Apakah Uang Rupiah Bertanda Tangan Purbaya Masih Sah Dipakai? Ini Penjelasan BI

Farah Nabilla

Selasa, 22 September 2026 | 13:05 WIB
Apakah Uang Rupiah Bertanda Tangan Purbaya Masih Sah Dipakai? Ini Penjelasan BI
Ilustrasi uang pecahan Rp100.000. Sumber: (Pexels/Ahsanjaya)
baca 10 detik
  • Bank Indonesia menyatakan uang Rupiah bertanda tangan mantan Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa tetap sah digunakan bertransaksi.
  • Pejabat Bank Indonesia Ramdan Denny Prakoso menjelaskan tanda tangan uang disesuaikan dengan pejabat saat produksi dilakukan.
  • Masyarakat dapat memakai uang tersebut secara normal dan nilai koleksinya ditentukan berbagai faktor pasar, bukan sekadar pergantian pejabat.

Suara.com - Uang Rupiah bertanda tangan Purbaya Yudhi Sadewa sebagai Menteri Keuangan kini ramai diburu masyarakat setelah Purbaya tidak lagi menjabat. Namun, apakah uang tersebut masih sah digunakan untuk transaksi sehari-hari?

Uang Rupiah bertanda tangan Purbaya tetap sah digunakan sebagai alat pembayaran di Indonesia.

Bank Indonesia (BI) memastikan pergantian pejabat tidak otomatis membuat uang Rupiah yang sudah diproduksi dan beredar menjadi tidak berlaku.

Uang rupiah bertandatangan Purbaya [Tangkapan layar]
Uang rupiah bertandatangan Purbaya [Tangkapan layar]

Direktur Eksekutif Kepala Departemen Komunikasi BI Ramdan Denny Prakoso menjelaskan, pencantuman tanda tangan pada uang Rupiah mengikuti ketentuan Undang-Undang Nomor 7 Tahun 2011 tentang Mata Uang sebagaimana telah diubah melalui Undang-Undang Nomor 4 Tahun 2023 tentang Pengembangan dan Penguatan Sektor Keuangan.

“Uang Rupiah kertas memuat tanda tangan Pemerintah yang diwakili Menteri Keuangan dan Bank Indonesia yang diwakili Gubernur Bank Indonesia. Tanda tangan yang tercantum pada Uang Rupiah menyesuaikan dengan pejabat yang menjabat pada saat proses penetapan dan produksi Uang Rupiah,” ujar Ramdan, Selasa (22/9/2026).

Uang Bertanda Tangan Purbaya Tetap Berlaku

BI secara khusus menegaskan bahwa uang Rupiah tahun cetak 2026 yang memuat tanda tangan Purbaya Yudhi Sadewa sebagai Menteri Keuangan dan Perry Warjiyo sebagai Gubernur BI tetap merupakan alat pembayaran yang sah di wilayah Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI).

Dengan demikian, masyarakat yang masih memiliki uang tersebut tidak perlu khawatir uangnya menjadi tidak berlaku hanya karena Purbaya dan Perry sudah tidak lagi menduduki jabatan yang tercantum pada uang.

Uang tersebut tetap dapat digunakan untuk membayar barang dan jasa seperti uang Rupiah lainnya selama kondisi fisik dan keasliannya memenuhi ketentuan.

Hal ini juga sejalan dengan Peraturan Bank Indonesia Nomor 3 Tahun 2026 tentang Uang Rupiah Kertas dan Logam. Dalam aturan tersebut, BI menegaskan Rupiah sebagai alat pembayaran yang sah di wilayah NKRI.

baca juga

Karena tanda tangan menyesuaikan pejabat yang menjabat pada saat proses penetapan dan produksi, sebuah uang yang telah dicetak dapat tetap memuat tanda tangan pejabat lama meskipun kemudian terjadi pergantian jabatan.

Apakah Uang Purbaya Langka dan Bisa Jadi Barang Koleksi?

Munculnya uang bertanda tangan Purbaya juga memicu pembicaraan di kalangan masyarakat dan kolektor.

Namun, status sebagai uang yang sudah tidak menggunakan tanda tangan pejabat yang sedang menjabat tidak otomatis membuatnya bernilai tinggi sebagai barang koleksi.

Dalam dunia numismatik, nilai sebuah uang dapat dipengaruhi berbagai faktor, antara lain kondisi fisik, kelangkaan, variasi cetakan, nomor seri, jumlah yang beredar, serta permintaan dari kolektor.

Karena itu, harga koleksi tidak dapat ditentukan hanya berdasarkan nama pejabat yang tanda tangannya tercetak pada uang.

Artinya, masyarakat tetap dapat menggunakan uang bertanda tangan Purbaya untuk transaksi apabila menginginkannya.

Menyimpannya sebagai koleksi juga merupakan pilihan pribadi, tetapi nilai jual di kemudian hari tidak dapat dipastikan hanya karena adanya pergantian pejabat.

