- Wakil Menteri ESDM Yuliot Tanjung di Jakarta menyatakan harga BBM nonsubsidi dipastikan naik pada Oktober 2026.
- Pemerintah menahan harga BBM bersubsidi seperti Pertalite dan Solar di angka tetap hingga akhir tahun 2026.
- Kementerian ESDM berencana menggenjot produksi migas domestik pada 2027 dan 2028 untuk mengurangi ketergantungan impor minyak.
Suara.com - Wakil Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Yuliot Tanjung memastikan harga BBM nonsubsidi akan mengalami kenaikan Oktober 2026. Hal ini lantaran harga minyak dunia yang bisa di atas 100 dolar AS per barel.
Untuk diketahui, harga minyak dunia merupakan salah satu pembentuk harga BBM di dalam negeri.
Jika saat ini minyak dunia melonjak, maka harga BBM akan mengalami kenaikan di bulan berikutnya.
"Kalau yang nonsubsidi, ini akan disesuaikan dengan harga pasar. Kita lihat rata-rata dalam satu bulan kira-kira penyesuaiannya berapa," ujar Wakil Menteri ESDM, Yuliot Tanjung di Jakarta, Selasa (29/9/2026).
![Wakil Menteri ESDM, Yuliot Tanjung saat ditemui wartawan di di Jakarta International Expo (JIExpo) Kemayoran pada Rabu (2/9/2026). [Suara.com/Yaumal]](https://media.suara.com/pictures/653x366/2026/09/02/96348-wakil-menteri-esdm-yuliot-tanjung.jpg)
Sementara, Ia melanjutkan, harga BBM subsidi mulai dari Pertalite dan Solar Subsidi akan ditahan hingga akhir tahun. Kedua BBM tersebut dibanderol masing-masing seharga Rp10.000 per liter dan Rp6.800 per liter.
“Ada penyesuaian [harga BBM nonsubsidi],” tambah Yuliot.
Di sisi lain, ESDM tengah mencari solusi agar tidak bergantung pada impor minyak mentah. Salah satunya, dengan cara mengencangkan produksi minyak bumi dalam negeri.
Caranya, dengan menggenjot eksploitasi lapangan mintak dan gas (migas) yang telah tersedia dan eksploitasi lapangan mintak baru.
"Ada beberapa lapangan dalam negeri yang terindikasi bisa memproduksi sekitar 2.500 hingga 3.000 barel per hari. Potensi dari eksplorasi dan eksploitasi ini akan kita genjot pada 2027 dan 2028, sehingga target produksi di atas 1 juta barel per hari bisa tercapai," pungkas Yuliot.