Dolar AS Keok di Asia, Rupiah Mendadak Perkasa Tembus Rp17.679

Mohammad Fadil Djailani, Rina Anggraeni

Kamis, 03 September 2026 | 15:28 WIB
Dolar AS Keok di Asia, Rupiah Mendadak Perkasa Tembus Rp17.679
Petugas penukaran menghitung mata uang dolar Amerika Serikat (AS) di gerai penukaran mata uang asing di Jakarta, Rabu (5/4/2017). [Suara.com/Kurniawan Mas'ud]
baca 10 detik
  • Rupiah menguat 0,47% ke Rp17.679 per dolar AS.
  • Dolar AS tertekan akibat data pekerjaan yang mengecewakan.
  • Pelantikan Destry ikut memperkuat sentimen positif terhadap rupiah.

Suara.com - Dolar Amerika Serikat (AS) kembali mendapat tekanan di pasar keuangan Asia. Imbasnya, rupiah justru mampu menunjukkan penguatan signifikan pada perdagangan Kamis (3/9/2026).

Berdasarkan data Bloomberg, rupiah ditutup di level Rp17.679 per dolar AS pada Kamis (3/9/2026). Posisi tersebut menguat 84 poin atau 0,47% dibandingkan penutupan perdagangan sebelumnya di level Rp17.733 per dolar AS.

Penguatan rupiah terjadi ketika sentimen terhadap dolar AS memburuk di pasar global. Investor merespons data ekonomi AS yang mengecewakan serta pernyataan pejabat bank sentral AS, The Federal Reserve (The Fed), yang dinilai semakin dovish.

Analis Doo Financial Futures, Lukman Leong, mengatakan pelemahan dolar AS menjadi salah satu faktor utama yang mendorong penguatan rupiah.

"Rupiah ditutup menguat cukup tajam terhadap dolar AS di tengah pelemahan dolar AS setelah data pekerjaan yang mengecewakan serta pernyataan dovish pejabat The Fed William," kata Lukman saat dihubungi Suara.com.

Selain faktor eksternal, sentimen dari dalam negeri turut memberikan tenaga tambahan bagi rupiah. Pelantikan Destry Damayanti sebagai Gubernur Bank Indonesia (BI) dinilai memberikan sentimen positif bagi pasar.

Menurut Lukman, penegasan mengenai independensi BI turut memperbaiki persepsi investor terhadap arah kebijakan moneter Indonesia.

"Sentimen domestik sendiri membaik pasca pelantikan Destry yang menegaskan independensi BI," ujarnya.

Penguatan rupiah juga tidak terjadi sendirian. Mayoritas mata uang Asia tercatat menguat terhadap dolar AS pada perdagangan hari ini.

baca juga

Yen Jepang menjadi mata uang Asia dengan penguatan paling besar, yakni mencapai 1,06%. Posisi berikutnya ditempati baht Thailand yang menguat 0,70%.

Sementara itu, dolar Singapura menguat 0,20%, disusul won Korea Selatan sebesar 0,16%.

Mata uang Asia lainnya juga mencatat penguatan, meski lebih terbatas. Ringgit Malaysia naik 0,02% dan peso Filipina menguat 0,01%.

Di tengah mayoritas mata uang Asia yang menghijau, dolar Taiwan justru menjadi satu-satunya yang melemah, yakni turun 0,10% terhadap dolar AS.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Rupiah Berikan Perlawanan, Dolar AS Lemas ke Level Rp17.697

Rupiah Berikan Perlawanan, Dolar AS Lemas ke Level Rp17.697

Bisnis | Kamis, 03 September 2026 | 09:38 WIB

Rupiah Melemah Imbas Kembali Memanasnya Timur Tengah

Rupiah Melemah Imbas Kembali Memanasnya Timur Tengah

Bisnis | Rabu, 02 September 2026 | 19:41 WIB

Dolar AS Beri Tekanan ke Rupiah, Menuju Level Rp17.773

Dolar AS Beri Tekanan ke Rupiah, Menuju Level Rp17.773

Bisnis | Rabu, 02 September 2026 | 09:30 WIB

Terkini

Dolar AS Keok di Asia, Rupiah Mendadak Perkasa Tembus Rp17.679

Dolar AS Keok di Asia, Rupiah Mendadak Perkasa Tembus Rp17.679

Bisnis | Kamis, 03 September 2026 | 15:28 WIB

Pakai 7 Bahasa dan Lintas Benua, Sebesar Apa Sih Skala Pengabdi Setan 3?

Pakai 7 Bahasa dan Lintas Benua, Sebesar Apa Sih Skala Pengabdi Setan 3?

Your Say | Kamis, 03 September 2026 | 15:28 WIB

Dikenal Pendiam dan Sopan, Mahasiswa UI yang Tewas di Kos Depok Dipulangkan ke Palembang

Dikenal Pendiam dan Sopan, Mahasiswa UI yang Tewas di Kos Depok Dipulangkan ke Palembang

News | Kamis, 03 September 2026 | 15:27 WIB

Sertifikasi Halal Restoran Boleh Bertahap, Tapi Kehalalan Menu Tak Bisa Setengah-Setengah

Sertifikasi Halal Restoran Boleh Bertahap, Tapi Kehalalan Menu Tak Bisa Setengah-Setengah

Lifestyle | Kamis, 03 September 2026 | 15:27 WIB

Cuma 2 Hari! BRI Bagi-bagi Cashback E-Wallet 10%, Catat Tanggal Mainnya

Cuma 2 Hari! BRI Bagi-bagi Cashback E-Wallet 10%, Catat Tanggal Mainnya

Bri | Kamis, 03 September 2026 | 15:27 WIB

Dugaan Ormas Semprotkan Bubuk Merica di Demo Simpang Gramedia, Kesbangpol DIY Serahkan ke Polisi

Dugaan Ormas Semprotkan Bubuk Merica di Demo Simpang Gramedia, Kesbangpol DIY Serahkan ke Polisi

Jawa Tengah | Kamis, 03 September 2026 | 15:23 WIB

Bapak-bapak Calo Seleksi Polisi Dibekuk, Tipu Warga Meranti Rp300 Juta

Bapak-bapak Calo Seleksi Polisi Dibekuk, Tipu Warga Meranti Rp300 Juta

Riau | Kamis, 03 September 2026 | 15:23 WIB

RI Punya Pabrik Baja Kapasitas 1,2 Juta Ton

RI Punya Pabrik Baja Kapasitas 1,2 Juta Ton

Bisnis | Kamis, 03 September 2026 | 15:22 WIB

Malaysia Selangkah Lagi Jadi Negara Maju, Indonesia Masih Terjebak di Lantai Dasar

Malaysia Selangkah Lagi Jadi Negara Maju, Indonesia Masih Terjebak di Lantai Dasar

Your Say | Kamis, 03 September 2026 | 15:21 WIB

Apa yang Membuat PC AI Relevan di Tengah Pasar yang Penuh Janji Teknologi?

Apa yang Membuat PC AI Relevan di Tengah Pasar yang Penuh Janji Teknologi?

Sumut | Kamis, 03 September 2026 | 15:20 WIB

×