- Peregrine Cold Logistics berekspansi ke Indonesia pada Selasa (1/9/2026) melalui perusahaan patungan dengan Sinar Primera.
- Perusahaan patungan tersebut mengakuisisi fasilitas Pluit serta mengembangkan lahan fasilitas baru berstandar global di Narogong.
- Kolaborasi strategis ini bertujuan memperluas jaringan logistik rantai dingin guna mendukung ketahanan pangan nasional.
Suara.com - Indonesia mulai dilirik investor asing untuk pengembangan infrastruktur cold storage dan logistik rantai dingin. Potensi tersebut sejalan dengan meningkatnya kebutuhan fasilitas penyimpanan dengan pengendalian suhu di tengah pertumbuhan sektor pangan, ritel, dan konsumsi masyarakat.
Peluang tersebut ditangkap Peregrine Cold Logistics (PCL), platform cold storage dan logistik terintegrasi di Asia, yang resmi melakukan ekspansi ke Indonesia melalui perusahaan patungan dengan Sinar Primera.
Kemitraan tersebut akan berfokus pada akuisisi dan pengembangan aset cold storage berstandar tinggi di Indonesia.
Pada tahap awal, perusahaan patungan tersebut akan mengakuisisi fasilitas cold storage milik Sinar Primera yang telah beroperasi di kawasan Pluit. Selain itu, perusahaan juga akan mengembangkan lahan untuk fasilitas baru di Narogong.

Masuknya Peregrine ke Indonesia menunjukkan mulai besarnya perhatian terhadap kebutuhan infrastruktur rantai dingin di dalam negeri. Indonesia sebagai perekonomian terbesar di Asia Tenggara dinilai memiliki kebutuhan yang terus berkembang terhadap fasilitas penyimpanan dan distribusi dengan standar internasional.
Pertumbuhan pendapatan masyarakat, urbanisasi, serta perkembangan sektor pangan dan ritel menjadi sejumlah faktor yang mendorong kebutuhan tersebut.
Co-Founder dan CEO Peregrine Cold Logistics, Jeff Hogarth, mengatakan ekspansi ke Indonesia merupakan bagian dari strategi perusahaan membangun platform cold chain internasional yang terintegrasi.
Melalui kemitraan dengan Sinar Primera, perseroan menggabungkan pemahaman yang kuat terhadap pasar lokal dan infrastruktur yang telah tersedia dengan pengalaman operasional internasional serta jaringan pelanggan Peregrine
"Tujuan kami bukan sekadar menambah kapasitas cold storage di Indonesia, tetapi juga menghubungkan pasar Indonesia dengan jaringan ASEAN dan GCC yang lebih luas. Dengan demikian, kami dapat menghadirkan solusi logistik yang semakin terintegrasi bagi pelanggan sekaligus membangun fondasi pertumbuhan jangka panjang di kawasan," ujar Hogarth di Jakarta, Selasa (1/9/2026).
Fasilitas cold storage di Pluit nantinya akan digunakan untuk melayani pelanggan di wilayah Jakarta Utara dan Jakarta Barat. Sementara fasilitas baru di Narogong akan memiliki kapasitas freezer dan chiller semi-otomatis yang disebut memenuhi standar global.
Fasilitas Narogong tersebut juga akan menjadi salah satu titik utama dalam model operasional hub-and-spoke yang dikembangkan perusahaan.
Pengembangan jaringan tersebut ditujukan untuk mendukung kebutuhan produsen pangan, importir dan eksportir, perusahaan fast-moving consumer goods (FMCG), hingga jaringan quick service restaurant (QSR).
Selain menjadi peluang bisnis, pengembangan infrastruktur rantai dingin juga berkaitan dengan kebutuhan menjaga keamanan dan ketahanan pangan. Fasilitas dengan pengendalian suhu dibutuhkan untuk menjaga kualitas produk selama proses penyimpanan dan distribusi.
Group Head Sinar Primera, Hong Kah Jin, mengatakan kerja sama dengan Peregrine menggabungkan keahlian rantai dingin dan jaringan klien internasional dengan kemampuan eksekusi di pasar lokal.
"Kami sangat senang dapat menjalin kerja sama dengan Peregrine, dengan menggabungkan keahlian mereka yang telah terbukti di bidang rantai dingin (cold chain) serta jaringan klien internasional yang luas, dengan kemampuan kami dalam mengeksekusi pasar lokal dan menyediakan infrastruktur berkualitas," katanya.
Melalui perusahaan patungan tersebut, Sinar Primera akan membawa pemahaman terhadap pasar lokal, akses lahan, serta kemampuan eksekusi di lapangan. Sementara Peregrine memberikan pengalaman operasional internasional, jaringan cold chain, hubungan pelanggan, serta standar operasionalnya.
"Kami berupaya memberikan layanan terbaik di kelasnya kepada pelanggan serta menetapkan standar baru dalam keamanan pangan, ketahanan pasokan pangan, dan kualitas pangan yang berkelanjutan di Indonesia," pungkas Hong Kah Jin.