Jadi, jika menemukan uang Rupiah bertanda tangan Purbaya, masyarakat tetap bisa menggunakannya sebagai alat pembayaran. Sementara bagi yang tertarik mengoleksinya, perlu membedakan antara status uang sebagai alat pembayaran yang sah dengan nilai numismatik yang terbentuk berdasarkan kondisi dan permintaan pasar kolektor.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kalkulator Kecocokan Jodoh Online Menurut Primbon Jawa, Bantu Cek Keserasian Pasangan
Ikuti Kuisnya ➔
Gryffindor atau Slytherin? Cek Kepribadianmu di Kuis Asrama Hogwarts
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Sedang Banyak Dicari, Uang Bertanda Tangan Purbaya Keluaran Tahun Berapa?

Sedang Banyak Dicari, Uang Bertanda Tangan Purbaya Keluaran Tahun Berapa?

Bisnis | Selasa, 22 September 2026 | 12:16 WIB

Kondisi Rupiah Terus Ambruk, Dolar AS Makin Naik ke Level Rp17.894

Kondisi Rupiah Terus Ambruk, Dolar AS Makin Naik ke Level Rp17.894

Bisnis | Selasa, 22 September 2026 | 09:35 WIB

BI Salahkan Kondisi Geopolitik Buat Rupiah Paling Loyo Hari Ini

BI Salahkan Kondisi Geopolitik Buat Rupiah Paling Loyo Hari Ini

Bisnis | Senin, 21 September 2026 | 20:23 WIB

Menkeu Suahasil Tegaskan Pelantikan Pejabat Era Purbaya Tetap Sah

Menkeu Suahasil Tegaskan Pelantikan Pejabat Era Purbaya Tetap Sah

Video | Senin, 21 September 2026 | 18:48 WIB

Terkini

Demonstran di Mabes Polri Minta Kapolda Jateng Segera Dicopot, Polisi Tindaklanjuti

Demonstran di Mabes Polri Minta Kapolda Jateng Segera Dicopot, Polisi Tindaklanjuti

News | Jum'at, 06 November 2026 | 18:46 WIB

KPK Duga Uang Rp 2 Miliar dari Dirut KAI Berasal dari Tersangka Korupsi Pertamina

KPK Duga Uang Rp 2 Miliar dari Dirut KAI Berasal dari Tersangka Korupsi Pertamina

News | Jum'at, 06 November 2026 | 18:45 WIB

Penuh Kehangatan, Mark Lee Ungkap Arti Kebahagiaan Sejati di Lagu Happiest

Penuh Kehangatan, Mark Lee Ungkap Arti Kebahagiaan Sejati di Lagu Happiest

Your Say | Jum'at, 06 November 2026 | 18:45 WIB

Viral CCTV Ibu Kandung Aniaya Anak 4 Tahun di Kalbar, Pelaku Diduga Kabur ke Jakarta

Viral CCTV Ibu Kandung Aniaya Anak 4 Tahun di Kalbar, Pelaku Diduga Kabur ke Jakarta

News | Jum'at, 06 November 2026 | 18:40 WIB

Uang Rp2 Miliar Disita KPK, Dirut KAI Bobby Rasyidin: Saya Sangat Sedih

Uang Rp2 Miliar Disita KPK, Dirut KAI Bobby Rasyidin: Saya Sangat Sedih

News | Jum'at, 06 November 2026 | 18:39 WIB

Periksa Dua Pejabat ATR/BPN, KPK Cecar Soal Aliran Dana dari PT Summarecon

Periksa Dua Pejabat ATR/BPN, KPK Cecar Soal Aliran Dana dari PT Summarecon

News | Jum'at, 06 November 2026 | 18:35 WIB

Bongkar Dosa Bos Nikel Arif Kurniawan: Kuasai 6 Tambang di Sultra hingga Diduga Suap Pejabat

Bongkar Dosa Bos Nikel Arif Kurniawan: Kuasai 6 Tambang di Sultra hingga Diduga Suap Pejabat

News | Jum'at, 06 November 2026 | 18:33 WIB

Kans Eks Ketum PSSI-nya Jepang Gantikan Gianni  Infantino sebagai Presiden FIFA

Kans Eks Ketum PSSI-nya Jepang Gantikan Gianni Infantino sebagai Presiden FIFA

Bola | Jum'at, 06 November 2026 | 18:25 WIB

4 Smart TV 4K 50 Inci dengan Visual Super Jernih dan Termurah untuk Ruang Keluarga

4 Smart TV 4K 50 Inci dengan Visual Super Jernih dan Termurah untuk Ruang Keluarga

Lifestyle | Jum'at, 06 November 2026 | 18:23 WIB

The Enchanted Garden 2: Petualangan Seru Menyelamatkan Kebun Ajaib!

The Enchanted Garden 2: Petualangan Seru Menyelamatkan Kebun Ajaib!

Your Say | Jum'at, 06 November 2026 | 18:15 WIB

×