Market Data
Emas
Indeks Saham
Kurs Rupiah
Jual Rp2.551.000
Beli Rp2.425.000
IHSG 6.501,585
LQ45 638,736
Srikehati 310,420
JII 390,270
USD/IDR 17.774

Ekonomi Syariah Belum Dilirik Pemerintah, Industri Usul Transaksi Zakat-Haji lewat Bank Syariah

Dicky Prastya

Jum'at, 21 Agustus 2026 | 17:49 WIB
Ekonomi Syariah Belum Dilirik Pemerintah, Industri Usul Transaksi Zakat-Haji lewat Bank Syariah
Ilustrasi zakat fitrah (Freepik)
baca 10 detik
  • Ketimpangan perbankan syariah terjadi karena literasi naik menjadi 43 persen tetapi inklusi stagnan di 13 persen.
  • Sertifikasi halal sebanyak 5,7 juta produk belum mendongkrak rekening baru karena belum diwajibkan bertransaksi syariah.
  • Potensi besar zakat dan jemaah haji belum terintegrasi optimal serta terkendala aturan perpajakan yang belum fleksibel.

Suara.com - Industri perbankan syariah di Indonesia dinilai masih mengalami ketimpangan. Meski tingkat literasi keuangan syariah menunjukkan kenaikan dari 40 persen menjadi 43 persen, angka inklusinya justru stagnan di kisaran 13 persen.

Kondisi ini dinilai terjadi karena ekosistem ekonomi syariah nasional masih minim dorongan kebijakan (top-down) dari pemerintah.

Anggota Tim Komite Sosial Asosiasi Bank Syariah Indonesia (Asbisindo) sekaligus Direktur Utama PT Bank Muamalat Indonesia Tbk, Imam Teguh Saptono mencontohkan seperti belum terhubungnya sertifikasi halal dengan kewajiban bertransaksi di perbankan syariah.

Ia mengungkapkan bahwa penerbitan sertifikat halal oleh Badan Penyelenggara Jaminan Produk Halal (BPJPH) yang telah mencapai 5,7 juta produk belum mampu mendongkrak jumlah rekening baru di bank syariah.

"Sertifikasi halal saat ini itu tidak diikuti oleh wajibnya bertransaksi atau membuka rekening syariah. Jadi semua produk syariah itu bisa, semua produk bisa saja halal. Tapi tidak men-drive lahirnya rekening baru," ujar Imam.

Anggota Tim Komite Sosial Asosiasi Bank Syariah Indonesia (Asbisindo) sekaligus Direktur Utama PT Bank Muamalat Indonesia Tbk, Imam Teguh Saptono dalam diskusi publik yang digelar di Jakarta, Kamis (21/8/2026). [Suara.com/Dicky Prastya]
Anggota Tim Komite Sosial Asosiasi Bank Syariah Indonesia (Asbisindo) sekaligus Direktur Utama PT Bank Muamalat Indonesia Tbk, Imam Teguh Saptono dalam diskusi publik yang digelar di Jakarta, Kamis (21/8/2026). [Suara.com/Dicky Prastya]

Padahal menurutnya, skema transaksi ekonomi syariah harus dipandang secara utuh dari proses pengolahan hingga transaksi perbankannya.

"Padahal fakwa ulama jelas yang namanya halal itu ya zatnya mendapatkan, cara mendapatkannya dari pengolah. Jadi kalau ditanya, seandainya kata sertifikasi halal itu dilekatkan pembukaan rekening syariah, maka teman-teman bisa lihat di situ, menurut BPJPH jumlah persetifikasi halal ini sudah mencapai 5,7 juta," papar dia.

Potensi Zakat dan Jemaah Haji

Selain sertifikasi halal, arus dana sosial keagamaan seperti zakat dan ibadah haji juga belum terintegrasi secara optimal ke dalam sistem perbankan syariah nasional.

baca juga

Data lembaga riset Ideas mencatat jumlah pembayar zakat fitrah di Indonesia berada di rentang 190,5 juta hingga 214 juta jiwa. Sementara itu, antrean jemaah haji mencapai 5,7 juta orang dengan pendaftar baru minimal 500 ribu orang per tahun, serta jemaah umrah sebanyak 1 hingga 1,5 juta orang per tahun.

"Pertanyaannya adalah kenapa ini tidak ter-reflect ke dalam ekonomi syariah karena tidak menjadi gerakan umat," tutur Imam.

Ia kemudian menyinggung sejarah pembentukan Bank Muamalat pada periode 1992–1995 yang digerakkan secara masif oleh pemerintah, MUI, dan organisasi masyarakat melalui pengerahan jemaah haji.

"Nah ini sekedar intermezzo aja teman-teman semua. Gerakan umat ini kadang-kadang tidak atau tidak bisa hanya mengandalkan tadi gerakan bottom-up, top-down. Saya ambil contoh dari tahun 1992 sampai 1995. Ya, tiga tahun. MUI, ICMI, restu Presiden, dan seterusnya," jelasnya.

Pada masa itu, jemaah haji diajak menyisihkan dana Rp10.000 untuk saham perbankan syariah hingga berhasil mendirikan bank yang kini asetnya menembus puluhan triliun rupiah.

"Gerakan itu rutin saja, mungkin tidak hanya bank, rumah sakit, dan sebagainya," tambah Imam.

Di sisi lain, perkembangan produk investasi syariah juga tertahan akibat belum adanya penyesuaian aturan perpajakan yang fleksibel. Produk inovasi seperti Syariah Restricted Investment Account (SRIA) maupun blended fund menjadi kurang menarik bagi investor.

