BEI Peringatkan Efek Karhutla: Pasokan Unit Karbon Bisa Menyusut

Mohammad Fadil Djailani, Rina Anggraeni

Jum'at, 28 Agustus 2026 | 14:35 WIB
BEI Peringatkan Efek Karhutla: Pasokan Unit Karbon Bisa Menyusut
Direktur Utama BEI, Jeffrey Hendrik di Jakarta, Selasa (11/8/2026). [Suara.com/Rina A]
baca 10 detik
  • Karhutla berpotensi mengganggu pasokan unit karbon RI di masa depan.
  • Transaksi karbon BEI mencapai 1,9 juta ton CO2e senilai Rp93,8 miliar.
  • BEI mencatat 10 proyek dan 159 entitas pengguna jasa karbon.

Suara.com - Kebakaran hutan dan lahan (karhutla) tak hanya membawa persoalan lingkungan dan kualitas udara. Bencana tersebut juga berpotensi memberikan dampak terhadap bisnis perdagangan karbon di pasar modal Indonesia.

Direktur Utama Bursa Efek Indonesia (BEI) Jeffrey Hendrik mengatakan, dampak karhutla terhadap perdagangan karbon di bursa memang belum terlihat secara langsung. Pasalnya, unit karbon yang saat ini diperdagangkan merupakan unit yang telah dihasilkan sebelumnya atau disebut vintage.

"Sejauh ini belum terlihat. Tetapi tentu yang diperdagangkan di bursa ataupun ketersediaan unit karbon di SRUK (Sistem Registri Unit Karbon) itu kan adalah vintage, artinya unit karbon yang sudah dihasilkan sebelumnya," kata Jeffrey di Gedung BEI, Jumat (28/8/2026).

Meski belum memberikan tekanan langsung terhadap perdagangan karbon yang berlangsung saat ini, karhutla berpotensi menjadi persoalan baru bagi pasokan unit karbon pada masa mendatang.

Jeffrey menyebut kebakaran hutan yang terjadi saat ini dapat memengaruhi kemampuan proyek-proyek berbasis lingkungan dalam menghasilkan unit karbon ke depan.

"Dengan adanya insiden kebakaran saat ini, tentu ini akan berdampak kepada ketersediaan unit karbon ke depan," ujarnya.

Namun, BEI belum dapat memperkirakan seberapa besar dampak tersebut. Menurut Jeffrey, diperlukan lembaga yang memiliki kompetensi untuk mengukur dampak karhutla terhadap produksi dan ketersediaan unit karbon.

"Tetapi seberapa besar, tentu itu lembaga yang berkompeten untuk mengukur itu yang dapat nanti menyampaikan," bebernya.

Potensi gangguan pasokan tersebut menjadi perhatian karena perdagangan karbon di Indonesia mulai membentuk nilai ekonomi yang cukup besar.

baca juga

Saat ini, volume perdagangan karbon di bursa tercatat mencapai 1,9 juta ton CO2e, dengan nilai transaksi mencapai Rp93,8 miliar.

BEI juga mencatat terdapat 10 proyek yang telah masuk dalam perdagangan karbon dengan jumlah 159 entitas pengguna jasa.

Data tersebut menunjukkan perdagangan karbon mulai berkembang menjadi salah satu instrumen ekonomi baru di pasar modal. Karena itu, gangguan terhadap pasokan unit karbon pada masa depan berpotensi ikut memengaruhi perkembangan pasar tersebut.

Terlebih, pemerintah dan BEI tengah memperkuat ekosistem perdagangan karbon melalui integrasi sistem pencatatan unit karbon.

Integrasi perdagangan karbon antara bursa dan pemerintah dilakukan melalui Sistem Registri Unit Karbon (SRUK) yang diluncurkan Kementerian Kehutanan.

