- Pengusaha Haji Isam membangun jaringan bisnis pertambangan batu bara melalui PT Jhonlin Baratama sejak awal perjalanannya.
- Haji Isam memperluas jaringan bisnisnya ke sektor transportasi udara, maritim, dan agribisnis perkebunan kelapa sawit.
- PT Jhonlin Agro Raya dan PT Prima Alam Gemilang mengembangkan industri hilir biodiesel serta pabrik gula.
Suara.com - Nama Haji Isam dikenal luas sebagai pengusaha yang membangun bisnis di berbagai sektor, terutama melalui jaringan usaha yang berkembang dari industri pertambangan batu bara.
Perjalanan bisnis tersebut tidak berhenti pada sektor tambang, tetapi meluas ke bidang transportasi udara, perkapalan, perkebunan, biodiesel, hingga industri gula.
Perluasan lini usaha menunjukkan strategi diversifikasi yang membuat kelompok bisnis Haji Isam memiliki kegiatan ekonomi
Bisnis Haji Isam bermula dari sektor pertambangan batu bara yang kemudian berkembang melalui sejumlah perusahaan dengan bidang usaha berbeda.
Berikut beberapa perusahaan yang dikenal berada dalam jaringan bisnisnya.
1. PT Jhonlin Baratama
PT Jhonlin Baratama menjadi salah satu perusahaan awal yang dibangun Haji Isam dan memiliki keterkaitan erat dengan perjalanan bisnisnya di industri pertambangan.
Pada awal berdiri, perusahaan tersebut berbentuk persekutuan komanditer atau CV dan menjalankan pekerjaan sebagai kontraktor pelaksana bagi PT Arutmin Indonesia, perusahaan yang berada dalam kelompok usaha PT Bumi Resources Tbk.
Seiring perkembangan usaha, Jhonlin Baratama kemudian bergerak sebagai perusahaan pertambangan batu bara. Perusahaan ini disebut memiliki kemampuan produksi hingga sekitar 400.000 ton batu bara per bulan dengan nilai omzet yang mencapai puluhan miliar rupiah setiap bulan.
2. Jhonlin Air Transport
Ekspansi bisnis Haji Isam juga merambah sektor penerbangan melalui Jhonlin Air Transport.
Perusahaan tersebut bergerak dalam jasa transportasi udara dan memiliki sejumlah armada untuk mendukung kegiatan operasionalnya.
Dalam perkembangannya, Haji Isam disebut membeli dua pesawat Fokker serta dua unit helikopter untuk mendukung bisnis penerbangan tersebut.
Kehadiran bisnis transportasi udara memperlihatkan bahwa aktivitas usaha Haji Isam tidak hanya berfokus pada pengelolaan sumber daya alam, tetapi juga mencakup penyediaan sarana transportasi.
3. Jhonlin Marine
Sektor maritim menjadi bidang usaha lain yang masuk dalam jaringan bisnis Haji Isam melalui Jhonlin Marine.
Perusahaan ini menjalankan kegiatan yang berkaitan dengan perkapalan dan mendukung kebutuhan transportasi komoditas, terutama batu bara. Jhonlin Marine disebut memiliki serta mengelola 16 armada tongkang batu bara.
Armada tersebut menjadi bagian penting dalam rantai distribusi komoditas karena tongkang banyak digunakan untuk membawa hasil tambang melalui jalur perairan.
4. Jhonlin Agromandiri
Bisnis Haji Isam kemudian berkembang ke sektor agribisnis melalui Jhonlin Agromandiri.
Perusahaan tersebut menjalankan kegiatan perkebunan kelapa sawit sekaligus mengembangkan pengolahan hasil perkebunan.
Aktivitasnya mencakup pengolahan minyak sawit mentah atau crude palm oil (CPO), produksi karet remah, serta pengolahan wood pellet.
Diversifikasi ini membuat kegiatan bisnis tidak hanya bertumpu pada produksi bahan mentah, tetapi juga mencakup proses pengolahan komoditas menjadi produk bernilai tambah.
5. PT Jhonlin Agro Raya Tbk
PT Jhonlin Agro Raya Tbk atau JARR merupakan perusahaan yang bergerak dalam industri biodiesel dan memiliki basis perkebunan kelapa sawit di Kalimantan Selatan.
Perusahaan tersebut memiliki area perkebunan sekitar 17.020 hektare yang tersebar di Kabupaten Kotabaru dan Tanah Bumbu. Pada 2019, JARR membangun fasilitas pengolahan biodiesel dengan kapasitas produksi mencapai 1.500 ton per hari.
Kehadiran fasilitas tersebut memperlihatkan pengembangan bisnis dari perkebunan menuju industri hilir yang mengolah bahan baku sawit menjadi energi terbarukan.
6. PT Prima Alam Gemilang
Bisnis Haji Isam juga mencakup industri gula melalui PT Prima Alam Gemilang yang mengoperasikan pabrik gula di Kabupaten Bombana, Sulawesi Tenggara.
Perusahaan tersebut merupakan anak usaha PT Jhonlin Batu Mandiri. Pembangunan fasilitas pengolahan gula dimulai pada 2016 dengan nilai investasi sekitar Rp5 triliun.
Pabrik tersebut memiliki kapasitas giling hingga 12.000 ton tebu per hari atau 12.000 ton cane per day (TCD). Skala produksi tersebut menempatkan industri gula sebagai salah satu bagian penting dari diversifikasi usaha di sektor agribisnis.