Produksi Bawang Putih RI Cuma 40 Ribu Ton, Kebutuhan Tembus 600 Ribu Ton

Achmad Fauzi

Jum'at, 21 Agustus 2026 | 18:48 WIB
Produksi Bawang Putih RI Cuma 40 Ribu Ton, Kebutuhan Tembus 600 Ribu Ton
Pedagang menata tumpukan karung bawang putih impor di pasar Induk, Kramat Jati, Jakarta, Senin (9/3).
baca 10 detik
  • Kementerian Pertanian mencatat produksi bawang putih nasional baru mencapai 40.000 ton dari kebutuhan 600.000 ton per tahun.
  • PTPN Group menyiapkan pengembangan kawasan budidaya bawang putih seluas 10.000 hektare di Jawa Barat pada 2026.
  • Program ini ditargetkan mencapai 24.000 hektare hingga 2029 guna memperkuat ketahanan pangan dan kesejahteraan petani.

Suara.com - Produksi bawang putih dalam negeri masih jauh di bawah kebutuhan nasional. Kementerian Pertanian mencatat produksi bawang putih Indonesia berada di kisaran 39.000-40.000 ton per tahun, sementara kebutuhan nasional mencapai sekitar 600.000 ton per tahun.

Kesenjangan tersebut membuat peningkatan produksi bawang putih dalam negeri menjadi salah satu pekerjaan penting untuk mengurangi ketergantungan terhadap impor sekaligus memperkuat ketahanan pangan nasional.

Untuk mengejar target tersebut, PTPN Group menyiapkan pengembangan kawasan budidaya bawang putih seluas 10.000 hektare di Jawa Barat pada 2026. Program ini melibatkan mitra strategis, kelompok tani, dan masyarakat.

Secara keseluruhan, PTPN Group menargetkan pengembangan bawang putih mencapai 24.000 hektare selama periode 2026-2029.

Pedagang merapikan bawang putih dagangannya di Pasar Raya Medan Mega Trade Center (MMTC), Deli Serdang, Minggu (19/5/2024). [Antara]
Pedagang merapikan bawang putih dagangannya di Pasar Raya Medan Mega Trade Center (MMTC), Deli Serdang. [Antara]

Direktur Utama PTPN III (Persero), Denaldy Mulino Mauna, mengatakan pengembangan bawang putih tidak hanya ditujukan untuk mengejar swasembada. PTPN ingin membangun industri bawang putih nasional yang berkelanjutan sekaligus memberikan manfaat ekonomi bagi petani.

"Target kita bukan sekadar mengejar swasembada. Yang ingin kita bangun adalah industri bawang putih nasional yang sehat, berkelanjutan, dan pada akhirnya mampu meningkatkan kesejahteraan petani Indonesia. Dengan kesenjangan produksi dan kebutuhan yang masih sangat besar, kita perlu membangun ekosistemnya secara serius dan terukur," ujar Denaldy di Jakarta, Jumat (21/8/2026).

Menurut Denaldy, pengembangan tahap awal akan difokuskan pada percepatan penyediaan benih bawang putih berkualitas. Setelah ketersediaan benih semakin kuat, pengembangan berikutnya akan diarahkan untuk memenuhi kebutuhan bawang putih konsumsi nasional.

PTPN Group juga menyiapkan pola kemitraan untuk mengatasi kebutuhan lahan. Lahan yang telah siap akan segera dikerjakan, sedangkan areal yang masih dikelola masyarakat akan didorong melalui pola kemitraan.

"Kalau persoalannya lahan yang sesuai, kami bersama pemerintah akan membantu mencarikan. Areal yang sudah siap akan segera kita kerjakan, sementara areal yang masih dikelola masyarakat akan kita dorong melalui pola kemitraan. Masyarakat harus menjadi bagian dari ekosistem dan ikut menikmati manfaat ekonominya," lanjut Denaldy.

baca juga

Sebagai langkah awal, PTPN Group telah menandatangani Nota Kesepahaman (MoU) dengan 14 mitra strategis di Bandung, Jawa Barat.

Ke-14 mitra tersebut menyatakan komitmen pengembangan bawang putih dengan total luasan sekitar 6.500 hektare.

Kawasan pengembangan bawang putih di Jawa Barat akan tersebar di sejumlah kabupaten dengan melibatkan mitra usaha, masyarakat, kelompok tani, serta Gabungan Kelompok Tani (Gapoktan).

PTPN Group menargetkan produktivitas bawang putih meningkat secara bertahap, dari sekitar 10,8 ton kering per hektare pada tahun awal menjadi 12,1 ton kering per hektare pada tahun keempat.

Sementara itu, hingga pertengahan Agustus 2026, proses identifikasi dan ground checking areal telah mencapai 100 persen. Tahapan persiapan benih, pembukaan lahan, dan perizinan juga terus dipercepat.

