Maskapai RI Mulai Ngos-ngosan Hadapi Pelemahan Rupiah dan Tingginya Harga Avtur

Mohammad Fadil Djailani

Sabtu, 05 September 2026 | 21:02 WIB
Maskapai RI Mulai Ngos-ngosan Hadapi Pelemahan Rupiah dan Tingginya Harga Avtur
Industri penerbangan nasional mulai merasakan tekanan berat dari pelemahan nilai tukar rupiah dan tingginya biaya avtur. Foto ANTARA.
baca 10 detik
  • Rupiah melemah hingga 7,78%, biaya maskapai makin tertekan.
  • Maskapai mulai kurangi penerbangan domestik dan internasional.
  • Fuel surcharge naik 40%, harga tiket diperkirakan terdampak 8%.

Suara.com - Industri penerbangan nasional mulai merasakan tekanan berat dari pelemahan nilai tukar rupiah dan tingginya biaya avtur. Sejumlah maskapai bahkan mulai mengurangi frekuensi penerbangan, baik pada rute domestik maupun internasional, sebagai strategi untuk menekan biaya operasional.

Kementerian Perhubungan (Kemenhub) mengungkapkan, langkah efisiensi tersebut sudah mulai dilakukan sejumlah maskapai seiring meningkatnya beban biaya penerbangan.

Direktur Angkutan Udara Direktorat Jenderal Perhubungan Udara Kemenhub, Agustinus Budi Hartono mengatakan, pengurangan frekuensi penerbangan tidak hanya terjadi pada rute dalam negeri, tetapi juga penerbangan internasional.

"Sebenarnya sudah mulai banyak yang mengurangi penerbangan. Bukan domestik saja, internasional juga," ujar Agustinus di Jakarta, Sabtu (5/9/2026).

Tekanan terhadap industri penerbangan semakin terasa seiring pelemahan nilai tukar rupiah terhadap dollar AS. Secara kumulatif, rupiah melemah sekitar 5,96% hingga 7,78% sejak awal Januari 2026 sampai akhir Agustus 2026.

Pada awal Januari 2026, rupiah masih berada di kisaran Rp16.725 per dollar AS. Sementara pada akhir Agustus 2026, nilai tukar rupiah telah berada di kisaran Rp17.710-Rp17.722 per dollar AS.

Bagi maskapai, pelemahan rupiah menjadi persoalan serius karena sebagian besar komponen biaya penerbangan memiliki keterkaitan dengan dollar AS.

Agustinus mengatakan, pengurangan frekuensi penerbangan menjadi salah satu pilihan yang harus ditempuh maskapai untuk mengendalikan biaya.

"Mau tidak mau seperti itu untuk melakukan efisiensi operasional perusahaan," katanya.

baca juga

Bukan hanya rupiah yang membuat maskapai ngos-ngosan. Kenaikan harga avtur juga menjadi salah satu sumber tekanan terbesar terhadap biaya operasional.

Agustinus menyebut terdapat dua faktor utama yang saat ini menekan biaya maskapai, yakni harga avtur dan pergerakan dollar AS.

"Faktor pertama avtur, kedua dollar AS. Spare part banyak menggunakan dollar AS, maintenance banyak menggunakan dollar AS, sewa pesawat juga dollar AS," jelasnya.

Artinya, ketika rupiah melemah, maskapai harus mengeluarkan lebih banyak rupiah untuk membayar berbagai kebutuhan yang menggunakan dollar AS. Pada saat bersamaan, biaya bahan bakar pesawat juga meningkat.

Kondisi tersebut membuat ruang gerak maskapai semakin sempit. Efisiensi akhirnya menjadi pilihan untuk menjaga biaya tetap terkendali dan memastikan operasional penerbangan tetap berjalan.

