Dampak Perang AS-Iran, Pemerintah Didesak Tak Terus Bergantung Impor Pangan dan Energi

Dicky Prastya

Jum'at, 21 Agustus 2026 | 09:56 WIB
Dampak Perang AS-Iran, Pemerintah Didesak Tak Terus Bergantung Impor Pangan dan Energi
Ilustrasi impor beras. Sejumlah pekerja melakukan bongkar muat beras impor di Pelabuhan Tanjung Priok, Jakarta Utara, Kamis (12/10/2023). [ANTARA FOTO/Fakhri Hermansyah/Spt]
baca 10 detik
  • Johan Rosihan mendesak pemerintah menjelaskan transparansi rencana impor 1.000 ton beras khusus asal Amerika Serikat di Jakarta pada Kamis (20/8/2026).
  • Konflik Amerika Serikat dan Iran berpotensi memicu kenaikan harga energi, biaya logistik, serta inflasi pangan impor di dalam negeri.
  • Pemerintah didesak mempercepat peningkatan produksi pangan nasional dan menyiapkan mitigasi untuk melindungi petani serta masyarakat berpendapatan rendah.

Suara.com - Anggota Komisi IV DPR RI Fraksi PKS, Johan Rosihan meminta Pemerintah menjelaskan secara transparan rencana impor 1.000 ton beras khusus dari Amerika Serikat. Meskipun volumenya relatif kecil, kebijakan tersebut tidak boleh menjadi pintu masuk bagi perluasan impor beras di tengah klaim meningkatnya produksi dan kuatnya stok nasional.

“Persoalannya bukan hanya besar atau kecil volumenya. Pemerintah harus terbuka mengenai jenis beras yang diimpor, siapa penggunanya, apa dasar kebutuhannya, dan bagaimana mekanisme distribusinya,” kata Johan di Jakarta, Kamis (20/8/2026).

Legislator asal Nusa Tenggara Barat ini mengatakan kebijakan pangan tidak boleh sekadar dijadikan instrumen kompromi perdagangan dengan negara lain. Menurutnya, Pemerintah harus memastikan setiap keputusan impor tidak bertentangan dengan agenda swasembada dan keberpihakan kepada petani dalam negeri.

“Jangan sampai alasan beras khusus kemudian menjadi pintu masuk impor yang lebih besar. Jika produksi dan stok nasional benar-benar mencukupi, Pemerintah harus mengutamakan hasil petani Indonesia,” ujarnya.

Johan juga mengingatkan bahwa agresi militer Amerika Serikat terhadap Iran berpotensi memberikan tekanan baru terhadap harga energi dan pangan dunia. Gangguan keamanan di kawasan Timur Tengah, khususnya di Selat Hormuz, dapat memengaruhi pasokan minyak global dan meningkatkan biaya logistik internasional.

Menurutnya, dampak konflik tersebut terhadap harga beras dari Amerika Serikat mungkin tidak terjadi secara langsung karena jalur pengirimannya tidak melewati Selat Hormuz. Namun, kenaikan harga minyak dunia tetap dapat meningkatkan biaya bahan bakar, pengangkutan, premi asuransi kapal, pupuk, serta biaya produksi dan distribusi pangan.

Anggota Komisi IV DPR RI Johan Rosihan. (Dok : DPR)
Anggota Komisi IV DPR RI Johan Rosihan. (Dok : DPR)

“Dampaknya akan bergerak seperti efek domino. Ketika harga minyak dan ongkos logistik naik, harga pangan impor ikut tertekan. Jika pada saat yang sama rupiah melemah terhadap dolar AS, beban impor Indonesia akan semakin mahal,” jelasnya.

Selain beras, Johan meminta pemerintah mewaspadai kenaikan harga komoditas pangan impor lain seperti gandum, kedelai, gula, daging, serta bahan baku pakan ternak. Kenaikan harga komoditas tersebut berpotensi diteruskan kepada konsumen dan memperbesar inflasi pangan di dalam negeri.

Ia menilai konflik AS–Iran juga dapat memberikan tekanan berat terhadap kebijakan BBM nasional. Sebagai negara yang masih mengimpor minyak dan produk BBM, Indonesia rentan terhadap lonjakan harga minyak dunia dan peningkatan kebutuhan subsidi energi.

baca juga

“Pemerintah harus menjamin keamanan stok dan tidak mengambil keputusan kenaikan harga BBM bersubsidi secara mendadak. Namun, pemerintah juga harus jujur bahwa apabila harga minyak dunia bertahan tinggi, tekanan terhadap APBN, subsidi energi, transportasi, listrik, dan harga pangan akan semakin besar,” katanya.

Karena itu, Johan mendesak pemerintah menyiapkan skenario mitigasi yang terukur, mulai dari pengamanan stok BBM, penguatan cadangan pangan, stabilisasi nilai tukar, pengendalian ongkos distribusi hingga perlindungan bagi petani, nelayan, pelaku UMKM, dan masyarakat berpendapatan rendah.

“Konflik ini harus menjadi peringatan bahwa ketergantungan terhadap pangan dan energi impor merupakan kerentanan strategis. Ketahanan pangan dan energi bukan sekadar persoalan ekonomi, melainkan bagian dari pertahanan negara,” tegasnya.

Johan menambahkan, pemerintah harus mempercepat peningkatan produksi pangan nasional, memperkuat cadangan beras pemerintah, membangun industri pupuk dan pakan dalam negeri, serta mengembangkan sumber energi alternatif.

