Belanja Negara Bisa Cetak Rekor Rp4.000 Triliun, Ini Sektor yang Jadi Prioritas

Achmad Fauzi, Fakhri Fuadi Muflih

Rabu, 23 September 2026 | 16:44 WIB
Belanja Negara Bisa Cetak Rekor Rp4.000 Triliun, Ini Sektor yang Jadi Prioritas
Menteri Keuangan, Suahasil Nazara. [Suara.com/Novian Ardiansyah].
baca 10 detik
  • Menteri Keuangan Suahasil Nazara menyatakan belanja negara RAPBN 2027 berpotensi mencapai rekor tertinggi sebesar Rp4.000 triliun.
  • Pemerintah dan DPR membahas rancangan tersebut di Jakarta pada Kamis, 23 September 2026, dengan target defisit 2,4 persen PDB.
  • Anggaran itu diarahkan untuk meningkatkan kualitas SDM, infrastruktur, serta mendorong pertumbuhan ekonomi nasional sebesar 6 persen.

Suara.com - Menteri Keuangan Suahasil Nazara mengungkapkan belanja negara pada Rancangan Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (RAPBN) 2027 bisa mencapai Rp4.000 triliun. Jika menembus level itu, maka menjadi belanja negara tertinggi sepanjang sejarah.

Suahasil mengatakan pemerintah saat ini masih membahas RAPBN 2027 bersama Dewan Perwakilan Rakyat (DPR). Dalam rancangan tersebut, pemerintah menetapkan target defisit sebesar 2,4 persen terhadap Produk Domestik Bruto (PDB).

"Tahun 2027, kita sedang mendesain APBN untuk 2027. Saat ini kita berada di tengah-tengah pembicaraan dengan Dewan Perwakilan Rakyat dan APBN yang kita desain dalam bentuk RAPBN adalah dengan defisit di angka 2,4 persen dari PDB dengan komposisi belanja seperti di atas, seperti di kolomnya di atas," ujar Suahasil dalam acara Antara Business Forum di Jakarta, Kamis (23/9/2026).

Menurut Suahasil, besarnya anggaran belanja negara tersebut tidak hanya menunjukkan peningkatan nominal belanja pemerintah. Anggaran yang besar juga membawa tanggung jawab untuk memastikan belanja memberikan dampak terhadap perekonomian dan kesejahteraan masyarakat.

Karyawan mengecek tumpukan uang tunai di cash pooling Plaza Bank Mandiri, Jakarta, Kamis (1/8/2024). [Suara.com/Alfian Winanto]
Ilustrasi uang negara yang akan dibelanjakan ke program-progran pemerintah. [Suara.com/Alfian Winanto]

"RAPBN 2027 kita desain sehingga kemungkinan besar ini pertama kali dalam sejarah Republik Indonesia belanja negara melebihi Rp4.000 triliun," ujarnya.

Suahasil menekankan belanja negara harus diarahkan pada program yang memberikan dampak langsung terhadap peningkatan kualitas sumber daya manusia, produktivitas, hingga konektivitas.

"Ini bukan hanya sekadar belanja yang besar, tetapi juga adalah tanggung jawab yang besar. Yang seperti saya katakan tadi, dia harus bisa menyentuh titik-titik yang meningkatkan mutu modal manusia," kata Suahasil.

Ia menyebut sejumlah program yang menjadi perhatian pemerintah, antara lain peningkatan produktivitas, kesehatan, pendidikan, perlindungan sosial, serta pembangunan konektivitas infrastruktur.

"Program peningkatan produktivitas, program kesehatan, program pendidikan, program untuk memberikan perlindungan sosial, program untuk memastikan konektivitas infrastruktur," ujarnya.

baca juga

Suahasil juga menekankan belanja pemerintah perlu disinergikan dengan investasi dan sektor keuangan agar mampu memberikan dampak lebih besar terhadap pertumbuhan ekonomi.

Menurut dia, APBN hanya merupakan salah satu bagian dari keseluruhan aktivitas perekonomian nasional. Karena itu, besarnya belanja negara harus mampu menjadi katalis bagi konsumsi rumah tangga, investasi, dan ekspor.

"Pertanyaannya bagaimana Rp3.800 triliun mendorong household consumption, bisa menjadi katalis untuk investasi, bisa mendorong ekspor, dan juga melihat pertumbuhan ekonomi secara keseluruhan," kata Suahasil.

Sebagai gambaran, total belanja APBN 2026 diperkirakan mencapai Rp3.842 triliun. Sementara Produk Domestik Bruto (PDB) Indonesia tahun ini diperkirakan berada di kisaran Rp25.000 triliun.

Untuk 2027, pemerintah menargetkan pertumbuhan ekonomi sebesar 6 persen. Suahasil mengatakan target tersebut membutuhkan pertumbuhan investasi sekitar 7 persen atau lebih.

