BYAN Cabut Force Majeure Usai RKAB Terbit

Mohammad Fadil Djailani

Kamis, 24 September 2026 | 14:57 WIB
BYAN Cabut Force Majeure Usai RKAB Terbit
Terminal batu bara milik PT Bayan Resources Tbk. (BYAN). Perusahaan akhirnya mencabut status kondisi kahar atau force majeure setelah tiga anak usahanya mengantongi persetujuan perubahan Rencana Kerja dan Anggaran Biaya (RKAB) 2026 dari Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM). Foto Istimewa.
baca 10 detik
  • BYAN cabut force majeure setelah RKAB 2026 disetujui.
  • Tiga anak usaha BYAN kembali siapkan operasional tambang.
  • Moody's sebelumnya ubah outlook BYAN menjadi negatif.

Suara.com - PT Bayan Resources Tbk (BYAN) akhirnya mencabut status kondisi kahar atau force majeure setelah tiga anak usahanya mengantongi persetujuan perubahan Rencana Kerja dan Anggaran Biaya (RKAB) 2026 dari Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM).

Persetujuan RKAB tersebut diterima pada 23 September 2026. Dengan terbitnya persetujuan itu, PT Tiwa Abadi (TA), PT Tanur Jaya (TJ), dan PT Fajar Sakti Prima (FSP) dapat kembali mempersiapkan kegiatan operasional pertambangan batu bara.

Sebelumnya, ketiga anak usaha tersebut berstatus force majeure terkait kewajiban pemenuhan pasokan batu bara berdasarkan perjanjian penyediaan batu bara atau Coal Supply Agreement (CSA) dengan para pelanggan.

"Dengan ini menyampaikan pencabutan atas kejadian/keadaan yang bersifat memaksa (Keadaan Kahar/Force Majeure) terhadap kewajiban pemenuhan penyediaan batu bara berdasarkan Perjanjian Penyediaan Batu Bara/Coal Supply Agreement kepada para pelanggannya. TA, TJ dan FSP telah menerima persetujuan lengkap atas perubahan Rencana Kerja dan Anggaran Biaya Tahun 2026," kata Direktur BYAN Alexander Ery Wibowo dalam keterbukaan informasi, Kamis (24/9/2026).

Setelah persetujuan tersebut diperoleh, ketiga anak usaha BYAN dapat kembali menjalankan persiapan operasional tambang. Perseroan juga dapat kembali melakukan kegiatan pengangkutan dan penjualan batu bara.

Manajemen berharap pemulihan kegiatan operasional tersebut segera memberikan dampak terhadap kinerja perseroan.

"Perseroan mengharapkan TA, TJ dan FSP dapat segera melaksanakan kegiatan operasional pertambangan batubara sehingga mempunyai dampak yang positif terhadap kegiatan operasional, hukum, kondisi keuangan atau kelangsungan usaha Perseroan," ujar Alexander.

Masalah RKAB sebelumnya bukan hanya mengganggu aktivitas operasional BYAN. Ketidakpastian terkait kuota produksi juga sempat menyeret prospek kredit perseroan.

Moody's Ratings sebelumnya mempertahankan peringkat Corporate Family Rating (CFR) BYAN di level Ba1, tetapi mengubah outlook dari stabil menjadi negatif.

baca juga

Perubahan tersebut mencerminkan kekhawatiran Moody's terhadap ketidakpastian regulasi mengenai alokasi kuota produksi batu bara. Kondisi itu menjadi salah satu faktor yang membuat Bayan menyatakan force majeure.

