- PGN bidik 40 UMKM lewat Suadesa Festival 2026.
- CNG Gaslink diperkenalkan untuk UMKM dan bisnis Horeka.
- Festival ditargetkan menarik 1.200 pengunjung per hari.
Suara.com - PT Perusahaan Gas Negara Tbk (PGN), Subholding Gas Pertamina, tak sekadar menggelar festival rakyat. Melalui Suadesa Festival 2026, PGN mencoba menggabungkan pemberdayaan masyarakat, pengembangan UMKM, hingga peluang bisnis energi di tingkat desa.
Mengusung tema “Semangat Kemerdekaan untuk UMKM Desa yang Mandiri, Adil & Makmur”, Suadesa Festival 2026 digelar pada 22–23 Agustus 2026 di Kawasan Kuliner Tiyasan, Gandok Tambakan, Sinduharjo, Ngaglik, Sleman, Daerah Istimewa Yogyakarta.
Festival ini diarahkan untuk mendorong kemandirian masyarakat sekaligus memperkuat UMKM melalui pengembangan potensi kuliner, ekonomi kreatif, dan desa wisata.
Namun, ada agenda bisnis lain yang ikut dibawa PGN. Perusahaan memperkenalkan Compressed Natural Gas (CNG) Cylinder atau Gaslink sebagai salah satu alternatif energi bagi pelaku UMKM dan sektor komersial, terutama hotel, restoran, dan kafe (Horeka) yang belum terjangkau jaringan gas pipa.
Lurah Sinduharjo Sudarja mengatakan masyarakat Gandok Tambakan memiliki beragam potensi yang dapat dikembangkan, baik dari sisi ekonomi maupun kreativitas.
“Suadesa Festival 2026 memberi ruang bagi berbagai potensi yang dimiliki masyarakat untuk lebih dikenal dan bertemu dengan lebih banyak orang. Kami berharap kegiatan ini dapat meningkatkan keterlibatan warga sekaligus membuka peluang baru bagi pengembangan usaha dan kemandirian ekonomi masyarakat,” ujar Sudarja.
Suadesa Festival 2026 menghadirkan empat program utama, yakni Pasar UMKM Suadesa, Panggung Rakyat Suadesa, Workshop Suadesa, dan Suadesa Peduli.
Program tersebut dirancang untuk menggabungkan penguatan ekonomi, peningkatan kapasitas masyarakat, seni budaya, serta kepedulian terhadap lingkungan.
Sebanyak 40 pelaku UMKM dari warga setempat dan UMKM binaan PGN dilibatkan dalam festival. Selain itu, sekitar 75 pelaku seni dari masyarakat setempat dan komunitas juga akan ambil bagian.
Dari sisi hiburan, Panggung Suadesa menghadirkan Kirab Bregodho, Hadroh, Badui, hingga penampilan Smarai, Nona Sepatu Kaca, Kampayo, Jogja 90’s, The Rain, dan Jikustik.
Kehadiran berbagai pertunjukan tersebut diharapkan mampu menarik lebih banyak pengunjung, sekaligus meningkatkan eksposur produk UMKM dan potensi ekonomi masyarakat setempat.
Division Head Corporate Social Responsibility PT Perusahaan Gas Negara Tbk, Krisdyan Widagdo Adhi, mengatakan festival tersebut dirancang untuk menciptakan manfaat bersama antara pemberdayaan masyarakat dan pengembangan bisnis perusahaan.
“Suadesa Festival 2026 merupakan festival berbasis masyarakat yang mendorong kemandirian dan penguatan ekonomi masyarakat serta UMKM lokal melalui pengembangan potensi kuliner, ekonomi kreatif, dan desa wisata. Di saat yang sama, kegiatan ini juga menjadi sarana untuk memperkenalkan CNG sebagai alternatif energi yang praktis, ramah lingkungan, dan berkelanjutan,” ujar Krisdyan.
Menurutnya, Kawasan Kuliner Tiyasan memiliki potensi untuk dikembangkan menjadi kawasan ekonomi kuliner. Ekosistem UMKM dan usaha kuliner yang telah terbentuk dinilai dapat menjadi modal untuk memperkuat kawasan tersebut sebagai destinasi wisata kuliner dan pusat ekonomi kreatif berbasis potensi lokal.
Potensi tersebut sekaligus menjadi pintu masuk bagi PGN untuk memperkenalkan solusi energi kepada pelaku usaha.
Melalui Suadesa Festival, PGN memperkenalkan CNG Cylinder/Gaslink kepada UMKM dan sektor Horeka, khususnya pelaku usaha yang lokasinya belum terhubung dengan jaringan gas pipa.
“Dari sisi bisnis, kami melihat Suadesa Festival sebagai momentum untuk memperkenalkan solusi energi CNG kepada pelaku usaha yang memiliki kebutuhan energi, khususnya UMKM dan sektor Horeka,” kata Krisdyan.
PGN berharap kegiatan tersebut dapat meningkatkan kesadaran pelaku usaha terhadap CNG sekaligus membuka peluang penggunaan energi tersebut untuk mendukung kegiatan operasional bisnis.
Suadesa Festival 2026 ditargetkan mampu menarik sekitar 1.200 pengunjung setiap hari. Tidak hanya berasal dari Sleman dan Kota Yogyakarta, pengunjung juga diharapkan datang dari Bantul, Kulon Progo, Gunungkidul, hingga wilayah sekitar seperti Solo, Magelang, dan Muntilan.
Besarnya potensi kunjungan diharapkan memberikan efek berganda bagi perekonomian kawasan. Semakin banyak pengunjung, semakin besar pula peluang transaksi bagi pelaku UMKM dan usaha kuliner setempat.
Menariknya, kegiatan tersebut juga membawa misi sosial. Sebagian hasil penjualan UMKM dalam acara tersebut akan didonasikan untuk membantu korban bencana di Nusa Tenggara Timur (NTT).
“Selain untuk menggerakkan ekonomi lokal, hasil dari penjualan UMKM di acara ini sebagian juga akan didonasikan untuk korban bencana di NTT. Kami ingin Suadesa Festival tidak hanya menjadi ruang untuk merayakan potensi masyarakat, tetapi juga menghadirkan manfaat bagi mereka yang membutuhkan,” ujar Krisdyan.
PGN menilai integrasi antara pemberdayaan masyarakat dan pengembangan bisnis dapat menciptakan shared value. Dengan pendekatan tersebut, pertumbuhan UMKM dan ekonomi lokal dapat berjalan beriringan dengan pengembangan kawasan serta pemanfaatan energi yang lebih ramah lingkungan.
“Melalui kegiatan ini, kami ingin mendorong terciptanya shared value. Masyarakat semakin mandiri dan berdaya, aktivitas ekonomi lokal tumbuh, kawasan semakin berkembang, dan pada saat yang sama pemanfaatan energi yang lebih ramah lingkungan dapat semakin dikenal dan dimanfaatkan oleh pelaku usaha,” tutup Krisdyan.