Empat Badai Hantam Industri Nasional: Impor hingga Daya Beli

Dythia Novianty, Fakhri Fuadi Muflih

Rabu, 23 September 2026 | 13:10 WIB
Empat Badai Hantam Industri Nasional: Impor hingga Daya Beli
Menteri Perindustrian, Agus Gumiwang Kartasasmita di Jakarta, Rabu (23/9/2026). [Suara.com/Fakhri]
baca 10 detik
  • Menteri Perindustrian Agus Gumiwang mengungkap empat tekanan manufaktur nasional di Jakarta pada Rabu.
  • Tekanan tersebut meliputi banjir impor, ketidakpastian geopolitik, kenaikan harga minyak, dan pelemahan daya beli.
  • Kondisi simultan ini menyebabkan kinerja industri nasional tertekan dari berbagai arah secara bersamaan.

Suara.com - Menteri Perindustrian, Agus Gumiwang Kartasasmita, mengungkap empat tekanan yang tengah dihadapi industri manufaktur nasional.

Tekanan tersebut berasal dari banjir impor, ketidakpastian geopolitik, kenaikan harga minyak, dan daya beli masyarakat.

Menurut Agus, keempat tekanan tersebut terjadi secara bersamaan sehingga memberikan tekanan terhadap kinerja industri nasional.

"Saya bisa menyampaikan dalam kesempatan yang berbahagia ini bahwa ada empat tekanan. Yang pertama adalah banjir impor," kata Agus di Jakarta, Rabu (23/9/2026).

Agus menjelaskan, industri global saat ini menghadapi kelebihan kapasitas produksi untuk sejumlah komoditas, seperti baja, tekstil, keramik, plastik, dan elektronik. 

Kondisi itu membuat negara-negara yang kehilangan pasar ekspor berpotensi mengalihkan produknya ke pasar lain.

"Industri global sekarang sedang mengalami kelebihan kapasitas produksi besar-besaran, seperti baja, tekstil, keramik, plastik, dan elektronik. Produksi pabrik global jauh melampaui demand global," ujarnya.

Menurut Agus, situasi tersebut semakin berisiko ketika Amerika Serikat dan Eropa memasang tarif terhadap sejumlah produk. Barang-barang yang kehilangan pasar kemudian akan mencari negara lain sebagai tujuan penjualan.

"Ketika pasar Amerika dan pasar Eropa memasang tarif, maka barang-barang tersebut dari kebanyakan negara-negara tertentu pasti akan mencari pasar-pasar lain. Pasar-pasar lain itu besar dan terbuka di Asia Tenggara, khususnya pasar di Indonesia," kata Agus.

baca juga

Indonesia dinilai menjadi salah satu pasar yang menarik karena memiliki pasar domestik yang besar. Agus menyebut 78,39 persen output produk manufaktur Indonesia diserap oleh pasar dalam negeri.

Tekanan kedua berasal dari geopolitik. Konflik yang terjadi di sejumlah kawasan dunia dapat memengaruhi harga energi sekaligus mengganggu rantai pasok dan meningkatkan biaya perdagangan.

"Kita tahu bersama-sama, sedikit saja konflik Amerika, Israel, Iran, berdampak pada Hormuz. Kemudian juga ada konflik Ukraina dan Rusia, ini semua tentu memperburuk apa yang terjadi di dalam negeri," ungkap Agus.

Ia mengatakan, dampak konflik geopolitik juga dapat merembet ke berbagai komponen biaya yang harus ditanggung pelaku industri.

"Termasuk harga minyak, termasuk merusak rantai pasok. Termasuk meningkatkan harga logistik dan juga asuransi dan lain sebagainya," katanya.

Tekanan ketiga adalah kenaikan harga minyak. Agus menyebut harga minyak mentah Brent rata-rata telah mencapai US$101 per barel sejak Mei.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kalkulator Kecocokan Jodoh Online Menurut Primbon Jawa, Bantu Cek Keserasian Pasangan
Ikuti Kuisnya ➔
Gryffindor atau Slytherin? Cek Kepribadianmu di Kuis Asrama Hogwarts
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Transisi Energi Rendah Karbon Tak Cuma Teori, Industri Didesak Patuh

Transisi Energi Rendah Karbon Tak Cuma Teori, Industri Didesak Patuh

Bisnis | Rabu, 16 September 2026 | 07:00 WIB

Industri Menara Dorong Pasar Terbuka, Ada Dampaknya ke UMKM dan Pariwisata

Industri Menara Dorong Pasar Terbuka, Ada Dampaknya ke UMKM dan Pariwisata

Bisnis | Selasa, 15 September 2026 | 19:31 WIB

Chandra Asri Group dan Bank Mandiri Perkuat Sinergi untuk Mendukung Ekosistem Petrokimia Nasional

