Beras MBG Tak Lagi Disebut Fortifikasi, Bulog Ganti Kemasan

Mohammad Fadil Djailani, Fakhri Fuadi Muflih

Rabu, 30 September 2026 | 12:08 WIB
Beras MBG Tak Lagi Disebut Fortifikasi, Bulog Ganti Kemasan
Direktur Utama Bulog, Ahmad Rizal Ramdhani usai acara tasyakuran di Kantor Pusat Bulog, Jakarta, Senin (3/8/2026). [Suara.com/Fakhri]
baca 10 detik
  • Bulog siapkan Beras Kita Premium untuk kebutuhan MBG.
  • Target penyaluran 300 ribu ton hingga Desember 2026.
  • Sekitar 60 ribu ton sudah disalurkan ke pasar.

Suara.com - Perum Bulog menyiapkan beras premium khusus untuk memenuhi kebutuhan Program Makan Bergizi Gratis (MBG). Beras tersebut akan dipasarkan dengan kemasan dan nama Beras Kita Premium.

Direktur Utama Perum Bulog Ahmad Rizal Ramdhani mengatakan perubahan kemasan tersebut dilakukan agar tidak muncul lagi anggapan bahwa beras yang digunakan dalam program MBG merupakan beras fortifikasi.

"Kalau beras MBG sesuai arahan Pak Mentan maupun Pak Menko, supaya tidak terlalu memusingkan, jadi tetap menggunakan beras premium nanti judulnya. Packaging-nya seperti ini, jadi Beras Kita Premium judulnya. Tidak ada lagi yang fortifikasi-fortifikasi, tidak ada," kata Rizal di Jakarta, dikutip Rabu (30/9/2026).

Di balik perubahan nama tersebut, Bulog menegaskan beras premium untuk MBG bukan berasal dari beras penugasan pemerintah atau Public Service Obligation (PSO). Beras tersebut merupakan produk komersial yang dibeli Bulog dari gabah hasil produksi petani.

"Jadi kalau teman-teman, yang namanya beras premium itu tidak ada subsidi. Jadi beras premium yang dibuat Bulog adalah beras komersialnya Bulog. Jadi Bulog belinya bukan pakai beras PSO, bukan beras yang subsidi," ujarnya.

Pemerintah menargetkan Bulog menyalurkan 300 ribu ton beras premium hingga Desember 2026. Namun, hingga saat ini realisasi distribusinya baru sekitar 60 ribu ton.

"Perintah pimpinan untuk menyalurkan 300.000 ton segera. Nah, itu kami sedang kejar. Nah, sekarang lebih kurang sudah hampir sekitar 60.000 ton kami sudah gelontorkan ke pasar, dari Sabang sampai Merauke," kata Rizal.

Artinya, Bulog masih harus menyalurkan sekitar 240 ribu ton untuk memenuhi target tersebut dalam waktu tersisa hingga akhir tahun.

Untuk mengejar target, Bulog menggandeng sekitar 868 penggilingan padi yang dinilai mampu menghasilkan beras premium. Bulog tidak hanya mengandalkan penggilingan berskala besar, tetapi juga melibatkan penggilingan kecil hingga menengah yang memenuhi standar produksi beras premium.

baca juga

"Bukan penggilingan-penggilingan besar kayak Wilmar saja, Topi Koki, dan lain sebagainya. Tapi penggilingan-penggilingan kecil yang menengah ke atas yang mampu membuat beras premium kita libatkan," ujarnya.

Beras premium tersebut nantinya menggunakan merek Beras Kita, yang merupakan singkatan dari Beras Keluarga Indonesia Sejahtera. Bulog akan membedakan kemasan untuk beras medium dan premium.

"Jadi kita ubah namanya juga nanti Beras Kita Premium kalau yang premium. Nanti tinggal ganti aja, satu yang medium, satu lagi yang premium," kata Rizal.

