- Ijay, pelaku usaha asal Kalimantan Selatan, sukses mengubah konter pulsa menjadi AgenBRILink sejak tahun 2015.
- Usaha tersebut memudahkan warga Desa Jelapat 2 mengakses layanan perbankan tanpa harus menempuh perjalanan jauh.
- Bisnis Ijay berkembang pesat, membuka lapangan kerja bagi warga lokal, dan menyalurkan bantuan sosial pemerintah.
Suara.com - PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk (BRI) terus membuktikan komitmennya dalam memperluas inklusi keuangan dan memberdayakan ekonomi masyarakat hingga ke pelosok negeri. Keberadaan jaringan AgenBRILink menunjukkan bahwa akses layanan perbankan tidak lagi terbatas oleh jarak geografis, melainkan hadir langsung di tengah pemukiman warga untuk menggerakkan roda perekonomian lokal.
Salah satu potret keberhasilan transformasi ekonomi ini hadir melalui kisah inspiratif Ijay, seorang pelaku usaha AgenBRILink asal Desa Jelapat 2, Kecamatan Mekarsari, Kabupaten Barito Kuala, Kalimantan Selatan. Melalui kemitraan erat bersama BRI sejak awal tahun 2015, Ijay berhasil mengubah konter pulsa sederhana berukuran 2x3 meter menjadi pusat layanan keuangan dan jaringan usaha produktif yang memberdayakan warga setempat.
Dari Keberanian Memulai Hingga Menjadi Pahlawan Inklusi Keuangan
Perjalanan Ijay dimulai ketika banyak warga di daerahnya ragu mengambil kesempatan menjadi agen perbankan karena takut akan risiko operasional serta kendala teknis. Namun, dengan semangat pantang menyerah, Ijay memberanikan diri menerima tawaran menjadi AgenBRILink dan mengoperasikan mesin EDC konvensional dari BRI.
Kehadiran AgenBRILink milik Ijay di Jalan Taman Sari Bunga menjadi solusi finansial utama bagi masyarakat pedesaan. Sebelum hadirnya agen tersebut, warga harus menempuh perjalanan jauh sekitar 10 kilometer menuju BRI Unit Tamban atau 15 kilometer ke Unit Anjir hanya untuk mengakses layanan perbankan.
"Keberadaan AgenBRILink sangat membantu warga kampung karena lokasi kantor bank dan ATM cukup jauh. Warga kini tidak perlu lagi mengeluarkan biaya transportasi tinggi atau mengantre lama di kota, karena transaksi di bawah Rp1 juta di agen kami biayanya sangat terjangkau, hanya Rp5.000," ujar Ijay, pada Jumat (25/9/2026).
Pada awal beroperasi, keuntungan bersih Ijay sudah mencapai Rp5 hingga Rp6 juta per bulan, terutama dipicu oleh tingginya kebutuhan penarikan gaji para pekerja perusahaan kayu (plywood) setempat.
Seiring berjalannya waktu, kepercayaan masyarakat semakin kuat berkat garansi ganti rugi pelayanan, pemasangan papan petunjuk, serta promosi aktif di media sosial yang dilakukannya.
Mendorong Multiplier Effect: Buka Lapangan Kerja dan Berdayakan Warga
Dukungan finansial BRI melalui Kredit Usaha Rakyat (KUR) sebesar Rp5 juta pada awal usahanya menjadi batu pijakan besar bagi ekspansi bisnis Ijay. Dari rekam jejak transaksi yang konsisten dan hasil pengelolaan AgenBRILink, Ijay mampu melakukan diversifikasi usaha yang signifikan.
Kini, Ijay tidak hanya mengelola AgenBRILink dengan rata-rata 100 transaksi per hari atau sekitar 3.000 transaksi setiap bulannya, tetapi juga sukses membangun berbagai lini bisnis terpadu, mulai dari minimarket, pangkalan gas LPG, toko alat tulis kantor (ATK) dan plastik, hingga toko sepeda listrik. Selain itu, ia juga mengelola lahan perkebunan seluas kurang lebih 10 hektar.
Dampak sosial yang dihasilkan pun sangat nyata. Ijay kini mempekerjakan 10 orang karyawan yang seluruhnya merupakan warga lokal dari lingkungan RT tempat tinggalnya, sehingga mereka dapat bekerja dengan mudah tanpa perlu merantau.
Tidak hanya itu, sebagai agen referal BRI, Ijay aktif membantu tetangga dan pelaku UMKM sekitar untuk mendapatkan akses pembiayaan modal usaha seperti UMi BRI.
"Hasil dari AgenBRILink ini kami putar kembali menjadi modal usaha produktif. Kami juga bisa membantu mereferalkan tetangga yang butuh pembiayaan modal untuk jualan angkringan ke unit BRI terdekat," tambah Ijay, yang juga aktif sebagai Ketua Kelompok Tani (Gapoktan) dan anggota Persatuan Pemadam Kebakaran (Balakar) di desanya.
Komitmen Pelayanan BRI dalam Memperkuat Ekonomi Kerakyatan