"Produk dan dana dan kebiayaan syariah umumnya berbasiskan bagi hasil yang identik dengan instrumen pasar dana atau saham. Tapi saat ini mengalami disinsentif karena skema pajaknya yang sama dengan produk konvensional. Jadi ngapain saya bertransaksi sesuatu yang sifatnya tidak tentu bagi hasil, sementara pajaknya sama-sama dengan produk yang terjamin," pungkasnya.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

KPK Tegaskan Kantongi Bukti Kerugian Negara Rp622 Miliar dalam Kasus Kuota Haji

KPK Tegaskan Kantongi Bukti Kerugian Negara Rp622 Miliar dalam Kasus Kuota Haji

Video | Jum'at, 21 Agustus 2026 | 15:57 WIB

Iran Sindir Utang AS Bengkak saat Donald Trump Ancam Sanksi Ekonomi ke Teheran: Pengalihan Isu!

Iran Sindir Utang AS Bengkak saat Donald Trump Ancam Sanksi Ekonomi ke Teheran: Pengalihan Isu!

News | Jum'at, 21 Agustus 2026 | 10:49 WIB

Kemasan Rokok Polos Mau Diterapkan, Pengusaha Minta Dampak Ekonomi Dihitung

Kemasan Rokok Polos Mau Diterapkan, Pengusaha Minta Dampak Ekonomi Dihitung

Bisnis | Jum'at, 21 Agustus 2026 | 09:35 WIB

Riset CORE Ungkap Trik Pemerintah Sembunyikan Utang, Dari Whoosh hingga Burden Sharing BI

Riset CORE Ungkap Trik Pemerintah Sembunyikan Utang, Dari Whoosh hingga Burden Sharing BI

Bisnis | Kamis, 20 Agustus 2026 | 18:55 WIB

Bukan Pertumbuhan Ekonomi, Riset CORE Bongkar RAPBN 2027 Justru Bikin Anggaran Makin Ketat

Bukan Pertumbuhan Ekonomi, Riset CORE Bongkar RAPBN 2027 Justru Bikin Anggaran Makin Ketat

Bisnis | Kamis, 20 Agustus 2026 | 18:32 WIB

Pakar: Desil DTSEN Tak Bisa Jadi Vonis Tunggal Penerima Subsidi

Pakar: Desil DTSEN Tak Bisa Jadi Vonis Tunggal Penerima Subsidi

News | Kamis, 20 Agustus 2026 | 15:31 WIB

Terkini

Danantara Pastikan PT PP Akan Dimerger

Danantara Pastikan PT PP Akan Dimerger

Bisnis | Jum'at, 21 Agustus 2026 | 17:52 WIB

Atasi Fluktuasi Harga Emas, Pegadaian Hadirkan Solusi Cicil Tabungan Emas

Atasi Fluktuasi Harga Emas, Pegadaian Hadirkan Solusi Cicil Tabungan Emas

Bisnis | Jum'at, 21 Agustus 2026 | 17:51 WIB

Segera Daftar! Ini Syarat dan Tips Lolos Seleksi Beasiswa Unggulan 2026

Segera Daftar! Ini Syarat dan Tips Lolos Seleksi Beasiswa Unggulan 2026

Your Say | Jum'at, 21 Agustus 2026 | 17:50 WIB

Ekonomi Syariah Belum Dilirik Pemerintah, Industri Usul Transaksi Zakat-Haji lewat Bank Syariah

Ekonomi Syariah Belum Dilirik Pemerintah, Industri Usul Transaksi Zakat-Haji lewat Bank Syariah

Bisnis | Jum'at, 21 Agustus 2026 | 17:49 WIB

Sidang Richard Lee Kembali Ditunda, Jaksa Ungkap Saksi Kunci Menghilang dan Dikabarkan Meninggal

Sidang Richard Lee Kembali Ditunda, Jaksa Ungkap Saksi Kunci Menghilang dan Dikabarkan Meninggal

Entertainment | Jum'at, 21 Agustus 2026 | 17:48 WIB

Prajurit TNI AL Dikeroyok di Matraman Gara-gara Senggolan, Dipukul Helm hingga Ditendangi

Prajurit TNI AL Dikeroyok di Matraman Gara-gara Senggolan, Dipukul Helm hingga Ditendangi

News | Jum'at, 21 Agustus 2026 | 17:47 WIB

WN India Ditangkap Polda Sumbar, Jual Emas dari Tambang Emas Ilegal ke Malaysia

WN India Ditangkap Polda Sumbar, Jual Emas dari Tambang Emas Ilegal ke Malaysia

Sumbar | Jum'at, 21 Agustus 2026 | 17:47 WIB

Asap Karhutla Kepung Bandara Nabire, Dua Penerbangan Gagal Terbang

Asap Karhutla Kepung Bandara Nabire, Dua Penerbangan Gagal Terbang

Sulsel | Jum'at, 21 Agustus 2026 | 17:39 WIB

Ahli UMJ Sebut Penggeledahan Rumah Febrie di Sentul Tetap Sah, Wilayah Hukum Bukan Penghalang

Ahli UMJ Sebut Penggeledahan Rumah Febrie di Sentul Tetap Sah, Wilayah Hukum Bukan Penghalang

News | Jum'at, 21 Agustus 2026 | 17:31 WIB

Aging Population dan Gen Z yang Terjepit Generasi Sandwich

Aging Population dan Gen Z yang Terjepit Generasi Sandwich

Your Say | Jum'at, 21 Agustus 2026 | 17:30 WIB

×