Antrean Jual Saham GOTO Tembus 1 Miliar Lot

Achmad Fauzi, Rina Anggraeni

Senin, 28 September 2026 | 14:56 WIB
Antrean Jual Saham GOTO Tembus 1 Miliar Lot
Ilustrasi GOTO.
baca 10 detik
  • Saham PT GoTo Gojek Tokopedia Tbk anjlok 14 persen hingga masuk Auto Rejection Bawah.
  • Penurunan tersebut terjadi akibat implementasi aturan Bursa Efek Indonesia yang mengubah batas harga minimum saham menjadi Rp1.
  • Analis menilai kondisi ini merupakan risiko volatilitas jangka pendek, sementara fundamental perusahaan masih menunjukkan perbaikan kinerja.

Suara.com - Saham PT GoTo Gojek Tokopedia Tbk (GOTO) langsung merosot setelah kebijakan batas harga saham Rp1. Bahkan, langsung masuk Auto Rejection Bawah (ARB) pada perdagangan hingga sesi I, Senin, 28 September 2026.

Mengutip Data Stockbit, Saham GOTO anjlok 14 persen atau 7 poin ke level Rp43 per lembar saham. Bahkan, investor juga masih mengantre jual saham saham GOTO.

Adapun, antrean jual GOTO menembus hingga 1 miliar lot saham hingga sesi I tadi.

Senior Technical Analyst PT Mirae Asset Sekuritas Indonesia Muhammad Nafan Aji mengatakan penjualan saham ini dikarenakan pascaimplementasi aturan BEI mengenai batas harga minimum saham dari sebelumnya Rp 50 menjadi Rp 1. Sebelumnya, saham GOTO telah tertahan di level gocap sejak 5 Mei 2026.

profil GoTo (gotocompany)
profil GoTo (gotocompany)

"ARB saham GOTO pada perdagangan hari ini lebih tepat dilihat sebagai risiko volatilitas jangka pendek akibat proses price discovery setelah batas minimum Rp50 dihapus, bukan semata-mata sebagai indikasi fundamental perusahaan memburuk,” ujar Nafan saat dihubungi Suara.com.

Menurut dia, sisi fundamental, perbaikan kinerja GOTO tetap menjadi faktor yang dapat menjadi katalis stabilisasi apabila tekanan jual mulai mereda.

Namun, kondisi ARB tersebut tidak serta-merta menunjukkan bahwa GOTO akan terus mengalami kerugian.

"Tekanan tersebut lebih bersifat teknikal akibat terbukanya ruang penurunan harga, sehingga investor sebaiknya mencermati keseimbangan supply-demand dan pembentukan support baru,"bebernya.

Nafan menambahkan, investor perlu mencermati sejumlah indikator teknikal dalam melihat pergerakan saham GOTO selanjutnya. Beberapa di antaranya adalah perkembangan bid-offer, volume transaksi, serta kemampuan harga saham dalam membentuk level support baru.

baca juga

Di sisi fundamental, dia menyebut kinerja GOTO masih menunjukkan perbaikan. Hal itu antara lain tercermin dari laba bersih sebesar Rp252 miliar pada kuartal II 2026 serta adjusted EBITDA yang telah menembus Rp1 triliun.

"Jadi, ARB saat ini lebih tepat dipandang sebagai sinyal bahwa risiko volatilitas meningkat, sementara peluang pemulihan baru dapat dinilai lebih objektif setelah tekanan jual mulai mereda dan price discovery terbentuk," pungkasnya.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kalkulator Kecocokan Jodoh Online Menurut Primbon Jawa, Bantu Cek Keserasian Pasangan
Ikuti Kuisnya ➔
Gryffindor atau Slytherin? Cek Kepribadianmu di Kuis Asrama Hogwarts
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

GOTO Jadi Korban Batas Harga Saham Rp1, Langsung ARB

GOTO Jadi Korban Batas Harga Saham Rp1, Langsung ARB

Bisnis | Senin, 28 September 2026 | 14:29 WIB

BEI Keluarkan 92 Saham dari Papan Pemantauan Khusus, 42 Masih Bertahan

BEI Keluarkan 92 Saham dari Papan Pemantauan Khusus, 42 Masih Bertahan

Bisnis | Senin, 28 September 2026 | 11:11 WIB

Kebijakan Saham Rp1 Berlaku, IHSG Ambruk ke Level 6.209 Pagi Ini

Kebijakan Saham Rp1 Berlaku, IHSG Ambruk ke Level 6.209 Pagi Ini

Bisnis | Senin, 28 September 2026 | 09:14 WIB

Terkini

Temuan Lapas Mewah Cibinong, KPK Endus Potensi Pungli Hingga Suap

Temuan Lapas Mewah Cibinong, KPK Endus Potensi Pungli Hingga Suap

News | Senin, 28 September 2026 | 14:54 WIB

Bupati Gowa Sitti Husniah Dicekal ke Luar Negeri, Kortastipidkor Bidik Pihak Coba Intervensi Saksi

Bupati Gowa Sitti Husniah Dicekal ke Luar Negeri, Kortastipidkor Bidik Pihak Coba Intervensi Saksi

News | Senin, 28 September 2026 | 14:51 WIB

Bibir Makin Cerah dan Fresh! 4 Rekomendasi Lip Tint Mengandung Vitamin C

Bibir Makin Cerah dan Fresh! 4 Rekomendasi Lip Tint Mengandung Vitamin C

Your Say | Senin, 28 September 2026 | 14:50 WIB

Baru 3 Bulan Latihan, Dua Pembalap Cilik Indonesia Sukses Imbangi Pace Rider Top Malaysia di Sepang!

Baru 3 Bulan Latihan, Dua Pembalap Cilik Indonesia Sukses Imbangi Pace Rider Top Malaysia di Sepang!

Sport | Senin, 28 September 2026 | 14:48 WIB

Komnas Perempuan Catat 225 Kasus Pemaksaan Aborsi, 90,7% Pelakunya Pasangan intim

Komnas Perempuan Catat 225 Kasus Pemaksaan Aborsi, 90,7% Pelakunya Pasangan intim

News | Senin, 28 September 2026 | 14:46 WIB

Tiket Timnas Indonesia vs Malaysia Malam Ini Ludes!

Tiket Timnas Indonesia vs Malaysia Malam Ini Ludes!

Bola | Senin, 28 September 2026 | 14:44 WIB

Tak Melulu Sudirman-Thamrin, DPRD DKI Dorong CFD Jakarta Rambah Slipi hingga Blok M

Tak Melulu Sudirman-Thamrin, DPRD DKI Dorong CFD Jakarta Rambah Slipi hingga Blok M

News | Senin, 28 September 2026 | 14:44 WIB

Anggota DPR PKS Cecar Kalapas Cibinong Soal Hilangnya Fasilitas Mewah

Anggota DPR PKS Cecar Kalapas Cibinong Soal Hilangnya Fasilitas Mewah

Video | Senin, 28 September 2026 | 14:44 WIB

Apakah Kulkas Harus Dimatikan saat Membersihkan Bunga Es? Begini Cara yang Benar

Apakah Kulkas Harus Dimatikan saat Membersihkan Bunga Es? Begini Cara yang Benar

Lifestyle | Senin, 28 September 2026 | 14:40 WIB

Mantan Pekerja Asbes Laporkan Dugaan Penyakit Akibat Kerja ke Pengawas Ketenagakerjaan Karawang

Mantan Pekerja Asbes Laporkan Dugaan Penyakit Akibat Kerja ke Pengawas Ketenagakerjaan Karawang

News | Senin, 28 September 2026 | 14:36 WIB

×