Rusia Jawab Tuduhan Intelijen Ukraina, WNI Jadi Tentara Bayaran Moskow

Pebriansyah Ariefana

Selasa, 01 September 2026 | 15:49 WIB
Rusia Jawab Tuduhan Intelijen Ukraina, WNI Jadi Tentara Bayaran Moskow
Dubes Rusia Tolchenov ditemui seusai konferensi pers roadshow Komite Pariwisata Kota Moskow (Mostourism) di Jakarta, Selasa (1/9/2026). (Antara)
baca 10 detik
  • Kedubes Rusia membantah terlibat dalam perekrutan WNI untuk menjadi angkatan bersenjata Kremlin.

  • Pemerintah Rusia siap bekerja sama dengan Kemlu RI untuk mengusut dugaan keterlibatan WNI.

  • Kemlu RI mendalami potensi unsur penipuan lowongan kerja terkait keberadaan delapan WNI tersebut.

Suara.com - Pemerintah Rusia menegaskan tidak pernah membuka pendaftaran atau merekrut warga negara Indonesia untuk menjadi bagian dari tentara bayaran angkatan bersenjata mereka. Keputusan warga asing yang mendaftar militer saat berada di Rusia merupakan tindakan serta tanggung jawab personal masing-masing individu.

Sikap tegas ini muncul di tengah kabar beredarnya dokumen intelijen Ukraina mengenai keterlibatan delapan warga Indonesia di medan perang. Kedutaan Besar Rusia di Jakarta menjamin tidak ada fasilitasi diplomatik dalam proses masuknya warga asing ke dalam struktur tentara Kremlin.

Meskipun memvalidasi kehadiran tentara asing dari kalangan pekerja hingga mahasiswa di negaranya, perwakilan diplomatik menegaskan batas keterlibatan institusi mereka. Langkah mandiri para pendatang tersebut murni pilihan hidup personal tanpa campur tangan Kedubes.

“Kantor perwakilan Rusia di manapun di Indonesia sama sekali tidak melakukan rekrutmen untuk angkatan bersenjata Rusia,” kata Dubes Tolchenov ditemui seusai konferensi pers roadshow Komite Pariwisata Kota Moskow (Mostourism) di Jakarta, Selasa (1/9/2026).

Ia tidak memungkiri adanya warga negara asing, seperti pekerja, mahasiswa, dan bahkan wisatawan yang memutuskan bergabung dalam angkatan bersenjata Rusia saat menetap di negara tersebut.

Pihak Kedubes Rusia mengaku sudah mendengar langkah taktis Kementerian Luar Negeri Republik Indonesia yang sedang mendalami kebenaran isu tersebut. Kemitraan diplomatik terbuka lebar apabila pemerintah Indonesia membutuhkan klarifikasi resmi maupun pertukaran informasi.

Kedutaan menjamin transparansi penuh dan siap memberikan keterangan formal guna membantu memvalidasi status para WNI yang disorot. Respons kooperatif ini diharapkan mampu mengurai polemik agar tidak mengganggu hubungan bilateral kedua negara.

“Diakui memang tak sedikit warga negara asing di militer Rusia, tetapi kedutaan besar sama sekali tak terlibat melakukan rekrutmen di dalamnya,” ucap Dubes Rusia.

“Jika mereka ingin menanyakan sesuatu pada kami, tentu saja kami siap memberi penjelasan maupun bekerja sama,” kata dia.

baca juga

Pemerintah Indonesia sendiri mengambil tindakan cepat melalui verifikasi berantai lintas kementerian dan lembaga terkait. Penyelidikan berfokus pada potensi tindak pidana perdagangan orang hingga modus penipuan lowongan kerja luar negeri.

Kemlu RI mengantisipasi kemungkinan para WNI terjebak eksploitasi atau tawaran kerja palsu yang membelokkan mereka ke arena pertempuran. Pemetaan fakta lapangan terus berjalan bersama jaringan Perwakilan RI di kawasan Eropa Timur.

Isu sensitif ini pertama kali mencuat usai Dinas Intelijen Luar Negeri Ukraina merilis laporan resmi lewat saluran Telegram pada akhir Agustus. Media The New Voice of Ukraine mengklaim telah mengantongi bukti dokumen yang mencatat perekrutan warga asing oleh Kremlin.

