Manufaktur Kembali Jadi Motor Ekonomi, Tapi Pengusaha Masih Tahan Investasi

Mohammad Fadil Djailani

Rabu, 23 September 2026 | 19:00 WIB
Manufaktur Kembali Jadi Motor Ekonomi, Tapi Pengusaha Masih Tahan Investasi
Menteri Perindustrian Agus Gumiwang Kartasasmita mengatakan Indeks Produksi Industri Manufaktur tumbuh 5,32% pada kuartal II 2026. Foto Fika Nur Rizki-Suara.com
baca 10 detik
  • Manufaktur tumbuh 5,32%, melampaui ekonomi nasional 5,29%.
  • 67% pengusaha belum berencana investasi dalam 12 bulan ke depan.
  • Utilisasi industri baru 64,81%, sepertiga kapasitas masih menganggur.

Suara.com - Industri manufaktur kembali menjadi motor utama perekonomian Indonesia setelah lebih dari satu dekade pertumbuhannya tertinggal dari ekonomi nasional. Namun, momentum tersebut belum sepenuhnya diikuti keberanian dunia usaha untuk berekspansi.

Menteri Perindustrian Agus Gumiwang Kartasasmita mengatakan Indeks Produksi Industri Manufaktur tumbuh 5,32% pada kuartal II 2026. Angka itu sedikit lebih tinggi dibandingkan pertumbuhan ekonomi nasional yang mencapai 5,29%.

Capaian tersebut menjadi titik balik setelah sepanjang 2012-2024 pertumbuhan industri konsisten berada di bawah pertumbuhan produk domestik bruto (PDB).

"Furniture, alas kaki, tekstil, dan makanan-minuman adalah sektor yang dua tahun lalu identik dengan pemutusan hubungan kerja. Sekarang justru memimpin pertumbuhan," kata Agus dalam ANTARA Business Forum (ABF) 2026 di Jakarta, Rabu (23/9/2026).

Saat ini industri manufaktur menyerap 19,99 juta tenaga kerja dan menyumbang Rp1.102,88 triliun terhadap PDB. Sektor tersebut juga menyumbang 82,18% dari total ekspor Indonesia pada Januari-Juli 2026 yang mencapai US$137,26 miliar.

Dari 15 subsektor industri pengolahan, sebanyak 14 subsektor mencatat pertumbuhan. Namun, tidak seluruh sektor menikmati momentum tersebut.

Sektor karet dan plastik masih tertekan dengan kontraksi hingga 7%. Agus menyebut sektor tersebut sensitif terhadap harga minyak serta serbuan barang impor murah.

Masalah lain justru datang dari dalam negeri. Utilisasi kapasitas industri baru mencapai 64,81% pada kuartal I 2026. Artinya, sekitar sepertiga kapasitas produksi industri masih belum digunakan.

"Sepertiga kapasitas kita masih menganggur. Ini ruang tumbuh yang bisa kita manfaatkan tanpa perlu investasi baru," ujar Agus.

baca juga

Di sisi lain, minat investasi pelaku usaha masih tertahan. Ekonom Institute for Development of Economics and Finance (INDEF) Aviliani mengungkapkan survei APINDO pada pertengahan 2026 menunjukkan 58% pelaku usaha menilai kondisi bisnis pada semester I masih stagnan.

Bahkan, 67% responden belum memiliki rencana melakukan investasi baru dalam 12 bulan ke depan.

"Confidence mulai membaik, tetapi mayoritas pelaku usaha masih mengambil posisi wait and see," kata Aviliani.

Kondisi tersebut menjadi tantangan bagi pemerintah yang menargetkan pertumbuhan ekonomi 6% pada 2027. Menteri Keuangan Suahasil Nazara mengatakan pemerintah akan menggunakan APBN untuk mendorong aktivitas ekonomi dan investasi, sekaligus menjaga daya beli masyarakat.

Hingga Agustus 2026, pendapatan negara mencapai Rp2.055,6 triliun atau 65,2% dari target, tumbuh 25,4% secara tahunan. Sementara belanja negara mencapai Rp2.295,7 triliun dengan defisit APBN sebesar 0,93% terhadap PDB.

Untuk 2027, pemerintah menargetkan defisit APBN sebesar 2,4% PDB sembari mengejar pertumbuhan ekonomi 6%. Pemerintah menyebut pendekatan tersebut sebagai konsolidasi fiskal yang tetap berpihak pada pertumbuhan.

Sementara itu, Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto mengatakan ketidakpastian global masih menjadi ancaman terhadap investasi. Geopolitik dinilai berpotensi mengganggu investasi, energi hingga logistik.

Indonesia mencatat pertumbuhan ekonomi 5,45% pada semester I 2026, dengan realisasi investasi mencapai Rp1.010 triliun. Namun, biaya logistik nasional masih berada di sekitar 14% dari PDB.

"Kalau kita targetkan 10 persen saja, itu perbaikan terhadap perekonomian nasional yang signifikan. Ini salah satu low hanging fruit yang harus kita kejar," kata Airlangga.