Sistem tersebut ditujukan untuk memperkuat perdagangan karbon nasional sekaligus mendukung pencapaian target penurunan emisi Indonesia.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Sekolah Diliburkan karena Asap Karhutla, KPAI Ingatkan Negara Tak Boleh Lepas Tangan dari Anak

Sekolah Diliburkan karena Asap Karhutla, KPAI Ingatkan Negara Tak Boleh Lepas Tangan dari Anak

News | Jum'at, 28 Agustus 2026 | 13:45 WIB

Karhutla Mulai Mengusik Hak Anak: Kesehatan, Pendidikan hingga Lingkungan Terdampak

Karhutla Mulai Mengusik Hak Anak: Kesehatan, Pendidikan hingga Lingkungan Terdampak

News | Jum'at, 28 Agustus 2026 | 13:24 WIB

Malaysia Darurat Asap Kebakaran Hutan Kalimantan, Infeksi ISPA hingga Diterjang Super El Nino

Malaysia Darurat Asap Kebakaran Hutan Kalimantan, Infeksi ISPA hingga Diterjang Super El Nino

News | Jum'at, 28 Agustus 2026 | 12:52 WIB

Terkini

Kepala Imigrasi Denpasar Diperiksa KPK Terkait Skandal Pemerasan Izin WNA

Kepala Imigrasi Denpasar Diperiksa KPK Terkait Skandal Pemerasan Izin WNA

News | Jum'at, 28 Agustus 2026 | 14:30 WIB

Misterius, Seksi, dan Berbahaya: Pesona Patch dalam Hush, Hush

Misterius, Seksi, dan Berbahaya: Pesona Patch dalam Hush, Hush

Your Say | Jum'at, 28 Agustus 2026 | 14:30 WIB

Emiten Bekasi Fajar (BEST) Siapkan Kota AI untuk Kejar Investor

Emiten Bekasi Fajar (BEST) Siapkan Kota AI untuk Kejar Investor

Bisnis | Jum'at, 28 Agustus 2026 | 14:25 WIB

Di Depan Ramos Horta, Megawati Cerita Jadi Korban Rekayasa AI: Saya Kaget

Di Depan Ramos Horta, Megawati Cerita Jadi Korban Rekayasa AI: Saya Kaget

News | Jum'at, 28 Agustus 2026 | 14:23 WIB

Huawei MateBook Pro S Resmi Hadir, Laptop 798 Gram dengan Layar OLED 3,1K

Huawei MateBook Pro S Resmi Hadir, Laptop 798 Gram dengan Layar OLED 3,1K

Your Say | Jum'at, 28 Agustus 2026 | 14:20 WIB

Weton Tibo Pati Artinya Apa dan Cara Mengatasinya Menurut Primbon

Weton Tibo Pati Artinya Apa dan Cara Mengatasinya Menurut Primbon

Lifestyle | Jum'at, 28 Agustus 2026 | 14:20 WIB

Tumbang setelah 10 Jam Menunggu, Sidang dr Richard Lee Harus Ditunda

Tumbang setelah 10 Jam Menunggu, Sidang dr Richard Lee Harus Ditunda

Entertainment | Jum'at, 28 Agustus 2026 | 14:18 WIB

Panduan Parkir Paralel Mobil Hybrid Toyota Agar Aman dan Mudah Didorong

Panduan Parkir Paralel Mobil Hybrid Toyota Agar Aman dan Mudah Didorong

Otomotif | Jum'at, 28 Agustus 2026 | 14:15 WIB

Sifat dan Karakter Shio Babi Pria dan Wanita, Lengkap dengan Kelebihan serta Kekurangannya

Sifat dan Karakter Shio Babi Pria dan Wanita, Lengkap dengan Kelebihan serta Kekurangannya

Lifestyle | Jum'at, 28 Agustus 2026 | 14:13 WIB

Sengaja atau Tak Peka? Mengapa Prabowo Baru ke NTT di Hari ke-11 Setelah Gempa?

Sengaja atau Tak Peka? Mengapa Prabowo Baru ke NTT di Hari ke-11 Setelah Gempa?

News | Jum'at, 28 Agustus 2026 | 14:12 WIB

×