dana pemerintah di BPD dimanfaatkan untuk sektor produktif guna menggerakkan ekonomi daerah.
  • Hingga Juni 2026, total aset 27 BPD mencapai sekitar Rp1.043 triliun dengan penyaluran kredit Rp673 triliun.
  • Fauzi Amro merekomendasikan BPD menyelesaikan konsolidasi KUB dan memodernisasi Tabungan Simpeda untuk menekan biaya dana.

Suara.com - Asosiasi Bank Pembangunan Daerah (Asbanda) mendorong agar dana pemerintah yang ditempatkan di Bank Pembangunan Daerah (BPD) tidak hanya menjadi likuiditas, tetapi dapat dimanfaatkan untuk pembiayaan sektor produktif di daerah.

Ketua Umum Asbanda Agus Haryoto Widodo mengatakan, penempatan dana pemerintah pada BPD yang sehat dapat dikaitkan dengan pembiayaan berbagai sektor prioritas. Langkah tersebut dinilai dapat memberikan dampak yang lebih besar terhadap perekonomian daerah.

Menurutnya, pembiayaan dapat diarahkan ke sejumlah sektor, mulai dari usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM), pangan, perumahan, kesehatan, pendidikan, hingga infrastruktur.

Dengan demikian, dana pemerintah yang berada di BPD tidak hanya berhenti sebagai likuiditas, tetapi dapat menjadi sumber pembiayaan yang mendorong aktivitas ekonomi di daerah.

"Likuiditas BPD adalah bagian dari kapasitas pembangunan daerah," ujar Agus seperti dikutip, Jumat (21/8/2026).

Ilustrasi pelayanan di Bank BPD Kaltimtara. [KlikKaltim.com]
Ilustrasi pelayanan di Bank BPD. [KlikKaltim.com]

Agus mengatakan, kebijakan nasional yang berkaitan dengan pengelolaan dan penyaluran dana pemerintah perlu tetap memperhatikan kondisi ekosistem keuangan daerah.

Hal ini lantaran karakteristik BPD berbeda dengan bank pada umumnya. Struktur pendanaan BPD sangat berkaitan dengan siklus fiskal daerah, mulai dari transfer pemerintah, APBD, pembayaran gaji aparatur sipil negara (ASN), hingga transaksi Badan Layanan Umum Daerah (BLUD) dan Badan Usaha Milik Daerah (BUMD).

Hingga Juni 2026, total aset 27 BPD mencapai sekitar Rp1.043 triliun. Sementara total kredit yang disalurkan sekitar Rp673 triliun dan dana pihak ketiga (DPK) sekitar Rp770 triliun.

Meski kondisi industri BPD secara fundamental masih sehat, Asbanda menilai tekanan terhadap sumber pendanaan tetap perlu diantisipasi. Apalagi, kebutuhan pembiayaan di daerah terus meningkat.

baca juga

Agus juga mendorong terciptanya level playing field bagi BPD dalam berbagai program dan transaksi pemerintah.

BPD yang telah memenuhi standar teknologi, tata kelola, kualitas layanan, dan manajemen risiko dinilai perlu memperoleh kesempatan yang setara untuk menjadi bank penyalur maupun mitra pemerintah.

Langkah tersebut diharapkan dapat membuat peran BPD semakin besar dalam mendukung pembangunan ekonomi daerah.

Selain itu, pemanfaatan dana pemerintah untuk sektor produktif juga dinilai dapat memberikan efek pengganda bagi perekonomian daerah. Pembiayaan yang mengalir ke UMKM, pangan, perumahan, kesehatan, pendidikan, dan infrastruktur diharapkan dapat mendorong aktivitas usaha sekaligus memperkuat perekonomian masyarakat.

Sementara, Anggota Komisi XI DPR RI Fauzi Amro mengatakan likuiditas BPD secara nasional masih tebal dan memadai. Namun, tingginya cost of fund (CoF) menjadi salah satu kerentanan yang perlu diperhatikan.

Menurut Fauzi, tingginya biaya dana dipengaruhi ketergantungan BPD pada dana mahal institusi melalui special rate serta pola dana APBD.

Ia pun merekomendasikan BPD segera merampungkan konsolidasi Kelompok Usaha Bank (KUB) untuk menjamin kecukupan modal inti dan akses likuiditas intra-grup.

Selain itu, Tabungan Simpeda perlu dimodernisasi menjadi digital account berbasis aplikasi untuk menjaring nasabah ritel non-ASN sekaligus menekan CoF.