"Aspek negatif ini mencerminkan ketidakpastian regulasi terkait alokasi kuota produksi, yang menyebabkan Bayan menyatakan keadaan kahar (force majeure). Jika tidak segera diselesaikan, ketidakpastian ini dapat membatasi produksi dan membebani pendapatan," kata Asisten Wakil Presiden Moody's Ratings Anthony Prayugo.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kalkulator Kecocokan Jodoh Online Menurut Primbon Jawa, Bantu Cek Keserasian Pasangan
Ikuti Kuisnya ➔
Gryffindor atau Slytherin? Cek Kepribadianmu di Kuis Asrama Hogwarts
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Revisi RKAB Disetujui, UNTR Optimistis Kinerja Meningkat di Semester II 2026

Revisi RKAB Disetujui, UNTR Optimistis Kinerja Meningkat di Semester II 2026

Bisnis | Rabu, 23 September 2026 | 13:27 WIB

Keluarnya RKAB BYAN Diklaim Bukan Karena Haji Isam

Keluarnya RKAB BYAN Diklaim Bukan Karena Haji Isam

Bisnis | Selasa, 22 September 2026 | 14:42 WIB

Setelah Jual Saham ke Haji Isam, RKAB Anak Usaha BYAN Terbit

Setelah Jual Saham ke Haji Isam, RKAB Anak Usaha BYAN Terbit

Bisnis | Senin, 21 September 2026 | 14:00 WIB

Terkini

BYAN Cabut Force Majeure Usai RKAB Terbit

BYAN Cabut Force Majeure Usai RKAB Terbit

Bisnis | Kamis, 24 September 2026 | 14:57 WIB

Arab Saudi Jamin Keamanan Selama Musim Haji saat Lagi Perang dengan Houthi

Arab Saudi Jamin Keamanan Selama Musim Haji saat Lagi Perang dengan Houthi

News | Kamis, 24 September 2026 | 14:55 WIB

Mitsubishi Fuso Ajak Pemilik Canter Euro4 Jalani Pengecekan Lampu Rem

Mitsubishi Fuso Ajak Pemilik Canter Euro4 Jalani Pengecekan Lampu Rem

Otomotif | Kamis, 24 September 2026 | 14:55 WIB

Peringati Hari Tani di Senayan, AGRA Buka Suara soal Peluang Audiensi dengan DPR

Peringati Hari Tani di Senayan, AGRA Buka Suara soal Peluang Audiensi dengan DPR

News | Kamis, 24 September 2026 | 14:53 WIB

Pesta Diskon BRI Debit di Lazada Payday Festival, Borong Belanjaan Harga Murah!

Pesta Diskon BRI Debit di Lazada Payday Festival, Borong Belanjaan Harga Murah!

Bri | Kamis, 24 September 2026 | 14:52 WIB

Lenovo Bawa AI ke Dunia Kerja, Desktop hingga Monitor Kini Makin Pintar

Lenovo Bawa AI ke Dunia Kerja, Desktop hingga Monitor Kini Makin Pintar

Tekno | Kamis, 24 September 2026 | 14:52 WIB

Mengubah Batu Hitam Jadi Bahan Bakar: Bagaimana Proses Pembuatan Bensin Batubara?

Mengubah Batu Hitam Jadi Bahan Bakar: Bagaimana Proses Pembuatan Bensin Batubara?

Tekno | Kamis, 24 September 2026 | 14:51 WIB

KPA Soroti Aturan Baru Reforma Agraria, Singgung Pembatasan Konsesi Besar

KPA Soroti Aturan Baru Reforma Agraria, Singgung Pembatasan Konsesi Besar

News | Kamis, 24 September 2026 | 14:51 WIB

Skandal Sel Mewah Lapas Cibinong: Ombudsman Desak Evaluasi Menyeluruh dan Rombak Petugas

Skandal Sel Mewah Lapas Cibinong: Ombudsman Desak Evaluasi Menyeluruh dan Rombak Petugas

News | Kamis, 24 September 2026 | 14:50 WIB

Cari HP Samsung Murah? Ini 8 Galaxy A Series yang Layak Dipilih

Cari HP Samsung Murah? Ini 8 Galaxy A Series yang Layak Dipilih

Your Say | Kamis, 24 September 2026 | 14:50 WIB

×