Laporan tersebut menuding Rusia memanfaatkan warga negara asing untuk memperkuat barisan tempur sekaligus kepentingan propaganda perang. Menyikapi situasi ini, Juru Bicara Kemlu RI Yvonne Mewengkang memastikan proses konfirmasi data terus dilakukan hingga menemukan titik terang.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kalkulator Kecocokan Jodoh Online Menurut Primbon Jawa, Bantu Cek Keserasian Pasangan
Ikuti Kuisnya ➔
Gryffindor atau Slytherin? Cek Kepribadianmu di Kuis Asrama Hogwarts
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Dokumen Intelijen Ukraina: WNI Jadi Tentara Bayaran Rusia Paling Muda Kelahiran 1997

Dokumen Intelijen Ukraina: WNI Jadi Tentara Bayaran Rusia Paling Muda Kelahiran 1997

News | Selasa, 01 September 2026 | 14:52 WIB

Info A1 Intelijen Ukraina, Ini Dia 8 Nama WNI Jadi Tentara Bayaran Rusia

Info A1 Intelijen Ukraina, Ini Dia 8 Nama WNI Jadi Tentara Bayaran Rusia

News | Selasa, 01 September 2026 | 14:30 WIB

Anak-anak di Ukraina dan Bagaimana Perang Merenggut Masa Kecil Mereka

Anak-anak di Ukraina dan Bagaimana Perang Merenggut Masa Kecil Mereka

Your Say | Selasa, 01 September 2026 | 14:15 WIB

Terkini

11 Pengasuh Day Care Little Aresha Divonis Maksimal 3 Tahun, Jauh di Bawah Tuntutan Jaksa

11 Pengasuh Day Care Little Aresha Divonis Maksimal 3 Tahun, Jauh di Bawah Tuntutan Jaksa

Jogja | Kamis, 29 Oktober 2026 | 06:20 WIB

Mahasiswa Sebut Rezim Prabowo-Gibran sebagai Bencana Nasional

Mahasiswa Sebut Rezim Prabowo-Gibran sebagai Bencana Nasional

Sulsel | Kamis, 29 Oktober 2026 | 06:05 WIB

Buka Suara Soal Pemeriksaan KPK, Wabup Bogor Jaro Ade: Kita Harus Taat Hukum

Buka Suara Soal Pemeriksaan KPK, Wabup Bogor Jaro Ade: Kita Harus Taat Hukum

Jabar | Kamis, 29 Oktober 2026 | 05:05 WIB

Dihadiri Para Menteri dan Ketua MPR, EIGER Nature Resmi Diluncurkan di Kabupaten Bogor

Dihadiri Para Menteri dan Ketua MPR, EIGER Nature Resmi Diluncurkan di Kabupaten Bogor

Jabar | Kamis, 29 Oktober 2026 | 03:10 WIB

Dari Cisarua ke Dramaga, Dugaan Keracunan MBG di Bogor Belum Temukan Titik Terang

Dari Cisarua ke Dramaga, Dugaan Keracunan MBG di Bogor Belum Temukan Titik Terang

Bogor | Kamis, 29 Oktober 2026 | 02:10 WIB

Kronologi Kericuhan Malioboro Usai Demo Sumpah Pemuda, Massa Tak Dikenal Serang Gedung DPRD DIY

Kronologi Kericuhan Malioboro Usai Demo Sumpah Pemuda, Massa Tak Dikenal Serang Gedung DPRD DIY

Jogja | Kamis, 29 Oktober 2026 | 01:18 WIB

20 Tahun Mengabdi, Irsan Jadi Calon Tunggal Ketua BPC Gapensi Kabupaten Bogor

20 Tahun Mengabdi, Irsan Jadi Calon Tunggal Ketua BPC Gapensi Kabupaten Bogor

Bogor | Kamis, 29 Oktober 2026 | 01:05 WIB

Dari Serang, Jakarta hingga Sukabumi: Kronologi Polresta Serang Kota Gagalkan Peredaran 8,8 Kg Sabu

Dari Serang, Jakarta hingga Sukabumi: Kronologi Polresta Serang Kota Gagalkan Peredaran 8,8 Kg Sabu

Banten | Kamis, 29 Oktober 2026 | 01:00 WIB

Persib Kalahkan Melbourne Victory 2-0, Igor Tolic: Grup Belum Usai

Persib Kalahkan Melbourne Victory 2-0, Igor Tolic: Grup Belum Usai

Jabar | Kamis, 29 Oktober 2026 | 00:35 WIB

Umuh Muchtar Buka Suara Usai Pelaku Pembacokan Bobotoh Ditangkap: Mohon Bobotoh Jangan Dendam

Umuh Muchtar Buka Suara Usai Pelaku Pembacokan Bobotoh Ditangkap: Mohon Bobotoh Jangan Dendam

Jabar | Kamis, 29 Oktober 2026 | 00:21 WIB

×