Chandra Asri Group dan Bank Mandiri Perkuat Sinergi untuk Mendukung Ekosistem Petrokimia Nasional

Bisnis | Selasa, 15 September 2026 | 18:46 WIB

Baja China Banjiri Indonesia, KADI Gelar Penyelidikan Antidumping

Baja China Banjiri Indonesia, KADI Gelar Penyelidikan Antidumping

Bisnis | Selasa, 15 September 2026 | 13:07 WIB

Telkom Solution Raih Penghargaan Business Impact & Industry Growth untuk Market B2B ICT di Indonesia

Telkom Solution Raih Penghargaan Business Impact & Industry Growth untuk Market B2B ICT di Indonesia

Bisnis | Selasa, 15 September 2026 | 12:46 WIB

Milad ke-23 AASI, Industri Asuransi Syariah Jaga Momentum Pertumbuhan

Milad ke-23 AASI, Industri Asuransi Syariah Jaga Momentum Pertumbuhan

Bisnis | Selasa, 15 September 2026 | 11:21 WIB

Terkini

Demonstran di Mabes Polri Minta Kapolda Jateng Segera Dicopot, Polisi Tindaklanjuti

Demonstran di Mabes Polri Minta Kapolda Jateng Segera Dicopot, Polisi Tindaklanjuti

News | Jum'at, 06 November 2026 | 18:46 WIB

KPK Duga Uang Rp 2 Miliar dari Dirut KAI Berasal dari Tersangka Korupsi Pertamina

KPK Duga Uang Rp 2 Miliar dari Dirut KAI Berasal dari Tersangka Korupsi Pertamina

News | Jum'at, 06 November 2026 | 18:45 WIB

Penuh Kehangatan, Mark Lee Ungkap Arti Kebahagiaan Sejati di Lagu Happiest

Penuh Kehangatan, Mark Lee Ungkap Arti Kebahagiaan Sejati di Lagu Happiest

Your Say | Jum'at, 06 November 2026 | 18:45 WIB

Viral CCTV Ibu Kandung Aniaya Anak 4 Tahun di Kalbar, Pelaku Diduga Kabur ke Jakarta

Viral CCTV Ibu Kandung Aniaya Anak 4 Tahun di Kalbar, Pelaku Diduga Kabur ke Jakarta

News | Jum'at, 06 November 2026 | 18:40 WIB

Uang Rp2 Miliar Disita KPK, Dirut KAI Bobby Rasyidin: Saya Sangat Sedih

Uang Rp2 Miliar Disita KPK, Dirut KAI Bobby Rasyidin: Saya Sangat Sedih

News | Jum'at, 06 November 2026 | 18:39 WIB

Periksa Dua Pejabat ATR/BPN, KPK Cecar Soal Aliran Dana dari PT Summarecon

Periksa Dua Pejabat ATR/BPN, KPK Cecar Soal Aliran Dana dari PT Summarecon

News | Jum'at, 06 November 2026 | 18:35 WIB

Bongkar Dosa Bos Nikel Arif Kurniawan: Kuasai 6 Tambang di Sultra hingga Diduga Suap Pejabat

Bongkar Dosa Bos Nikel Arif Kurniawan: Kuasai 6 Tambang di Sultra hingga Diduga Suap Pejabat

News | Jum'at, 06 November 2026 | 18:33 WIB

Kans Eks Ketum PSSI-nya Jepang Gantikan Gianni  Infantino sebagai Presiden FIFA

Kans Eks Ketum PSSI-nya Jepang Gantikan Gianni Infantino sebagai Presiden FIFA

Bola | Jum'at, 06 November 2026 | 18:25 WIB

4 Smart TV 4K 50 Inci dengan Visual Super Jernih dan Termurah untuk Ruang Keluarga

4 Smart TV 4K 50 Inci dengan Visual Super Jernih dan Termurah untuk Ruang Keluarga

Lifestyle | Jum'at, 06 November 2026 | 18:23 WIB

The Enchanted Garden 2: Petualangan Seru Menyelamatkan Kebun Ajaib!

The Enchanted Garden 2: Petualangan Seru Menyelamatkan Kebun Ajaib!

Your Say | Jum'at, 06 November 2026 | 18:15 WIB

×