Bukan Tak Laku, Ini Alasan Calon Emiten Menunda IPO

Achmad Fauzi, Rina Anggraeni

Minggu, 30 Agustus 2026 | 11:47 WIB
Bukan Tak Laku, Ini Alasan Calon Emiten Menunda IPO
Ilustrasi IPO. [Antara]
baca 10 detik
  • Direktur Utama BEI Jeffrey Hendrik menyatakan beberapa calon emiten menunda IPO karena kondisi pasar belum optimal.
  • BEI berkomitmen mengutamakan kualitas perusahaan baru daripada kuantitas untuk memberikan pilihan investasi terbaik bagi para investor.
  • Penyelesaian laporan keuangan bulan Juni berpotensi memengaruhi waktu pengajuan dokumen pencatatan saham oleh calon emiten selanjutnya.

Suara.com - Direktur Utama Bursa Efek Indonesia (BEI) Jeffrey Hendrik mengungkapkan alasan banyak calon emiten mengurungkan niat untuk melakukan penawaran umum perdana saham atau initial public offering (IPO).

Salah satunya, calon emiten menilai kondisi pasar belum dapat memberikan harga yang optimal.   

"Kalau IPO memang pertama sangat tergantung kepada kondisi pasar. Saat ini ada beberapa yang menunda IPO karena kondisi pasar yang dirasa tidak bisa memberikan harga yang optimal," ujar Jeffrey di Gedung BEI, seperti dikutip Minggu (30/8/2026),

Ia membeberkan, BEI juga berkomitmen untuk mengutamakan kualitas dibandingkan kuantitas dalam proses pencatatan perusahaan baru di bursa. Langkah tersebut dilakukan untuk memberikan pilihan investasi yang lebih baik kepada investor.

Direktur Utama BEI, Jeffrey Hendrik di Jakarta, Selasa (11/8/2026). [Suara.com/Rina A]
Direktur Utama BEI, Jeffrey Hendrik. [Suara.com/Rina A]

"Dari kami di Bursa Efek Indonesia, kami juga sudah bersepakat dan berkomitmen bahwa kami akan mengutamakan kualitas ketimbang kuantitas," katanya.

Jeffrey menambahkan, BEI akan melakukan seleksi yang lebih baik terhadap calon perusahaan yang akan melantai di bursa. Hal ini menjadi bagian dari upaya bursa dalam menyediakan pilihan investasi yang baik bagi investor.

"Oleh karena itu, tentu untuk memberikan pilihan investasi yang baik kepada investor, kami akan melakukan seleksi yang lebih baik kepada calon perusahaan tersebut," bebernya.

Terkait perkembangan jumlah perusahaan yang tengah mempersiapkan IPO, Jeffrey mengatakan proses tersebut masih berjalan. Ia menyebut penyelesaian laporan keuangan periode Juni dapat menjadi salah satu faktor yang memengaruhi waktu pengajuan dokumen oleh calon emiten.

"Ini berkembang terus karena pelaporan keuangan Juni baru selesai semua. Mungkin akan ada yang menggunakan pelaporan keuangan Juni untuk submit," tegasnya.

baca juga

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kalkulator Kecocokan Jodoh Online Menurut Primbon Jawa, Bantu Cek Keserasian Pasangan
Ikuti Kuisnya ➔
Gryffindor atau Slytherin? Cek Kepribadianmu di Kuis Asrama Hogwarts
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Tujuh Perusahaan Antre IPO di BEI, Dua Punya Aset Jumbo

Tujuh Perusahaan Antre IPO di BEI, Dua Punya Aset Jumbo

Bisnis | Sabtu, 29 Agustus 2026 | 19:42 WIB

BEI Peringatkan Efek Karhutla: Pasokan Unit Karbon Bisa Menyusut

BEI Peringatkan Efek Karhutla: Pasokan Unit Karbon Bisa Menyusut

Bisnis | Jum'at, 28 Agustus 2026 | 14:35 WIB

Harga Minimum Saham Rp50 Bakal Jadi Rp1 Mulai Uji Coba

Harga Minimum Saham Rp50 Bakal Jadi Rp1 Mulai Uji Coba

Bisnis | Jum'at, 28 Agustus 2026 | 13:35 WIB

Terkini

9 Fakta Film Narnia: The Magician's Nephew Karya Greta Gerwig

9 Fakta Film Narnia: The Magician's Nephew Karya Greta Gerwig

Entertainment | Rabu, 14 Oktober 2026 | 11:20 WIB

Melihat Data, Mengapa Warga RI Makin Matang alias Makan Utang?

Melihat Data, Mengapa Warga RI Makin Matang alias Makan Utang?

Bisnis | Rabu, 14 Oktober 2026 | 11:19 WIB

Dugaan Korupsi Program Stunting Rp1,68 Miliar di Aceh Barat: 126 Saksi Diperiksa, Negara Rugi Segini

Dugaan Korupsi Program Stunting Rp1,68 Miliar di Aceh Barat: 126 Saksi Diperiksa, Negara Rugi Segini

News | Rabu, 14 Oktober 2026 | 11:19 WIB

Blackout Hari Ketiga, Warga Bintan Kesulitan Air Bersih dan Komunikasi

Blackout Hari Ketiga, Warga Bintan Kesulitan Air Bersih dan Komunikasi

Batam | Rabu, 14 Oktober 2026 | 11:19 WIB

Dunia Makin Terkoneksi: Kecerdasan Buatan Diproyeksi Hapus Hambatan Bahasa Lintas Negara

Dunia Makin Terkoneksi: Kecerdasan Buatan Diproyeksi Hapus Hambatan Bahasa Lintas Negara

News | Rabu, 14 Oktober 2026 | 11:19 WIB

KTT Manila Bakal Panas, Krisis Kebakaran Hutan Kalimantan dan Sumatera Jadi Bahasan Utama

KTT Manila Bakal Panas, Krisis Kebakaran Hutan Kalimantan dan Sumatera Jadi Bahasan Utama

News | Rabu, 14 Oktober 2026 | 11:17 WIB

Hadapi Dakwaan Pemerasan dan TPPU Rp354 Miliar, Febrie Ajukan Dua Nota Perlawanan

Hadapi Dakwaan Pemerasan dan TPPU Rp354 Miliar, Febrie Ajukan Dua Nota Perlawanan

News | Rabu, 14 Oktober 2026 | 11:16 WIB

DPRD DKI Usul Satgas Sampah Tingkat Kelurahan, Pengelola Bank Sampah Diusulkan Dapat Insentif

DPRD DKI Usul Satgas Sampah Tingkat Kelurahan, Pengelola Bank Sampah Diusulkan Dapat Insentif

News | Rabu, 14 Oktober 2026 | 11:16 WIB

OTT KPK di BNPB, Eks Menkeu Purbaya Pernah Ingatkan Jangan Mark Up Dana Bencana

OTT KPK di BNPB, Eks Menkeu Purbaya Pernah Ingatkan Jangan Mark Up Dana Bencana

Bisnis | Rabu, 14 Oktober 2026 | 11:13 WIB

5 Pesan Moral Four Hands Two Sonatas: Sisipkan tentang Trauma dan Ambisi

5 Pesan Moral Four Hands Two Sonatas: Sisipkan tentang Trauma dan Ambisi

Your Say | Rabu, 14 Oktober 2026 | 11:10 WIB

×