Market Data
Emas
Indeks Saham
Kurs Rupiah
Jual Rp2.551.000
Beli Rp2.425.000
IHSG 6.496,891
LQ45 639,675
Srikehati 310,959
JII 394,346
USD/IDR 17.690

Bos Kripto Buka-Bukaan Soal Masa Depan Aset Digital di Indonesia

Mohammad Fadil Djailani

Rabu, 26 Agustus 2026 | 15:48 WIB
Bos Kripto Buka-Bukaan Soal Masa Depan Aset Digital di Indonesia
Ilustrasi uang kripto (Pixabay).
baca 10 detik
  • Investor kripto RI mencapai 22,69 juta per Juni 2026.
  • Transaksi aset kripto tembus Rp28,58 triliun pada Juni 2026.
  • ICEx dorong stablecoin, tokenisasi, dan RWA untuk pasar institusi.

Suara.com - Pasar aset digital Indonesia mulai memasuki babak baru. Bukan lagi sekadar mengejar pertumbuhan jumlah investor, tetapi mulai diarahkan untuk membangun infrastruktur yang mampu mengakomodasi kebutuhan investor institusi.

Hal tersebut menjadi salah satu pembahasan utama dalam Institutional Summit Powered by ICEx Group yang digelar pada 21 Agustus 2026 di Bali sebagai bagian dari Coinfest Asia 2026.

Forum yang digelar oleh ICEx Group, yang terdiri dari Indonesia Crypto Exchange (ICEx), Crypto Asset Clearing International (CACI), dan International Crypto Custodian (ICC), mempertemukan regulator, pelaku pasar, institusi keuangan, penyedia infrastruktur, hingga pemimpin teknologi.

"Indonesia memiliki peluang untuk menjadi salah satu pasar penting di Asia bagi generasi baru infrastruktur keuangan. Kami melihat pasar aset keuangan digital Indonesia yang semakin besar dan matang, sementara peluang berikutnya jauh lebih luas, mulai dari stablecoin dan tokenized funds hingga real-world assets," ujar Chief Executive Officer ICEx Group Kai Hamza Pang.

Menurutnya, tantangan terbesar bukan hanya menciptakan inovasi, melainkan membangun infrastruktur, keselarasan regulasi, serta kepercayaan institusi agar peluang tersebut dapat diwujudkan secara bertanggung jawab.

Dorongan terhadap infrastruktur institusional tersebut datang ketika pasar aset kripto Indonesia terus berkembang.

Otoritas Jasa Keuangan (OJK) mencatat jumlah investor kripto mencapai 22,69 juta orang pada Juni 2026. Pada periode yang sama, nilai transaksi aset kripto mencapai Rp28,58 triliun.

Pertumbuhan pasar domestik tersebut juga berlangsung ketika harga Bitcoin menguat secara global. Harga Bitcoin meningkat dari sekitar US$65.000 menjadi lebih dari US$80.000 dalam pekan yang sama.

Namun, besarnya jumlah investor dan nilai transaksi dinilai belum cukup untuk membawa aset digital masuk ke level institusional. Infrastruktur yang mendukung transaksi dengan standar institusi menjadi salah satu kebutuhan berikutnya.

baca juga

Institutional Summit turut menghadirkan sejumlah tokoh yang terlibat dalam pembentukan arah kebijakan ekonomi dan sektor keuangan Indonesia, di antaranya Ketua Komisi XI DPR RI Dr. Mukhamad Misbakhun, Wakil Ketua Komisi XI DPR RI Mohamad Hekal, Wakil Menteri Investasi dan Hilirisasi Todotua Pasaribu, serta Kepala Eksekutif Pengawas Inovasi Teknologi Sektor Keuangan, Aset Keuangan Digital, dan Aset Kripto OJK Adi Budiarso.

Executive Director Dewan Ekonomi Nasional Pantro Pander Silitonga juga memberikan keynote mengenai agenda Indonesia dalam membangun pusat keuangan internasional dan peluangnya terhadap ekosistem keuangan nasional.

Salah satu pembahasan yang menarik perhatian adalah tokenisasi aset. Rizky Indraprasto, Finance and Risk Management Director ICEx Group, yang memoderatori sesi "Tokenization in Asia: Which Assets Will Actually Scale?", mengatakan keberhasilan tokenisasi tidak bisa hanya diukur dari kemampuan sebuah aset untuk ditempatkan di jaringan blockchain.

