- Tim gabungan mengevakuasi warga negara Aljazair berinisial BZ di Danau Sunter pada Minggu malam.
- BZ berendam dalam waktu lama untuk melakukan ritual kepercayaan hingga dilaporkan oleh warga setempat.
- Petugas menyerahkan BZ yang selamat kepada pihak Imigrasi untuk pemeriksaan dokumen dan penanganan lanjutan.
Suara.com - Suasana di kawasan Danau Sunter, Kecamatan Tanjung Priok, Jakarta Utara, mendadak heboh pada Minggu (30/8) malam. Seorang warga negara asing (WNA) asal Aljazair berinisial BZ (30) terpaksa dievakuasi oleh tim gabungan.
Itu setelah BZ nekat berendam di dalam Danau Sunter dalam waktu yang cukup lama. BZ mengaku sedang melakukan ritual.
Proses evakuasi tidak berjalan instan. Petugas di lapangan harus melakukan dialog intensif dan pendekatan persuasif agar pria tersebut bersedia menepi.
Berdasarkan keterangan otoritas setempat, aksi BZ tersebut murni didasari oleh ritual kepercayaan yang sedang ia jalani.
Kasiops Suku Dinas Penanggulangan Kebakaran dan Penyelamatan (Gulkarmat) Jakarta Utara dan Kepulauan Seribu, Gatot Sulaeman, mengonfirmasi evakuasi baru membuahkan hasil menjelang tengah malam.
“Baru berhasil dievakuasi Minggu malam sekitar Pukul 21.41 WIB. Itu kami ajak dialog juga, cukup panjang," kata Gatot Sulaeman, Senin (31/8/2026).
Kronologi Aksi Berendam di Danau Sunter
Aksi BZ pertama kali memancing perhatian masyarakat sekitar sejak siang hari. Namun, kekhawatiran warga memuncak saat memasuki sore hari karena pria tersebut tak kunjung menyudahi aksinya.
Warga kemudian melaporkan kejadian ini kepada petugas karena menilai tindakan tersebut sangat berisiko bagi keselamatan nyawa BZ.
Laporan resmi dari masyarakat diterima petugas pada Minggu (30/8) sekitar pukul 18.00 WIB.
Diketahui, BZ sebenarnya sempat diamankan oleh pihak Dinas Sosial (Dinsos) sebelumnya.
Namun, entah bagaimana, ia kembali ke area danau dan melanjutkan ritual berendamnya hingga malam hari.
Pihak pemadam kebakaran mencatat bahwa proses negosiasi di lokasi memakan waktu lebih dari tiga jam.
Petugas harus ekstra sabar menghadapi BZ agar situasi tetap kondusif dan tidak membahayakan personil maupun WNA itu sendiri.
“Kami lakukan pendekatan persuasif sejak pukul 18.24 WIB," kata Gatot.