PTPN Group juga mendorong pembangunan ekosistem bawang putih secara terintegrasi, mulai dari perbenihan, produksi, teknologi budidaya, pengolahan hingga pemasaran. Program tersebut melibatkan pemerintah pusat dan daerah, petani, akademisi, BUMN, serta pelaku usaha.

Melalui pengembangan lahan dan penguatan ekosistem tersebut, PTPN Group menargetkan pengembangan bawang putih mencapai 24.000 hektare pada 2026-2029. Program ini diharapkan meningkatkan produksi bawang putih nasional sekaligus memperkuat rantai pasok dan kesejahteraan petani.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kalkulator Kecocokan Jodoh Online Menurut Primbon Jawa, Bantu Cek Keserasian Pasangan
Ikuti Kuisnya ➔
Gryffindor atau Slytherin? Cek Kepribadianmu di Kuis Asrama Hogwarts
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Dirut Bulog Ahmad Rizal Ramdhani Raih Gelar Doktor dari Universitas Indonesia

Dirut Bulog Ahmad Rizal Ramdhani Raih Gelar Doktor dari Universitas Indonesia

Bisnis | Jum'at, 21 Agustus 2026 | 17:27 WIB

Harga Cabai Rawit Merah Meroket, Tembus Rp69.200 per Kg

Harga Cabai Rawit Merah Meroket, Tembus Rp69.200 per Kg

Bisnis | Jum'at, 21 Agustus 2026 | 09:58 WIB

Dampak Perang AS-Iran, Pemerintah Didesak Tak Terus Bergantung Impor Pangan dan Energi

Dampak Perang AS-Iran, Pemerintah Didesak Tak Terus Bergantung Impor Pangan dan Energi

Bisnis | Jum'at, 21 Agustus 2026 | 09:56 WIB

Terkini

Babak Baru Korupsi Iklan Bank BJB, KPK Jadwalkan Pemeriksaan Tiga Pejabat Saksi Kunci

Babak Baru Korupsi Iklan Bank BJB, KPK Jadwalkan Pemeriksaan Tiga Pejabat Saksi Kunci

Jabar | Rabu, 07 Oktober 2026 | 15:00 WIB

Lagu 'Haters' Kotak Mengajarkan Cara Terbaik Menikmati Hidup Tanpa Beban

Lagu 'Haters' Kotak Mengajarkan Cara Terbaik Menikmati Hidup Tanpa Beban

Your Say | Rabu, 07 Oktober 2026 | 15:00 WIB

Update RUU Perampasan Aset, Komjak: Illicit Enrichment dari PBB Itu Bersifat Imbauan

Update RUU Perampasan Aset, Komjak: Illicit Enrichment dari PBB Itu Bersifat Imbauan

News | Rabu, 07 Oktober 2026 | 14:59 WIB

Tangan Sering Kesemutan Saat Tidur, Kenali Perbedaan CTS dan Saraf Terjepit di Leher

Tangan Sering Kesemutan Saat Tidur, Kenali Perbedaan CTS dan Saraf Terjepit di Leher

Health | Rabu, 07 Oktober 2026 | 14:56 WIB

Deteksi Dini Malnutrisi pada Anak Tak Harus Rumit, Bisa Dilakukan dalam Hitungan Detik

Deteksi Dini Malnutrisi pada Anak Tak Harus Rumit, Bisa Dilakukan dalam Hitungan Detik

Health | Rabu, 07 Oktober 2026 | 14:54 WIB

KPK Periksa Menteri Nusron Wahid Hari Ini

KPK Periksa Menteri Nusron Wahid Hari Ini

Bogor | Rabu, 07 Oktober 2026 | 14:54 WIB

18 Konsesi Perusahaan Terdeteksi 10.411 Hotspot, Sejauh Mana Tindakan Pemerintah?

18 Konsesi Perusahaan Terdeteksi 10.411 Hotspot, Sejauh Mana Tindakan Pemerintah?

Sumsel | Rabu, 07 Oktober 2026 | 14:53 WIB

5 Sisir Anti Rontok Terbaik untuk Mengatasi Rambut Kusut dan Patah Sesuai Review Pembeli

5 Sisir Anti Rontok Terbaik untuk Mengatasi Rambut Kusut dan Patah Sesuai Review Pembeli

Lifestyle | Rabu, 07 Oktober 2026 | 14:53 WIB

Kisah Pip, Burung Kecil yang Mengajarkan Arti Kepedulian

Kisah Pip, Burung Kecil yang Mengajarkan Arti Kepedulian

Your Say | Rabu, 07 Oktober 2026 | 14:50 WIB

Luhut Dorong Ekonomi Berbasis Pengetahuan, AI hingga Energi Jadi Fokus

Luhut Dorong Ekonomi Berbasis Pengetahuan, AI hingga Energi Jadi Fokus

Bisnis | Rabu, 07 Oktober 2026 | 14:49 WIB

×