"Pertanyaan terpenting mengenai tokenisasi bukan lagi apakah aset dapat ditempatkan secara on-chain, tetapi apakah aset tersebut dapat mencapai adopsi institusional yang nyata," ujar Rizky.

Menurut dia, pengembangan tokenisasi harus mempertimbangkan faktor di luar teknologi, termasuk likuiditas, penyelesaian transaksi, regulasi, distribusi, serta kebutuhan institusi yang akan menggunakan produk tersebut.

Pandangan serupa disampaikan Managing Director BitGo Abel Seow. Menurutnya, adopsi institusional membutuhkan infrastruktur yang dapat dipercaya oleh institusi.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Bitcoin cs Anjlok,  Indeks CFX10 Loyo Hari ini

Bitcoin cs Anjlok, Indeks CFX10 Loyo Hari ini

Bisnis | Rabu, 26 Agustus 2026 | 09:39 WIB

Indeks CFX10 Melambung Tinggi ke Level 917,67, Ethreum Lagi Naik Daun

Indeks CFX10 Melambung Tinggi ke Level 917,67, Ethreum Lagi Naik Daun

Bisnis | Senin, 24 Agustus 2026 | 13:47 WIB

Hadir di Coinfest Asia 2026, COIN Tegaskan Komitmen Bangun Ekosistem Aset Digital Tepercaya

Hadir di Coinfest Asia 2026, COIN Tegaskan Komitmen Bangun Ekosistem Aset Digital Tepercaya

Bisnis | Senin, 24 Agustus 2026 | 17:46 WIB

Terkini

Bank Mandiri Bantah Nasabah Tarik Dana Besar-besaran Imbas Polemik Rekening Botok

Bank Mandiri Bantah Nasabah Tarik Dana Besar-besaran Imbas Polemik Rekening Botok

News | Rabu, 26 Agustus 2026 | 15:54 WIB

Dari Probolinggo untuk NTT, Kepedulian Terus Mengalir bagi Korban Gempa Bumi

Dari Probolinggo untuk NTT, Kepedulian Terus Mengalir bagi Korban Gempa Bumi

Jatim | Rabu, 26 Agustus 2026 | 15:53 WIB

Cara Klaim Promo Voucher Belanja Rp50 Ribu di Market City dari BRI

Cara Klaim Promo Voucher Belanja Rp50 Ribu di Market City dari BRI

Bri | Rabu, 26 Agustus 2026 | 15:52 WIB

Dari Pengumpul Data Hingga Perantara, Bagaimana DSI Bekerja

Dari Pengumpul Data Hingga Perantara, Bagaimana DSI Bekerja

Bisnis | Rabu, 26 Agustus 2026 | 15:52 WIB

Cara Mencari Tinggi Trapesium Jika Diketahui Luas dan Sisi Sejajarnya, Lengkap Pembahasan Soal

Cara Mencari Tinggi Trapesium Jika Diketahui Luas dan Sisi Sejajarnya, Lengkap Pembahasan Soal

Tekno | Rabu, 26 Agustus 2026 | 15:52 WIB

Segera Tayang di Netflix! 4 Fakta Wajib Tahu tentang Drakor Mousetrap yang Dibintangi Ryu Jun Yeol

Segera Tayang di Netflix! 4 Fakta Wajib Tahu tentang Drakor Mousetrap yang Dibintangi Ryu Jun Yeol

Your Say | Rabu, 26 Agustus 2026 | 15:50 WIB

IESR Soroti Proyek Ambisius PLTS 100 GW, Bisakah Rampung dalam Empat Tahun?

IESR Soroti Proyek Ambisius PLTS 100 GW, Bisakah Rampung dalam Empat Tahun?

News | Rabu, 26 Agustus 2026 | 15:50 WIB

OJK Dalami Rekening Warga Pati yang Diblokir Sementara

OJK Dalami Rekening Warga Pati yang Diblokir Sementara

Bisnis | Rabu, 26 Agustus 2026 | 15:48 WIB

Bos Kripto Buka-Bukaan Soal Masa Depan Aset Digital di Indonesia

Bos Kripto Buka-Bukaan Soal Masa Depan Aset Digital di Indonesia

Bisnis | Rabu, 26 Agustus 2026 | 15:48 WIB

Beras 5 Kg Mulai Langka di Sumsel, Harga 10 Kg Tembus Rp156 Ribu, Ada Apa?

Beras 5 Kg Mulai Langka di Sumsel, Harga 10 Kg Tembus Rp156 Ribu, Ada Apa?

Sumsel | Rabu, 26 Agustus 2026 | 15:48 WIB

×