- Demo DPR membuat mal sekitar Senayan sepi pengunjung.
- Senayan Park hanya membuka satu dari tiga akses kendaraan.
- Restoran, toko, dan bioskop ikut terdampak minimnya kunjungan.
Suara.com - Aksi unjuk rasa di depan Kompleks DPR/MPR RI tak hanya berdampak pada arus lalu lintas. Aktivitas ekonomi di kawasan sekitar parlemen juga ikut terdampak.
Pusat perbelanjaan di sekitar kawasan Senayan terpantau lebih sepi dari biasanya pada Kamis (27/8/2026), saat sejumlah elemen masyarakat menggelar demonstrasi di depan Gedung DPR/MPR RI.
Kondisi tersebut terlihat di Senayan Park yang berjarak sekitar 1 kilometer dari lokasi aksi. Pantauan sekitar pukul 13.19 WIB menunjukkan jumlah pengunjung jauh lebih sedikit dibandingkan kondisi normal.
Sejumlah toko, restoran, dan kafe memang masih beroperasi. Namun, lalu lalang pengunjung terlihat minim. Kondisi serupa juga terlihat di area bioskop yang berada di dalam pusat perbelanjaan tersebut.

Salah seorang petugas kebersihan Senayan Park mengatakan, tingkat kunjungan pada hari itu memang lebih rendah dibandingkan hari biasa.
"Sepinya karena ada demonstrasi. Kalau hari biasa enggak sesepi ini," ujar petugas tersebut.
Dampak aksi massa juga terlihat dari akses kendaraan menuju pusat perbelanjaan. Dari tiga gerbang yang biasanya tersedia, pengelola hanya membuka satu akses kendaraan.
"Kan ada pintu 1, 3, dan 5. Yang dibuka hanya pintu lima," kata petugas tersebut.
Di luar area mal, sejumlah peserta demonstrasi terlihat berkumpul tepat di depan pagar beton Senayan Park. Sejumlah sepeda motor milik massa juga terparkir di sekitar lokasi.
Situasi tersebut menunjukkan bagaimana aksi unjuk rasa dalam skala besar dapat merembet ke aktivitas ekonomi di kawasan sekitarnya. Bukan hanya pedagang kaki lima atau transportasi yang berpotensi terdampak, tetapi juga pusat perbelanjaan, restoran, kafe hingga sektor hiburan.
Padahal, pusat perbelanjaan sangat bergantung pada mobilitas masyarakat. Ketika akses menuju kawasan dibatasi atau masyarakat memilih menghindari lokasi demonstrasi, potensi kunjungan dan transaksi ikut menurun.

Adapun aksi di depan Gedung DPR/MPR RI diikuti berbagai elemen masyarakat dan mahasiswa. Beberapa kelompok yang turun ke jalan antara lain Aliansi Masyarakat Pati Bersatu (AMPB), Aliansi Masyarakat Depok Bersatu (AMDB), Aliansi Gerakan Rakyat Menggugat (GERAM), serta Relawan Madura Pengawal Program Presiden Prabowo (RMP4).
Masing-masing kelompok membawa agenda dan tuntutan berbeda. Sejumlah isu yang disuarakan antara lain percepatan pengesahan RUU Perampasan Aset, penerapan hukuman mati bagi pelaku tindak pidana korupsi, serta pengawalan implementasi program Makan Bergizi Gratis.