Fauzi juga mendorong BPD membangun platform teknologi dan cyber security secara bersama.

"Namun, kunci utama transformasi dan daya saing BPD tetap berada di tangan Bapak dan Ibu sekalian selaku Manajemen dari BPD itu sendiri, melalui penguatan tata kelola (good corporate governance), akselerasi digitalisasi, efisiensi biaya dana, serta keberanian untuk menjemput bola dengan turun langsung membiayai UMKM dan sektor produktif di daerah," pungkasnya.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Laba BSI Tumbuh 11,8 Persen

Laba BSI Tumbuh 11,8 Persen

Bisnis | Jum'at, 21 Agustus 2026 | 18:07 WIB

Ekonomi Syariah Belum Dilirik Pemerintah, Industri Usul Transaksi Zakat-Haji lewat Bank Syariah

Ekonomi Syariah Belum Dilirik Pemerintah, Industri Usul Transaksi Zakat-Haji lewat Bank Syariah

Bisnis | Jum'at, 21 Agustus 2026 | 17:49 WIB

BI Dorong UMKM Naik Kelas Lewat Transformasi Digital, Andalkan e-Farming hingga QRIS

BI Dorong UMKM Naik Kelas Lewat Transformasi Digital, Andalkan e-Farming hingga QRIS

Bisnis | Jum'at, 21 Agustus 2026 | 16:35 WIB

Terkini

BPD Diminta Jangan Parkir Dana Pemerintah, Salurkan Kredit ke UMKM

BPD Diminta Jangan Parkir Dana Pemerintah, Salurkan Kredit ke UMKM

Bisnis | Jum'at, 21 Agustus 2026 | 18:41 WIB

Desak Pemerintah Cepat Tangani Karhutla, Puan: Kita Pernah Dapat Nota Protes Dari Negara Tetangga

Desak Pemerintah Cepat Tangani Karhutla, Puan: Kita Pernah Dapat Nota Protes Dari Negara Tetangga

News | Jum'at, 21 Agustus 2026 | 18:35 WIB

Investor Asing Serok Saham Perbankan, BBRI Paling Banyak

Investor Asing Serok Saham Perbankan, BBRI Paling Banyak

Bisnis | Jum'at, 21 Agustus 2026 | 18:32 WIB

Berapa Lama Batas Maksimal Simpan Nasi di Rice Cooker? Awas Jangan Asal Hangatkan!

Berapa Lama Batas Maksimal Simpan Nasi di Rice Cooker? Awas Jangan Asal Hangatkan!

Lifestyle | Jum'at, 21 Agustus 2026 | 18:31 WIB

Drakor Our Beloved Summer: Kisah Mantan Kekasih yang Bikin Gagal Move On

Drakor Our Beloved Summer: Kisah Mantan Kekasih yang Bikin Gagal Move On

Your Say | Jum'at, 21 Agustus 2026 | 18:30 WIB

Restrukturisai WIKA, Dony Oskaria Peringatkan Direksi: Jangan Akal-akalan!

Restrukturisai WIKA, Dony Oskaria Peringatkan Direksi: Jangan Akal-akalan!

Bisnis | Jum'at, 21 Agustus 2026 | 18:28 WIB

Detik-detik Gempa Susulan NTT saat Konpers Wamendikdasmen

Detik-detik Gempa Susulan NTT saat Konpers Wamendikdasmen

Video | Jum'at, 21 Agustus 2026 | 18:25 WIB

Tawuran Warga di Manggarai Pecah, 14 Perjalanan Commuter Line Bogor-Jakarta Tertahan

Tawuran Warga di Manggarai Pecah, 14 Perjalanan Commuter Line Bogor-Jakarta Tertahan

News | Jum'at, 21 Agustus 2026 | 18:24 WIB

Intip Rahasia Skin Booster DNA Salmon yang Ampuh Pudarkan Flek Hitam, Kulit Glowing Tanpa Iritasi

Intip Rahasia Skin Booster DNA Salmon yang Ampuh Pudarkan Flek Hitam, Kulit Glowing Tanpa Iritasi

Lifestyle | Jum'at, 21 Agustus 2026 | 18:13 WIB

Laba BSI Tumbuh 11,8 Persen

Laba BSI Tumbuh 11,8 Persen

Bisnis | Jum'at, 21 Agustus 2026 | 18:07 WIB

×