- Indeks Harga Saham Gabungan dibuka menguat ke level 6.544 pada perdagangan Senin, 24 Agustus 2026.
- Penguatan IHSG didukung oleh aliran dana asing, penguatan rupiah, serta pertumbuhan kredit perbankan Juli 2026.
- BRI Danareksa Sekuritas memproyeksikan IHSG bergerak mixed to positive dengan potensi profit taking.
Suara.com - Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) bertahan di level 6.500 pada perdagangan, Senin, 24 Agustus 2026. IHSG dibuka menghijau ke level 6.544.
Mengutip data Stockbit hingga pukul 09.05 WIB, IHSG masih betah di zona hijau ke level 6.535 atau naik 0,14 persen.
Pada perdagangan waktu itu sebanyak 4,08 miliar lembar saham diperdagangkan dengan nila transaksi mencapai Rp1,23 triliun serta frekuensi sebesar 167.210 kali.
Di waktu itu, terdapat 314 saham menghijau, sedangkan, 232 saham merosot. Sisanya, 417 saham masih belum bergerak alias stagnan.
![Layar digital menampilkan pergerakan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) di Bursa Efek Indonesia (BEI), Jakarta, Rabu (9/7/2025). [Suara.com/Alfian Winanto]](https://media.suara.com/pictures/653x366/2025/07/09/23026-ihsg-indeks-harga-saham-gabungan-bursa-efek-ilustrasi-bursa-ilustrasi-ihsg.jpg)
Adapun, berikut beberpa saham yang Top Gainer dan Loser di waktu itu:
Top Gainer
- PICO
- PJHB
- FIRE
- MUTU
- TMPO
Top Loser
- FUJI
- SDMU
- INPP
- OMRE
- PNSE
Proyeksi IHSG
IHSG diproyeksikan bergerak mixed to positive pada perdagangan hari ini. Pelaku pasar masih mencermati sejumlah sentimen positif, mulai dari aliran dana asing hingga penguatan nilai tukar rupiah.
Berdasarkan riset BRI Danareksa Sekuritas, IHSG pada perdagangan sebelumnya ditutup menguat 0,37 persen ke level 6.525,69. Kinerja tersebut membuat IHSG membukukan kenaikan sebesar 3,55 persen dalam sepekan.
Penguatan IHSG turut ditopang oleh net inflow investor asing yang mencapai sekitar Rp2,23 triliun. Selain itu, rupiah juga menguat ke level Rp17.685 per dolar AS.
Sentimen positif lainnya datang dari pertumbuhan kredit perbankan yang mencapai 13 persen secara tahunan (year-on-year/YoY) pada Juli 2026.
Dari sisi kebijakan moneter, Bank Indonesia (BI) juga mempertahankan suku bunga acuan atau BI Rate di level 5,75 persen. Kondisi tersebut dinilai turut menjaga stabilitas pasar keuangan domestik.
Sementara itu, sentimen positif juga datang dari bursa saham Amerika Serikat. Pada perdagangan sebelumnya, tiga indeks utama Wall Street ditutup menguat.
Dow Jones Industrial Average naik 0,98 persen ke level 53.277,01. Kemudian S&P 500 menguat 0,43 persen ke 7.674,37, sedangkan Nasdaq Composite naik 0,43 persen menjadi 26.180,46.
Secara teknikal, IHSG telah berhasil menembus atau breakout level psikologis 6.500. Kondisi tersebut sekaligus mengonfirmasi terbentuknya struktur bullish dalam jangka pendek.
"IHSG diproyeksikan bergerak mixed to positive dengan support di 6.455–6.400 dan resistance di 6.568–6.600," tulis riset tersebut.
Selama mampu bertahan di atas level 6.500, IHSG dinilai masih memiliki peluang untuk melanjutkan penguatan menuju target atas atau upside target di kisaran 6.568–6.716.
Meski demikian, investor tetap perlu mewaspadai potensi aksi ambil untung atau profit taking. Pasalnya, IHSG telah mengalami kenaikan yang cukup signifikan dalam beberapa waktu terakhir.
Dari sisi sentimen, aliran dana asing yang masih masuk ke pasar domestik serta penguatan rupiah menjadi katalis positif bagi pergerakan IHSG.
Namun, investor juga perlu mencermati potensi outflow menjelang efektifnya rebalancing indeks MSCI pada 31 Agustus 2026.
Adapun untuk perdagangan hari ini, BRI Danareksa Sekuritas merekomendasikan sejumlah saham pilihan, yakni PT Sarana Menara Nusantara Tbk (TOWR), PT Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk (BBNI), dan PT Barito Pacific Tbk (BRPT).