- Suzuki memperkenalkan skuter perkotaan SUI 125 bergaya kotak ala Kei-Car Jepang sebagai penantang Yamaha Fazzio dan Honda Scoopy.
- Skuter ini dibekali mesin 124cc SEP berpendingin udara yang dirancang khusus untuk efisiensi bahan bakar serta kelincahan mobilitas harian.
- Suzuki belum mengumumkan harga resmi maupun jadwal ketersediaan global produk terbarunya tersebut di pasaran otomotif internasional.
Suara.com - Suzuki SUI 125 2026, atau disebut juga Suzuki Urban Icon, hadir dengan konsep yang cukup berbeda dari kebanyakan skuter perkotaan.
Kalau Yamaha Fazzio dan Honda Scoopy mengandalkan desain bulat retro-modern, SUI 125 justru tampil dengan garis kotak yang terinspirasi dari Kei-Car.
Kei-Car adalah mobil mungil khas Jepang yang terkenal praktis, efisien, dan cocok untuk jalan sempit. Filosofi itu dibawa Suzuki ke dunia skuter, sehingga tampilannya terasa klasik namun tetap modern.
Suzuki seolah ingin menegaskan bahwa skuter perkotaan tidak harus selalu bergaya manis atau sporty.
Dengan bentuk kotak, SUI 125 menawarkan karakter unik yang bisa jadi daya tarik tersendiri bagi konsumen yang ingin tampil beda.
Mesin SEP 125cc: Irit dan Responsif
SUI 125 dibekali mesin SEP (Suzuki Eco Performance) berkapasitas 124cc, satu silinder, berpendingin udara, dan sudah menggunakan sistem injeksi bahan bakar elektronik (FI).
Teknologi SEP ini dirancang untuk mengurangi gesekan di dalam mesin, sehingga konsumsi bahan bakar lebih efisien dan suara mesin lebih halus.
Karakter mesin ini fokus pada traksi di putaran rendah dan menengah. Artinya, motor bisa melompat cepat saat lampu hijau atau gesit saat harus bermanuver di kemacetan.
Bagi pengguna harian di kota besar, performa seperti ini lebih penting daripada tenaga besar di putaran atas.
Fitur Praktis untuk Mobilitas Harian

Suzuki SUI 2026. (Suzuki Taiwan)
Suzuki SUI 125 jelas diposisikan sebagai skuter perkotaan. Itu terlihat dari fitur-fitur yang mendukung mobilitas sehari-hari:
- Lantai pijakan kaki datar dan luas: memudahkan posisi duduk sekaligus bisa dipakai untuk membawa barang tambahan.
- Tinggi jok rendah, sekitar 750 mm: cocok untuk pengendara dengan postur kecil, sehingga kaki bisa menapak dengan mudah.
- Tutup bensin di depan: pengisian bahan bakar jadi lebih praktis tanpa perlu membuka jok.
- Bagasi di bawah jok: cukup untuk menyimpan helm setengah muka dan barang pribadi.
- Bobot ringan dengan roda 10 inci: membuat motor lincah saat masuk gang sempit atau belok di ruang terbatas.
Fitur-fitur ini menunjukkan bahwa Suzuki benar-benar menargetkan pengguna yang butuh motor harian yang nyaman, praktis, dan mudah dikendalikan.
Harga dan Ketersediaan
Suzuki SUI 125 2026 pertama kali muncul di Taiwan. Harga jual yang disarankan berkisar antara 76.000 hingga 77.000 dolar Taiwan baru (NTD).
Jika dikonversi ke rupiah dengan kurs 1 NTD = Rp559,98, maka harga motor ini setara dengan Rp42,5 juta hingga Rp43,1 juta.
Ada juga program promosi yang membuat harga bisa turun hingga 64.700 NTD (sekitar Rp36,2 juta) dengan berbagai potongan seperti diskon pembelian tunai, penggantian unit lama, dan pengurangan pajak barang. Program ini berlaku pada periode 1–31 Agustus 2026.
Posisi di Pasar dan Lawan Utama
Dengan spesifikasi dan harga tersebut, Suzuki SUI 125 jelas diarahkan untuk bersaing dengan Yamaha Fazzio dan Honda Scoopy. Kedua model itu sudah lebih dulu populer di segmen skuter retro-modern.
Bedanya, Suzuki mencoba menawarkan sesuatu yang berbeda lewat desain kotak ala Kei-Car.
Jika Fazzio menonjolkan gaya modis anak muda dan Scoopy lebih ke arah klasik elegan, SUI 125 hadir dengan nuansa “urban pragmatis” yang mungkin menarik bagi pengguna yang ingin tampil beda.