Sementara itu, beras medium yang disalurkan melalui Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih (KDKMP) masih menggunakan kemasan lama. Bulog baru akan menggantinya setelah kemasan baru selesai dicetak.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kalkulator Kecocokan Jodoh Online Menurut Primbon Jawa, Bantu Cek Keserasian Pasangan
Ikuti Kuisnya ➔
Gryffindor atau Slytherin? Cek Kepribadianmu di Kuis Asrama Hogwarts
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Langkah Empati Wapres Gibran Harus Diiringi Evaluasi Total Program Makan Bergizi Gratis

Langkah Empati Wapres Gibran Harus Diiringi Evaluasi Total Program Makan Bergizi Gratis

News | Rabu, 30 September 2026 | 11:42 WIB

Dugaan Keracunan MBG, Akademisi: Jangan Berhenti pada Permintaan Maaf

Dugaan Keracunan MBG, Akademisi: Jangan Berhenti pada Permintaan Maaf

News | Rabu, 30 September 2026 | 10:39 WIB

Cabai Merah Keriting dan Rawit Merah Kompak Naik, Harganya Masih di Atas Rp100 Ribu/kg

Cabai Merah Keriting dan Rawit Merah Kompak Naik, Harganya Masih di Atas Rp100 Ribu/kg

Bisnis | Rabu, 30 September 2026 | 10:06 WIB

Terkini

Cara Mengatasi Rayap di Rumah agar Perabotan Kayu Tidak Cepat Rusak

Cara Mengatasi Rayap di Rumah agar Perabotan Kayu Tidak Cepat Rusak

Sumut | Rabu, 30 September 2026 | 12:05 WIB

Uji Pasal Santet Ditarik, MK Hentikan Perkara dan Larang Pemohon Ajukan Lagi

Uji Pasal Santet Ditarik, MK Hentikan Perkara dan Larang Pemohon Ajukan Lagi

News | Rabu, 30 September 2026 | 12:04 WIB

Jejak Ucapan Mistis Anggota DPR Zulkifli Anwar: dari Santet Sampai Satu Ilmu Lain Jimat

Jejak Ucapan Mistis Anggota DPR Zulkifli Anwar: dari Santet Sampai Satu Ilmu Lain Jimat

News | Rabu, 30 September 2026 | 12:03 WIB

Blangkon Jawa Tetap Hidup di Tengah Zaman Bersama PNM Mekaar

Blangkon Jawa Tetap Hidup di Tengah Zaman Bersama PNM Mekaar

Bisnis | Rabu, 30 September 2026 | 12:02 WIB

Everyone's Darling Has a Secret Dapat Anime, Romansa Siswa Biasa dan Idol

Everyone's Darling Has a Secret Dapat Anime, Romansa Siswa Biasa dan Idol

Your Say | Rabu, 30 September 2026 | 12:00 WIB

Masinis KA Argo Bromo Jadi Tersangka, DPR: Jangan Mengambinghitamkan Petugas Garda Depan

Masinis KA Argo Bromo Jadi Tersangka, DPR: Jangan Mengambinghitamkan Petugas Garda Depan

News | Rabu, 30 September 2026 | 11:58 WIB

B50 untuk Swasembada Energi: Mengapa Dampaknya Tak Hanya Soal Impor BBM

B50 untuk Swasembada Energi: Mengapa Dampaknya Tak Hanya Soal Impor BBM

News | Rabu, 30 September 2026 | 11:56 WIB

Jelang Timnas Indonesia vs Bangladesh, Erick Thohir Kirim Peringatan Keras

Jelang Timnas Indonesia vs Bangladesh, Erick Thohir Kirim Peringatan Keras

Bola | Rabu, 30 September 2026 | 11:50 WIB

Menyikapi Rasa Posesif dengan Kegenitan Elegan ala Syahrini, 'Seperti Itu?'

Menyikapi Rasa Posesif dengan Kegenitan Elegan ala Syahrini, 'Seperti Itu?'

Your Say | Rabu, 30 September 2026 | 11:50 WIB

Syarat Wajib Mobil Listrik Naik Kapal Feri: Persiapan Penting Sebelum Menyeberang Pulau

Syarat Wajib Mobil Listrik Naik Kapal Feri: Persiapan Penting Sebelum Menyeberang Pulau

Otomotif | Rabu, 30 September 2026 | 11:48 WIB

×