- IHSG merosot 94,03 poin ke level 6.147 pada penutupan perdagangan Senin, 28 September 2026.
- Pelemahan dipicu kenaikan harga minyak mentah global dan depresiasi rupiah terhadap dolar AS.
- Phintraco Sekuritas memprediksi tekanan pasar berlanjut untuk menguji level support berikutnya di 6.000-6.100.
Suara.com - Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) terus merosot hingga penutupan perdagangan, Senin, 28 September 2026. IHSG turun 94,03 poin atau 1,51 persen ke level 6.147.
Berdasarkan riset Phintraco Sekuritas, pelemahan IHSG terjadi di tengah meningkatnya kembali harga minyak mentah serta tekanan terhadap nilai tukar Rupiah. Kondisi tersebut turut membebani sentimen investor di pasar saham domestik.
Sejumlah sektor mengalami tekanan cukup dalam. Sektor teknologi, basic materials, dan cyclicals menjadi sektor dengan pelemahan terbesar.
Sebaliknya, sektor energi dan transportasi masih mampu mencatatkan penguatan pada perdagangan hari ini.
Harga minyak Brent kembali naik di atas 106 dolar AS per barel setelah Presiden Amerika Serikat Donald Trump menolak usulan terbaru Iran untuk membuka kembali Selat Hormuz.
![Warga melintas di depan layar digital pergerakan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) di Bursa Efek Indonesia, Jakarta, Rabu (3/6/2026). [ANTARA FOTO/Sulthony Hasanuddin/bar]](https://media.suara.com/pictures/653x366/2026/06/03/65229-ihsg-indeks-harga-saham-gabungan-saham-ihsg-melemah-ihsg-anjlok.jpg)
Kondisi tersebut memunculkan kekhawatiran bahwa pemulihan distribusi minyak melalui jalur perairan strategis tersebut kembali tertunda.
Sementara itu, Rupiah juga mengalami pelemahan 0,42 persen ke level Rp17.978 per dolar AS.
Pelemahan Rupiah sejalan dengan penurunan mayoritas mata uang Asia lainnya. Kondisi tersebut antara lain dipengaruhi penguatan indeks dolar AS, arus keluar dana asing, kekhawatiran geopolitik, serta perkembangan data ekonomi.
Dari sisi teknikal, Phintraco Sekuritas melihat tekanan terhadap IHSG masih berpotensi berlanjut.
Indikator MACD dan Stochastic RSI mengindikasikan masih terdapat potensi pelemahan IHSG setelah indeks ditutup di bawah level support 6.200.
"IHSG akan menguji level support berikutnya di 6.000-6.100," tulis Phintraco Sekuritas.
Perdagangan Saham
Berdasarkan data Market Update Phintraco Sekuritas, nilai transaksi perdagangan saham pada Senin mencapai Rp12,29 triliun dengan volume 33,78 miliar saham. Frekuensi transaksi tercatat sebanyak 1.595.867 kali.
IHSG dibuka di level 6.210 dan sempat mencapai level tertinggi 6.228. IHSG kemudian ditutup di level 6.147,859.
Untuk saham dengan nilai transaksi terbesar, tiga saham yang tercatat adalah BBCA, BMRI, dan BBRI.