“Jangan sampai konflik yang terjadi jauh dari Indonesia justru membuat petani, nelayan, pelaku usaha kecil, dan masyarakat berpenghasilan rendah menanggung kenaikan harga. Negara harus hadir melindungi rakyat sekaligus memperkuat kemandirian pangan dan energi nasional,” pungkas Johan.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kalkulator Kecocokan Jodoh Online Menurut Primbon Jawa, Bantu Cek Keserasian Pasangan
Ikuti Kuisnya ➔
Gryffindor atau Slytherin? Cek Kepribadianmu di Kuis Asrama Hogwarts
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Rupiah Terus Perkasa ke Level Rp17.714, Paling Kuat di Asia Tenggara

Rupiah Terus Perkasa ke Level Rp17.714, Paling Kuat di Asia Tenggara

Bisnis | Jum'at, 21 Agustus 2026 | 09:43 WIB

Ancaman Trump ke Iran Picu Lonjakan Harga Minyak Dunia

Ancaman Trump ke Iran Picu Lonjakan Harga Minyak Dunia

Bisnis | Jum'at, 21 Agustus 2026 | 07:05 WIB

Menteri Jerman Kunjungi Pabrik Bayer di Cimanggis, Soroti Energi Hijau

Menteri Jerman Kunjungi Pabrik Bayer di Cimanggis, Soroti Energi Hijau

Foto | Jum'at, 21 Agustus 2026 | 05:30 WIB

Purbaya: Pembatasan Subsidi BBM Hemat Anggaran 10 Persen

Purbaya: Pembatasan Subsidi BBM Hemat Anggaran 10 Persen

Video | Kamis, 20 Agustus 2026 | 22:30 WIB

Banggar Tagih Profil Utang Pemerintah, Purbaya Janji Serahkan Dalam 10 Hari

Banggar Tagih Profil Utang Pemerintah, Purbaya Janji Serahkan Dalam 10 Hari

News | Kamis, 20 Agustus 2026 | 21:21 WIB

Golkar Rombak Susunan AKD DPR, Bamsoet Kini Jadi Anggota Biasa Komisi II

Golkar Rombak Susunan AKD DPR, Bamsoet Kini Jadi Anggota Biasa Komisi II

News | Kamis, 20 Agustus 2026 | 21:11 WIB

Terkini

Langkah Kecil untuk Tumbuh Sehat, Kilang Plaju Dukung Gizi Anak Sungai Rebo

Langkah Kecil untuk Tumbuh Sehat, Kilang Plaju Dukung Gizi Anak Sungai Rebo

Sumsel | Senin, 05 Oktober 2026 | 22:01 WIB

Free Kick Dean James Robek Gawang Thailand, Iklas Sanron Samakan Kedudukan

Free Kick Dean James Robek Gawang Thailand, Iklas Sanron Samakan Kedudukan

Bola | Senin, 05 Oktober 2026 | 21:49 WIB

Masih Ingat Sepatu Bata? Begini Perjalanan Brand Ini Selama 95 Tahun di Indonesia

Masih Ingat Sepatu Bata? Begini Perjalanan Brand Ini Selama 95 Tahun di Indonesia

Lifestyle | Senin, 05 Oktober 2026 | 21:24 WIB

Lebih dari Sekadar Visual: Intip Keseruan CHROMA di The Lounge by CASA pada Art Jakarta 2026

Lebih dari Sekadar Visual: Intip Keseruan CHROMA di The Lounge by CASA pada Art Jakarta 2026

Lifestyle | Senin, 05 Oktober 2026 | 21:23 WIB

Merasa Namanya Hancur, Fuad Hasan Klaim Tak Pernah Beri Nusron Wahid Uang Ratusan Miliar

Merasa Namanya Hancur, Fuad Hasan Klaim Tak Pernah Beri Nusron Wahid Uang Ratusan Miliar

News | Senin, 05 Oktober 2026 | 21:16 WIB

Soroti Proyek MBG hingga Militerisasi Sipil, Forum Cik Ditiro Desak Revisi Ulang UU TNI

Soroti Proyek MBG hingga Militerisasi Sipil, Forum Cik Ditiro Desak Revisi Ulang UU TNI

News | Senin, 05 Oktober 2026 | 21:11 WIB

Panja Komisi IX Rampungkan RUU Pelindungan Ketenagakerjaan, Draf Akhir 23 Bab 313 Pasal

Panja Komisi IX Rampungkan RUU Pelindungan Ketenagakerjaan, Draf Akhir 23 Bab 313 Pasal

News | Senin, 05 Oktober 2026 | 21:08 WIB

Biar Mata Panda Nggak Bikin Makeup Abu-Abu, Catat Trik Pakai Corrector Orange Ini

Biar Mata Panda Nggak Bikin Makeup Abu-Abu, Catat Trik Pakai Corrector Orange Ini

Lifestyle | Senin, 05 Oktober 2026 | 21:08 WIB

Harga Bahan Makanan Naik Drastis, Emak-emak di Siak: Benar-benar Harus Ngirit

Harga Bahan Makanan Naik Drastis, Emak-emak di Siak: Benar-benar Harus Ngirit

Riau | Senin, 05 Oktober 2026 | 20:58 WIB

Aktivis BEM UI Diserang Orang Tak Dikenal, Amnesty Singgung Kapolri Baru

Aktivis BEM UI Diserang Orang Tak Dikenal, Amnesty Singgung Kapolri Baru

News | Senin, 05 Oktober 2026 | 20:53 WIB

×