"Untuk tahun depan kita memperkirakan bahwa pertumbuhan ekonomi mencapai 6 persen dengan investasi yang perlu tumbuh di sekitar 7 persen, kalau bisa lebih. Ini menjadi PR yang sangat besar, karena itu kemudian berbagai macam elemen di dalam pembangunan kita harus bersinergi, harus bekerja sama," pungkasnya.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kalkulator Kecocokan Jodoh Online Menurut Primbon Jawa, Bantu Cek Keserasian Pasangan
Ikuti Kuisnya ➔
Gryffindor atau Slytherin? Cek Kepribadianmu di Kuis Asrama Hogwarts
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Menkeu Suahasil Mau RI Belajar dari Korea Selatan demi Jadi Negara Maju

Menkeu Suahasil Mau RI Belajar dari Korea Selatan demi Jadi Negara Maju

Bisnis | Rabu, 23 September 2026 | 15:17 WIB

Menkeu Suahasil Proyeksi Insentif Pajak Tembus Rp 576 T di 2025, Setara 2,2% PDB

Menkeu Suahasil Proyeksi Insentif Pajak Tembus Rp 576 T di 2025, Setara 2,2% PDB

Bisnis | Rabu, 23 September 2026 | 13:43 WIB

Belanja Negara di RAPBN 2027 Tembus Rp 4.000 Triliun, Menkeu Suahasil: Pertama Kali dalam Sejarah

Belanja Negara di RAPBN 2027 Tembus Rp 4.000 Triliun, Menkeu Suahasil: Pertama Kali dalam Sejarah

Bisnis | Rabu, 23 September 2026 | 12:25 WIB

Terkini

Sulap Sampah Plastik Menjadi Kostum Jutaan Rupiah, Kisah Gotong Royong Kampung Pancasila Gunungsari

Sulap Sampah Plastik Menjadi Kostum Jutaan Rupiah, Kisah Gotong Royong Kampung Pancasila Gunungsari

Jatim | Sabtu, 07 November 2026 | 19:02 WIB

Kemiskinan Struktural Punya Dampak ke Anak dan Pendapatan Keluarga

Kemiskinan Struktural Punya Dampak ke Anak dan Pendapatan Keluarga

Your Say | Sabtu, 07 November 2026 | 19:00 WIB

Kenapa Polo Indonesia Murah? Ini 5 Hal yang Membedakan dari Ralph Lauren

Kenapa Polo Indonesia Murah? Ini 5 Hal yang Membedakan dari Ralph Lauren

Lifestyle | Sabtu, 07 November 2026 | 18:59 WIB

Rosiade Padel Tournament 2026 Sabet Dua Rekor MURI, Erick Thohir: Menpora Saja Susah Dapat

Rosiade Padel Tournament 2026 Sabet Dua Rekor MURI, Erick Thohir: Menpora Saja Susah Dapat

Sport | Sabtu, 07 November 2026 | 18:59 WIB

Rosiade Padel Tournament Seri 3, Tetap Gratis Demi Lahirkan Atlet Berprestasi

Rosiade Padel Tournament Seri 3, Tetap Gratis Demi Lahirkan Atlet Berprestasi

Sport | Sabtu, 07 November 2026 | 18:54 WIB

Hyundai Siapkan Lebih Banyak Model Hybrid Manfaatkan Insentif Pemerintah

Hyundai Siapkan Lebih Banyak Model Hybrid Manfaatkan Insentif Pemerintah

Otomotif | Sabtu, 07 November 2026 | 18:50 WIB

Peran Satwa Surili Jawa pada Ekologis Lingkungan dari Ancaman Deforestasi

Peran Satwa Surili Jawa pada Ekologis Lingkungan dari Ancaman Deforestasi

Your Say | Sabtu, 07 November 2026 | 18:45 WIB

Menakar Peluang AHY Gantikan Gibran Jadi Wapres: Peta Koalisi dan Tantangan Politiknya

Menakar Peluang AHY Gantikan Gibran Jadi Wapres: Peta Koalisi dan Tantangan Politiknya

Video | Sabtu, 07 November 2026 | 18:40 WIB

Bulog Raih CNN Indonesia Awards 2026, Bukti Keberhasilan Stabilisasi dan Distribusi Pangan Nasional

Bulog Raih CNN Indonesia Awards 2026, Bukti Keberhasilan Stabilisasi dan Distribusi Pangan Nasional

Bisnis | Sabtu, 07 November 2026 | 18:39 WIB

Ancaman Cuaca Ekstrem Mengintai, Polres Malang Siagakan 800 Personel Kepung 4 Zona Rawan Bencana

Ancaman Cuaca Ekstrem Mengintai, Polres Malang Siagakan 800 Personel Kepung 4 Zona Rawan Bencana

Malang | Sabtu, 07 November 2026 | 18:37 WIB

×