Salah satu bentuk efisiensi yang dilakukan adalah mengurangi frekuensi penerbangan. Strategi ini memungkinkan maskapai menyesuaikan kapasitas dengan kondisi pasar sekaligus mengurangi beban operasional pada rute-rute tertentu.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kalkulator Kecocokan Jodoh Online Menurut Primbon Jawa, Bantu Cek Keserasian Pasangan
Ikuti Kuisnya ➔
Gryffindor atau Slytherin? Cek Kepribadianmu di Kuis Asrama Hogwarts
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Kemenhub Pastikan Tiket Pesawat Naik Menjadi 8 Persen Gegara Avtur

Kemenhub Pastikan Tiket Pesawat Naik Menjadi 8 Persen Gegara Avtur

Bisnis | Sabtu, 05 September 2026 | 20:45 WIB

Gunung Anak Krakatau Erupsi, Abu Vulkanik Sedang Dideteksi Apakah Sudah Sampai Bandara Soetta

Gunung Anak Krakatau Erupsi, Abu Vulkanik Sedang Dideteksi Apakah Sudah Sampai Bandara Soetta

Bisnis | Sabtu, 05 September 2026 | 18:12 WIB

Dolar AS Keok di Asia, Rupiah Mendadak Perkasa Tembus Rp17.679

Dolar AS Keok di Asia, Rupiah Mendadak Perkasa Tembus Rp17.679

Bisnis | Kamis, 03 September 2026 | 15:28 WIB

Terkini

Asky Rizal Toding Ajudan Gubernur Kaltim yang Arogan Akhirnya Minta Maaf

Asky Rizal Toding Ajudan Gubernur Kaltim yang Arogan Akhirnya Minta Maaf

News | Rabu, 21 Oktober 2026 | 10:35 WIB

Awas Provokasi Medsos! Pemkot Makassar Turunkan Pasukan Gabungan Cegah Tawuran Meluas

Awas Provokasi Medsos! Pemkot Makassar Turunkan Pasukan Gabungan Cegah Tawuran Meluas

Sulsel | Rabu, 21 Oktober 2026 | 10:34 WIB

Jelang Pilkades 184 Desa, Polisi Awasi Ketat Fenomena Taruhan Botoh di Purbalingga

Jelang Pilkades 184 Desa, Polisi Awasi Ketat Fenomena Taruhan Botoh di Purbalingga

News | Rabu, 21 Oktober 2026 | 10:34 WIB

PNM Raih ESG NOW Awards 2026, Dukung Nasabah Mekaar Ciptakan Nilai Ekonomi dari Sampah

PNM Raih ESG NOW Awards 2026, Dukung Nasabah Mekaar Ciptakan Nilai Ekonomi dari Sampah

Bisnis | Rabu, 21 Oktober 2026 | 10:31 WIB

Harga Cabai Rawit Merah Masih Pedas, Tembus Rp104 Ribu per Kilogram

Harga Cabai Rawit Merah Masih Pedas, Tembus Rp104 Ribu per Kilogram

Bisnis | Rabu, 21 Oktober 2026 | 10:29 WIB

PNM dan PPI Buka Peluang Ekspansi Pasar bagi Produk Nasabah Mekaar

PNM dan PPI Buka Peluang Ekspansi Pasar bagi Produk Nasabah Mekaar

Bisnis | Rabu, 21 Oktober 2026 | 10:26 WIB

Persija Terpaksa Angkat Kaki dari Jakarta, Shin Tae-yong Ungkap Kerugian Rizky Ridho Cs

Persija Terpaksa Angkat Kaki dari Jakarta, Shin Tae-yong Ungkap Kerugian Rizky Ridho Cs

Bola | Rabu, 21 Oktober 2026 | 10:25 WIB

Perbedaan Bedak Tabur Wardah Pink Vs Biru, Mana yang Lebih Tahan Lama?

Perbedaan Bedak Tabur Wardah Pink Vs Biru, Mana yang Lebih Tahan Lama?

Lifestyle | Rabu, 21 Oktober 2026 | 10:21 WIB

Rentetan Kekerasan Anak Kian Mengkhawatirkan! KPAI Desak Perkuat RUU Pengasuhan

Rentetan Kekerasan Anak Kian Mengkhawatirkan! KPAI Desak Perkuat RUU Pengasuhan

News | Rabu, 21 Oktober 2026 | 10:19 WIB

Sindiran Upin Ipin soal Kabut Asap Indonesia Picu Reaksi Warganet

Sindiran Upin Ipin soal Kabut Asap Indonesia Picu Reaksi Warganet

Your Say | Rabu, 21 Oktober 2026 | 10:15 WIB

×