Dolar AS Kokoh di Level Tertinggi Dua Bulan, Bagaimana Prospek Kurs Rupiah?

M Nurhadi

Rabu, 23 September 2026 | 11:31 WIB
Dolar AS Kokoh di Level Tertinggi Dua Bulan, Bagaimana Prospek Kurs Rupiah?
Dolar AS [Antara]
baca 10 detik
  • Rupiah menguat ke level Rp17.844 per dolar AS pada pembukaan perdagangan Rabu pagi, 23 September 2026.
  • Penguatan rupiah terjadi saat dolar AS tetap kokoh di pasar global di tengah ketegangan geopolitik Timur Tengah.
  • Pergerakan pasar global turut dipengaruhi oleh sentimen kenaikan suku bunga bank sentral dan konflik yang mendongkrak harga minyak.

Suara.com - Nilai tukar (kurs) rupiah mendadak melompat menguat terhadap dolar Amerika Serikat (AS) pada pembukaan perdagangan hari Rabu (23/9/2026).

Berdasarkan data pergerakan di pasar spot exchange Bloomberg pada pukul 09.10 WIB, mata uang Garuda dibuka terapresiasi sebesar 40 poin atau setara dengan 0,22 persen, membawanya bertengger di level Rp17.844 per dolar AS. M

enariknya, penguatan nilai tukar domestik ini terjadi tepat ketika posisi dolar AS di pasar global masih berdiri sangat kokoh. Indeks dolar AS, yang mengukur kekuatan greenback terhadap keranjang enam mata uang utama dunia, terpantau stabil menguat 0,04 persen di posisi 100,64, menempatkannya di sekitar level terkuatnya dalam dua bulan terakhir.

Pergerakan positif rupiah pada hari ini memberikan angin segar setelah pada sesi perdagangan sebelumnya, Selasa (22/9/2026), nilai tukar rupiah terpaksa ditutup melemah 37 poin atau 0,21 persen ke level Rp17.884 per dolar AS.

Penguatan rupiah di awal perdagangan ini terjadi ketika para pelaku pasar global sedang sibuk mencermati dua faktor utama: proyeksi kebijakan pengetatan suku bunga dari berbagai bank sentral utama dan eskalasi ketegangan geopolitik yang terus berpusat di kawasan Timur Tengah.

Di pasar mata uang kawasan Eropa, tekanan dolar AS terus memakan korban. Nilai tukar euro pada awal perdagangan tercatat berada di level US$1,1446, tergelincir dan tertahan di sekitar level terlemahnya sejak akhir Juli lalu. Sementara itu, nilai tukar poundsterling Inggris terpantau diperdagangkan pada level US$1,3337.

Dominasi dolar AS di pasar valuta asing belakangan ini sangat didorong oleh serentetan kebijakan kenaikan suku bunga serta retorika hawkish dari para petinggi bank sentral utama dunia.

Langkah pengetatan likuiditas ini terpaksa diambil sebagai tameng menghadapi lonjakan inflasi, yang kembali dipicu oleh melesatnya harga minyak dunia akibat pecahnya konflik militer antara aliansi AS-Israel dengan Iran.

Pelaku pasar saat ini tengah mengantisipasi langkah pengetatan lebih lanjut. Sejumlah pejabat Federal Reserve (The Fed) bahkan telah memberikan sinyal yang cukup kuat mengenai potensi kenaikan suku bunga tambahan jika data inflasi domestik AS tidak segera menunjukkan tren penurunan yang signifikan.

baca juga

"The dollar's support from rates looks durable, but futures already price more tightening than the Fed's own projections, so the dollar now needs the data to confirm it," kata Kieran Williams, Head of Asia FX di Intouch Capital Markets.

Dari sektor komoditas energi, pergerakan harga minyak terus menjadi sorotan utama yang memengaruhi inflasi global. Kontrak berjangka minyak mentah acuan Brent saat ini diperdagangkan pada level US$99,22 per barel. Tingginya harga ini didorong oleh meroketnya ketegangan militer, di mana harga Brent sendiri telah melonjak hingga 37 persen sejak konflik meletus pada akhir Februari lalu.

Namun, laju harga minyak sedikit tertahan oleh munculnya secercah harapan diplomatik. Para investor berharap forum Sidang Majelis Umum PBB pekan ini dapat membuka jalan bagi resolusi damai di Timur Tengah. Presiden AS Donald Trump sebelumnya memberikan peringatan keras bahwa ia siap mengerahkan kekuatan penuh ke Iran jika tidak ada kesepakatan damai. Akan tetapi, pada saat yang sama, Trump juga mengisyaratkan bahwa sebuah kesepakatan diplomatik berpotensi segera tercapai di tengah forum PBB tersebut.

"The good news is that oil prices have moderated somewhat from the highs but the path forward remains unclear given the lack of clarity around a possible resolution of the conflict," ungkap Michael Wan, analis mata uang di MUFG.