Di tengah peluang investasi di sektor teknologi, pusat data dan kecerdasan buatan, dunia usaha masih meminta kepastian kebijakan. Ketua Umum APINDO Shinta Kamdani mengatakan persoalan utama bukan semata-mata kurangnya kebijakan, tetapi konsistensi pemerintah dalam menjalankannya.

"Kalau kita buka tutup, sampai pintunya tutup, itu yang paling menyulitkan. Masalah ini bisa terselesaikan kalau ada konsistensi," ujar Shinta.

Ia juga menyoroti pergeseran investasi dari sektor padat karya menuju padat modal yang berpotensi membatasi penyerapan tenaga kerja. APINDO pun mendorong percepatan pengesahan Rancangan Undang-Undang Ketenagakerjaan.

Reporter: Fika Nur Rizki

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kalkulator Kecocokan Jodoh Online Menurut Primbon Jawa, Bantu Cek Keserasian Pasangan
Ikuti Kuisnya ➔
Gryffindor atau Slytherin? Cek Kepribadianmu di Kuis Asrama Hogwarts
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

BUMN Dana Pensiun Mulai Investasi SDM dari Anak Peserta

BUMN Dana Pensiun Mulai Investasi SDM dari Anak Peserta

Bisnis | Rabu, 23 September 2026 | 18:22 WIB

Empat Badai Hantam Industri Nasional: Impor hingga Daya Beli

Empat Badai Hantam Industri Nasional: Impor hingga Daya Beli

Bisnis | Rabu, 23 September 2026 | 13:10 WIB

Menperin Sebut Industri Padat Karya Mulai Bangkit Usai Sempat Dihantam Badai PHK

Menperin Sebut Industri Padat Karya Mulai Bangkit Usai Sempat Dihantam Badai PHK

Bisnis | Rabu, 23 September 2026 | 12:53 WIB

Terkini

Barang Terus Bertambah, Tapi Mengapa Rasa Cukup Justru Hilang?

Barang Terus Bertambah, Tapi Mengapa Rasa Cukup Justru Hilang?

Your Say | Rabu, 23 September 2026 | 19:00 WIB

BRI Sabet 3 Gelar Sekaligus dan Kukuhkan Puncak Fortune Indonesia 5 Tahun Beruntun

BRI Sabet 3 Gelar Sekaligus dan Kukuhkan Puncak Fortune Indonesia 5 Tahun Beruntun

Bri | Rabu, 23 September 2026 | 18:57 WIB

Auman Singa Mesopotamia, Presiden Iran Ubah Sidang Umum PBB Jadi Arena Lawan AS

Auman Singa Mesopotamia, Presiden Iran Ubah Sidang Umum PBB Jadi Arena Lawan AS

News | Rabu, 23 September 2026 | 18:53 WIB

Indonesia Comic Con Rayakan Satu Dekade, Digelar 34 Oktober 2026 di JIExpo Kemayoran

Indonesia Comic Con Rayakan Satu Dekade, Digelar 34 Oktober 2026 di JIExpo Kemayoran

Your Say | Rabu, 23 September 2026 | 18:52 WIB

The Telkom Hub Capai Net Zero Emisi, 66 Lokasi PoP Telkom Gunakan 21% Energi Terbarukan

The Telkom Hub Capai Net Zero Emisi, 66 Lokasi PoP Telkom Gunakan 21% Energi Terbarukan

Bisnis | Rabu, 23 September 2026 | 18:50 WIB

Demokrat Dukung Usulan Pemilu Dipisah: Tiket Pilpres Sebaiknya Hasil dari Pileg

Demokrat Dukung Usulan Pemilu Dipisah: Tiket Pilpres Sebaiknya Hasil dari Pileg

News | Rabu, 23 September 2026 | 18:47 WIB

25 Merek Beras Fortifikasi Gagal Uji Lab, Wakil Ketua DPRD Jateng Desak Pengawasan Pangan Diperketat

25 Merek Beras Fortifikasi Gagal Uji Lab, Wakil Ketua DPRD Jateng Desak Pengawasan Pangan Diperketat

Jawa Tengah | Rabu, 23 September 2026 | 18:45 WIB

Warga Jakarta Harap Waspada Macet! Ini Titik-titik Pengamanan Hari Tani Nasional Besok

Warga Jakarta Harap Waspada Macet! Ini Titik-titik Pengamanan Hari Tani Nasional Besok

News | Rabu, 23 September 2026 | 18:38 WIB

Apakah New Balance 530 Cocok untuk Lari Jarak Jauh atau Hanya Sepatu Fashion? Ini Penjelasannya

Apakah New Balance 530 Cocok untuk Lari Jarak Jauh atau Hanya Sepatu Fashion? Ini Penjelasannya

Lifestyle | Rabu, 23 September 2026 | 18:36 WIB

Bagus Mahendra, Korban Kapal Virgo Transport 8 Asal Klaten Dimakamkan Tepat di Hari Pernikahan Kakak

Bagus Mahendra, Korban Kapal Virgo Transport 8 Asal Klaten Dimakamkan Tepat di Hari Pernikahan Kakak

Surakarta | Rabu, 23 September 2026 | 18:36 WIB

×