Rupiah Rp18.000, Warga Mulai Selektif Beli HP

Mohammad Fadil Djailani

Rabu, 30 September 2026 | 18:13 WIB
Rupiah Rp18.000, Warga Mulai Selektif Beli HP
Pelemahan rupiah hingga menembus level Rp18.000 per dolar AS mulai terasa di pasar ponsel. Foto Fika Nur Rizki-Suara.com
baca 10 detik
  • Rupiah Rp18.000 bikin pembeli HP makin hitung kebutuhan dan uang.
  • Konsumen mulai lirik merek murah dan menunggu harga turun.
  • HP lama dipertahankan selama masih bisa dipakai untuk kebutuhan dasar.

Suara.com - Pelemahan rupiah hingga menembus level Rp18.000 per dolar AS mulai terasa di pasar ponsel. Bukan hanya soal harga, konsumen di kawasan Klender, Jakarta Timur, kini mulai mengubah cara mereka berbelanja dan lebih banyak membandingkan harga, memilih merek yang lebih murah, hingga menunda pembelian.

Di toko ponsel Lucky Cell, keputusan membeli ponsel tak lagi semata ditentukan oleh spesifikasi atau merek. Kondisi keuangan menjadi pertimbangan utama.

Heru, salah satu calon pembeli, mengaku kini lebih banyak melihat-lihat sebelum memutuskan membeli ponsel.

"Iya, kita pertimbangkan, tergantung kebutuhan. Tapi lihat juga keuangannya," ujar Heru saat ditemui Suara.com, Rabu (30/9/2026).

Menurutnya, ponsel baru belum menjadi kebutuhan mendesak selama perangkat yang digunakan masih dapat menunjang aktivitas dasar seperti menerima telepon dan berkirim pesan melalui WhatsApp.

"Buat apa ganti yang baru kalau nggak ada penghasilan," katanya.

Heru juga mengaku lebih memperhatikan harga ketimbang merek. Ponsel dari merek besar seperti Samsung dan Oppo dinilainya relatif mahal. Namun, seiring waktu, model baru dengan fungsi yang mirip biasanya hadir dengan harga lebih terjangkau.

"Banyak orang nyari yang lebih murah, muatannya banyak, untuk macam-macam bisa," ujarnya.

Promo dan potongan harga pun belum otomatis membuatnya membuka dompet. Heru justru memilih mengamati pergerakan harga karena menurutnya harga ponsel bisa turun beberapa bulan setelah peluncuran.

baca juga

"Wah, HP yang harganya tinggi, Samsung atau Oppo, kok turun harganya? Kadang kita cuma ngeliat aja," tuturnya.

Di tengah tekanan ekonomi, keputusan membeli ponsel akhirnya bergeser dari soal keinginan menjadi soal prioritas. Heru memilih memastikan kebutuhan sehari-hari terpenuhi sebelum mengganti perangkat.

"Untuk beli sih agak susah juga karena kondisi keuangan. Stabilkan dulu keuangan kita," katanya.

Ia bahkan menilai ponsel lama masih cukup digunakan selama fungsi utamanya berjalan.

"Kalau sehari-hari makan aja susah, buat apa beli HP," ujarnya.

Reporter: Fika Nur Rizki

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kalkulator Kecocokan Jodoh Online Menurut Primbon Jawa, Bantu Cek Keserasian Pasangan
Ikuti Kuisnya ➔
Gryffindor atau Slytherin? Cek Kepribadianmu di Kuis Asrama Hogwarts
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Biaya Mahal Menguatkan Nilai Tukar Rupiah

Biaya Mahal Menguatkan Nilai Tukar Rupiah

Bisnis | Rabu, 30 September 2026 | 16:57 WIB

Rupiah Unjuk Gigi Paling Kuat se-Asia ke Level Rp17.894/USD

Rupiah Unjuk Gigi Paling Kuat se-Asia ke Level Rp17.894/USD

Bisnis | Rabu, 30 September 2026 | 16:30 WIB

Rupiah Balik ke Level Rp17.900 Lagi Pagi Ini

Rupiah Balik ke Level Rp17.900 Lagi Pagi Ini

Bisnis | Rabu, 30 September 2026 | 09:48 WIB

Terkini

Atur Keuangan Lebih Untung dengan Suku Bunga Spesial Program BRI KPR Refinancing

Atur Keuangan Lebih Untung dengan Suku Bunga Spesial Program BRI KPR Refinancing

Bri | Rabu, 30 September 2026 | 18:08 WIB

Warga Natuna Diduga Jadi Tentara Bayaran, Lapangan Kerja di Perbatasan jadi Sorotan

Warga Natuna Diduga Jadi Tentara Bayaran, Lapangan Kerja di Perbatasan jadi Sorotan

News | Rabu, 30 September 2026 | 18:06 WIB

Strategi Diskon Beruntun Daihatsu Demi Amankan Pangsa Pasar Jawa Tengah

Strategi Diskon Beruntun Daihatsu Demi Amankan Pangsa Pasar Jawa Tengah

Otomotif | Rabu, 30 September 2026 | 18:05 WIB

Feng Shui Tiang Listrik di Depan Pintu Rumah dan Cara Menetralkannya agar Energi Seimbang

Feng Shui Tiang Listrik di Depan Pintu Rumah dan Cara Menetralkannya agar Energi Seimbang

Lifestyle | Rabu, 30 September 2026 | 18:05 WIB

Dari Sebentar Saja Jadi Berjam-jam: Jebakan Doomscrolling Sebelum Tidur?

Dari Sebentar Saja Jadi Berjam-jam: Jebakan Doomscrolling Sebelum Tidur?

Your Say | Rabu, 30 September 2026 | 18:00 WIB

Rencana Impor KRL Bekas Jepang, Kemenperin: Belum Regulasi yang Mengatur

Rencana Impor KRL Bekas Jepang, Kemenperin: Belum Regulasi yang Mengatur

Bisnis | Rabu, 30 September 2026 | 17:58 WIB

Aduan Warga Jateng Tak Boleh 'Menggantung', Ahmad Luthfi: Maksimal 24 Jam Harus Direspons!

Aduan Warga Jateng Tak Boleh 'Menggantung', Ahmad Luthfi: Maksimal 24 Jam Harus Direspons!

Jawa Tengah | Rabu, 30 September 2026 | 17:58 WIB

Pohon Berukuran Raksasa Tumbang Dekat Stasiun UI, KRL Lintas Bogor Sempat Tertahan

Pohon Berukuran Raksasa Tumbang Dekat Stasiun UI, KRL Lintas Bogor Sempat Tertahan

News | Rabu, 30 September 2026 | 17:57 WIB

Usut Suap Bupati Bekasi, KPK Sasar Aset Mewah Anggota Polri di Subang

Usut Suap Bupati Bekasi, KPK Sasar Aset Mewah Anggota Polri di Subang

Bekaci | Rabu, 30 September 2026 | 17:53 WIB

Gus Ipul Dikabarkan Jadi Waketum PBNU: di Mana Saja Siap

Gus Ipul Dikabarkan Jadi Waketum PBNU: di Mana Saja Siap

News | Rabu, 30 September 2026 | 17:51 WIB

×