- PT Wijaya Karya membukukan rugi bersih senilai Rp1,48 triliun pada semester I 2026.
- Pencapaian rugi bersih tersebut berhasil menyusut sekitar 10,84 persen dari periode sebelumnya.
- Penurunan rugi bersih didorong oleh kenaikan pendapatan perseroan menjadi Rp6,27 triliun.
Suara.com - PT Wijaya Karya (Persero) Tbk atau WIKA masih mencatat kerugian pada semester I 2026. Namun, rugi bersih perseroan menyusut dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya.
Berdasarkan laporan keuangan semester I 2026, WIKA membukukan rugi bersih sebesar Rp1,48 triliun. Angka tersebut turun sekitar 10,84 persen dibandingkan rugi bersih semester I 2025 yang mencapai Rp1,66 triliun.
Susutnya, rugi itu disumbang dari peningkatan pendapatan perseroan. Pada enam bulan pertama, Pendapatan WIKA tercatat sebesar Rp6,27 triliun, naik sekitar 7,18 persen dibanding periode yang sama tahun lalu.
![PT Wika membantah lalai membayar surat utang kepada para investor dalam artikel sejumlah media, termasuk Suara.com pada akhir Agustus 2025. [Dok Wika]](https://media.suara.com/pictures/653x366/2025/08/29/94827-wika.jpg)
Di sisi lain, beban pokok pendapatan meningkat. Pada semester I 2026, beban pokok pendapatan tercatat sebesar Rp5,39 triliun, atau naik dibandingkan periode yang lalu sebesar Rp5,38 triliun.
Sehingga, laba kotor WIKA pada semester I 2026 tercatat sebesar Rp886,33 miliar, dibandingkan Rp472,55 miliar pada semester I 2025.
Sementara itu, beban keuangan perseroan mengalami penurunan. Beban keuangan WIKA tercatat sebesar Rp1,31 triliun, turun sekitar 5,07 persen dibandingkan Rp1,38 triliun pada semester I 2025.
Namun, tekanan masih terlihat dari bagian rugi entitas ventura bersama. Pos tersebut meningkat dari Rp298,86 miliar menjadi Rp328,05 miliar, atau naik sekitar 9,77 persen.
Di sisi lain, bagian laba (rugi) pengendalian bersama mengalami peningkatan. Nilainya naik dari Rp542,31 miliar pada semester I 2025 menjadi Rp721,40 miliar pada semester I 2026, atau tumbuh sekitar 33,03 persen.
Dari sisi neraca, total aset WIKA pada semester I 2026 tercatat sebesar Rp48,94 triliun, turun sekitar 2,39 persen dibandingkan Rp50,14 triliun pada semester I 2025.
Sementara itu, liabilitas justru meningkat. Liabilitas WIKA tercatat sebesar Rp48,81 triliun, naik sekitar 0,72 persen dari Rp48,46 triliun pada periode yang sama tahun sebelumnya.
Kondisi paling mencolok terlihat pada posisi ekuitas. Ekuitas perseroan turun dari Rp1,68 triliun pada semester I 2025 menjadi hanya Rp130,15 miliar pada semester I 2026.