Komut Antam Ungkap Cadangan Nikel RI Bisa Habis 10 Tahun Lagi

Mohammad Fadil Djailani

Rabu, 23 September 2026 | 10:51 WIB
Komut Antam Ungkap Cadangan Nikel RI Bisa Habis 10 Tahun Lagi
Komisaris Utama PT Aneka Tambang Tbk (Antam), Prof. Irwandy Arif. Desain Suara.com/AI
baca 10 detik
  • Cadangan nikel RI berpotensi habis dalam 10 tahun.
  • Produksi 735 juta ton bisa pangkas umur saprolit jadi 6 tahun.
  • Hilirisasi RI belum maksimal karena masih dominan produk antara.

Suara.com - Tak sedang bercanda, pasalnya cadangan nikel Indonesia terancam menipis dalam waktu sekitar 10 tahun. Kondisi ini menjadi tantangan di tengah agresifnya pembangunan smelter dan program hilirisasi mineral di dalam negeri jika tidak dikelola secara hati-hati.

Komisaris Utama PT Aneka Tambang Tbk (Antam), Prof. Irwandy Arif, mengatakan peningkatan kapasitas produksi smelter akan mempercepat pemanfaatan cadangan nikel nasional. Bahkan, pada tingkat produksi tertentu, umur cadangan komoditas tersebut dapat menjadi jauh lebih pendek.

“Yang akan habis segera, kemungkinan kalau kita tidak mengelola dengan baik adalah nikel. Dalam 10 tahun, kalau tidak dikelola dengan baik, cadangan nikel kita akan habis,” kata Irwandy dalam Annual Business Meeting 2026 bertema Beyond Boundaries, Toward Global Excellence yang digelar Antam Resources.Id di J.W. Marriott Hotel Jakarta, Senin (21/9/2026).

Menurut Irwandy, apabila kapasitas produksi meningkat hingga sekitar 735 juta ton, umur cadangan saprolit diperkirakan hanya sekitar enam tahun. Sementara itu, cadangan limonit diperkirakan memiliki umur sekitar 16 tahun.

Proyeksi tersebut menunjukkan bahwa lonjakan kapasitas pengolahan tidak serta-merta menjamin keberlanjutan industri nikel. Jika laju produksi tidak diimbangi dengan pengelolaan cadangan yang tepat, Indonesia berisiko menghadapi tekanan terhadap ketersediaan bahan baku dalam jangka panjang.

Di sisi lain, persoalan Indonesia bukan hanya seberapa lama cadangan nikel dapat bertahan, tetapi juga seberapa besar nilai ekonomi yang berhasil diperoleh dari sumber daya tersebut.

Irwandy menilai industri mineral nasional saat ini masih banyak berada pada tahap produk-antara dan belum sepenuhnya mencapai produk akhir. Kondisi tersebut juga terjadi dalam rantai pasok industri baterai.

“Kita masih berada di tengah. Kita baru menuju ke industrialisasi. Belum menuju ke produk akhir. Jadi, kita masih belum mendapatkan nilai tambah yang maksimum,” ujarnya.

Menurut dia, Indonesia perlu membangun ekosistem industri yang lebih lengkap agar hilirisasi tidak hanya meningkatkan kapasitas pengolahan mineral, tetapi juga menghasilkan nilai tambah yang lebih besar.

baca juga

Pengembangan tersebut mencakup pemanfaatan tailing atau limbah hasil pengolahan, sekaligus penguatan aspek lingkungan, sosial, dan tata kelola atau ESG. Langkah tersebut dinilai penting agar eksploitasi sumber daya mineral tidak hanya mengejar peningkatan produksi, tetapi juga memperhitungkan keberlanjutan cadangan dan dampak industrinya.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Gryffindor atau Slytherin? Cek Kepribadianmu di Kuis Asrama Hogwarts
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Dananya Ditabung Dulu, Harga Emas Antam Lagi Naik Jadi Rp2,63 Juta/Gram

Dananya Ditabung Dulu, Harga Emas Antam Lagi Naik Jadi Rp2,63 Juta/Gram

Bisnis | Rabu, 23 September 2026 | 10:13 WIB

Harga Emas Pegadaian Hari Ini Stagnan, Saatnya Borong atau Tahan Dulu?

Harga Emas Pegadaian Hari Ini Stagnan, Saatnya Borong atau Tahan Dulu?

Bisnis | Rabu, 23 September 2026 | 08:56 WIB

Harga Emas Antam Turun Lagi Jadi Rp2.627.000/Gram

Harga Emas Antam Turun Lagi Jadi Rp2.627.000/Gram

Bisnis | Selasa, 22 September 2026 | 09:58 WIB

Terkini

Komut Antam Ungkap Cadangan Nikel RI Bisa Habis 10 Tahun Lagi

Komut Antam Ungkap Cadangan Nikel RI Bisa Habis 10 Tahun Lagi

Bisnis | Rabu, 23 September 2026 | 10:51 WIB

Sebelum Ditangkap KPK, Sirajudin Lasena Hubungi Sejumlah Pihak Swasta di Jakarta

Sebelum Ditangkap KPK, Sirajudin Lasena Hubungi Sejumlah Pihak Swasta di Jakarta

News | Rabu, 23 September 2026 | 10:50 WIB

Seperti Negara Otoriter! Aturan Izin Publikasi Survei dalam RUU Statistik Dikritik Akademisi

Seperti Negara Otoriter! Aturan Izin Publikasi Survei dalam RUU Statistik Dikritik Akademisi

News | Rabu, 23 September 2026 | 10:41 WIB

Pasar Kripto Kompak Menguat, CFX10 Naik 1,23 Persen

Pasar Kripto Kompak Menguat, CFX10 Naik 1,23 Persen

Bisnis | Rabu, 23 September 2026 | 10:39 WIB

Rekomendasi Produk Viva untuk Eksfoliasi Wajah, Mulai Rp12 Ribuan

Rekomendasi Produk Viva untuk Eksfoliasi Wajah, Mulai Rp12 Ribuan

Lifestyle | Rabu, 23 September 2026 | 10:39 WIB

Skuad Timnas Indonesia Berubah Drastis, John Herdman Pakai Perumpamaan Formula 1 dan Reli

Skuad Timnas Indonesia Berubah Drastis, John Herdman Pakai Perumpamaan Formula 1 dan Reli

Bola | Rabu, 23 September 2026 | 10:39 WIB

Harga Cabai Merah Keriting Naik 25 Persen

Harga Cabai Merah Keriting Naik 25 Persen

Bisnis | Rabu, 23 September 2026 | 10:37 WIB

Gara-gara AI, Warga Amerika Ramai-ramai Tolak Pembangunan Data Center: Kenapa?

Gara-gara AI, Warga Amerika Ramai-ramai Tolak Pembangunan Data Center: Kenapa?

News | Rabu, 23 September 2026 | 10:35 WIB

Hunian Murah Masih Jadi Incaran, Rumah Rp98 Juta Laku 2.000 Unit

Hunian Murah Masih Jadi Incaran, Rumah Rp98 Juta Laku 2.000 Unit

Bisnis | Rabu, 23 September 2026 | 10:35 WIB

Polemik Shin Tae-yong dan Dirtek Java United Memanas, Persija Pilih Tempuh Jalur Komdis PSSI

Polemik Shin Tae-yong dan Dirtek Java United Memanas, Persija Pilih Tempuh Jalur Komdis PSSI

Bola | Rabu, 23 September 2026 | 10:31 WIB

×