Di samping memantau krisis Timur Tengah, para pemodal juga tengah menanti dengan penuh kehati-hatian rencana pertemuan tingkat tinggi antara Presiden AS Donald Trump dan Presiden Tiongkok Xi Jinping. Kedua pemimpin negara dengan perekonomian terbesar di dunia tersebut dijadwalkan bertemu untuk mencari titik stabilitas di tengah memanasnya hubungan diplomatik dan perang dagang yang membebani prospek pertumbuhan ekonomi global.

Kerentanan Yen dan Ancaman Intervensi Bank of Japan
Di Asia, nilai tukar yen Jepang tampak semakin tertekan dan berada di level 157,55 per dolar AS. Para trader valuta asing saat ini bersikap sangat waspada terhadap ancaman intervensi langsung dari otoritas Jepang. Kewaspadaan ini muncul setelah pasar menilai bahwa langkah Bank of Japan (BOJ) yang menaikkan suku bunga ke level tertinggi dalam 31 tahun pada pekan lalu terkesan kurang agresif atau kurang hawkish.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Gryffindor atau Slytherin? Cek Kepribadianmu di Kuis Asrama Hogwarts
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Gara-gara AI, Warga Amerika Ramai-ramai Tolak Pembangunan Data Center: Kenapa?

Gara-gara AI, Warga Amerika Ramai-ramai Tolak Pembangunan Data Center: Kenapa?

News | Rabu, 23 September 2026 | 10:35 WIB

Iran Mau Jual Kapal Sitaan AS dan Israel di Selat Hormuz, Duitnya untuk Korban Perang

Iran Mau Jual Kapal Sitaan AS dan Israel di Selat Hormuz, Duitnya untuk Korban Perang

News | Rabu, 23 September 2026 | 10:25 WIB

Rupiah Akhirnya Perkasa Pagi Ini ke Level Rp17.852

Rupiah Akhirnya Perkasa Pagi Ini ke Level Rp17.852

Bisnis | Rabu, 23 September 2026 | 09:53 WIB

Terkini

BI Soroti Transaksi Tak Sah di Dompet Digital DANA

BI Soroti Transaksi Tak Sah di Dompet Digital DANA

Bisnis | Rabu, 23 September 2026 | 11:47 WIB

Bela Istri yang Diganggu, WNA Iran Malah Dikeroyok Hingga Babak Belur di Bali

Bela Istri yang Diganggu, WNA Iran Malah Dikeroyok Hingga Babak Belur di Bali

Bali | Rabu, 23 September 2026 | 11:46 WIB

Kopi Dingin vs Panas, Mana yang Lebih Bikin Melek? Ini yang Lebih Tinggi Kafeinnya

Kopi Dingin vs Panas, Mana yang Lebih Bikin Melek? Ini yang Lebih Tinggi Kafeinnya

Lifestyle | Rabu, 23 September 2026 | 11:44 WIB

Iran Patok Denda Fantastis untuk Kapal Nakal di Selat Hormuz, Langsung Cuan Sekali Bayar

Iran Patok Denda Fantastis untuk Kapal Nakal di Selat Hormuz, Langsung Cuan Sekali Bayar

News | Rabu, 23 September 2026 | 11:42 WIB

Siswa SD Tewas Tersedak Menu MBG, JPPI Soroti SOP Keamanan Makanan hingga Penanganan Darurat

Siswa SD Tewas Tersedak Menu MBG, JPPI Soroti SOP Keamanan Makanan hingga Penanganan Darurat

News | Rabu, 23 September 2026 | 11:40 WIB

Kenapa Kita Selalu Mengecek HP Padahal Tidak Ada Notifikasi? Ini Penjelasannya

Kenapa Kita Selalu Mengecek HP Padahal Tidak Ada Notifikasi? Ini Penjelasannya

Tekno | Rabu, 23 September 2026 | 11:39 WIB

Kejutan Skuad Timnas di FIFA ASEAN Cup 2026: Badai Cedera dan Misi Sulit John Herdman

Kejutan Skuad Timnas di FIFA ASEAN Cup 2026: Badai Cedera dan Misi Sulit John Herdman

Your Say | Rabu, 23 September 2026 | 11:33 WIB

Pestapora 2026 Makin Nyaman, Ada Cicilan 0% dari BRI Kartu Kredit

Pestapora 2026 Makin Nyaman, Ada Cicilan 0% dari BRI Kartu Kredit

Bali | Rabu, 23 September 2026 | 11:32 WIB

Dolar AS Kokoh di Level Tertinggi Dua Bulan, Bagaimana Prospek Kurs Rupiah?

Dolar AS Kokoh di Level Tertinggi Dua Bulan, Bagaimana Prospek Kurs Rupiah?

Bisnis | Rabu, 23 September 2026 | 11:31 WIB

Ke Pestapora 2026 Jadi Lebih Ringan Berkat Cicilan 0% BRI Kartu Kredit

Ke Pestapora 2026 Jadi Lebih Ringan Berkat Cicilan 0% BRI Kartu Kredit

Sulsel | Rabu, 23 September 2026 | 11:30 WIB

×