Biaya Mahal Menguatkan Nilai Tukar Rupiah

Mohammad Fadil Djailani, Fakhri Fuadi Muflih

Rabu, 30 September 2026 | 16:57 WIB
Biaya Mahal Menguatkan Nilai Tukar Rupiah
Ilustrasi. Rupiah kembali tertekan hingga menyentuh level psikologis Rp18.000 per dolar Amerika Serikat (AS). Desain Suara.com/AI
baca 10 detik
  • BI kurangi jual dolar spot demi menjaga cadangan devisa.
  • Rupiah tembus Rp18.000 saat kebutuhan dolar meningkat.
  • BI andalkan DNDF, NDF, ekspor dan investasi.

Suara.com - Rupiah kembali tertekan hingga menyentuh level psikologis Rp18.000 per dolar Amerika Serikat (AS). Namun, Bank Indonesia (BI) kini tidak lagi menjadikan aksi jual dolar secara langsung di pasar spot sebagai senjata utama.

Ada alasan di balik perubahan strategi tersebut. Menahan rupiah dengan terus menjual dolar berarti mengorbankan cadangan devisa, itu merupakan biaya yang sangat mahal.

Kenapa rupiah ditekan?

Tekanan rupiah datang ketika dolar AS menguat secara global, harga minyak dunia menembus US$100 per barel, serta kebutuhan valuta asing (valas) domestik meningkat menjelang akhir kuartal III 2026.

Ketika permintaan dolar meningkat sementara pasokannya terbatas, harga dolar dalam rupiah ikut naik. Akibatnya, rupiah melemah.

BI sebenarnya bisa meredam kondisi tersebut dengan menjual dolar AS di pasar spot. Tambahan pasokan dolar dapat memenuhi kebutuhan pasar sekaligus meningkatkan permintaan terhadap rupiah.

Masalahnya, dolar yang dijual berasal dari cadangan devisa.

Pada akhir Agustus 2026, cadangan devisa Indonesia tercatat US$146,5 miliar. Posisi ini setara dengan pembiayaan 5,4 bulan impor atau 5,3 bulan impor dan pembayaran utang luar negeri pemerintah.

Artinya, semakin agresif BI menjual dolar, semakin banyak bantalan devisa yang terpakai.

baca juga

Jadi, BI memilih apa?

Gubernur BI Destry Damayanti mengatakan porsi intervensi melalui pasar spot kini hanya sekitar 30% dari total intervensi.

"Intervensi yang mahal itu adalah melalui spot. Melalui spot sekarang jumlahnya sudah tinggal sekitar 30 persen dari total intervensi yang kami lakukan." kata Destry.

Sebagai gantinya, BI memperbesar penggunaan instrumen derivatif seperti Domestic Non-Deliverable Forward (DNDF) di dalam negeri dan Non-Deliverable Forward (NDF) di pasar offshore.

Bedanya, instrumen tersebut memungkinkan BI melakukan stabilisasi nilai tukar tanpa harus selalu mengeluarkan dolar secara fisik seperti transaksi spot.

Strategi ini juga diperkuat dengan insentif biaya lindung nilai atau hedging. Menurut Destry, kebijakan tersebut telah mendorong sekitar US$6 miliar dana masuk melalui swap dan DNDF dalam sekitar satu bulan.

Tapi, apakah rupiah otomatis aman? Belum tentu.

BI sendiri mengakui tekanan rupiah bukan sekadar persoalan kurangnya pasokan dolar. Ada persoalan fundamental dan struktural di sektor eksternal yang perlu diperbaiki.

Karena itu, BI mendorong peningkatan ekspor dan investasi untuk memperkuat pasokan devisa dalam jangka lebih panjang.

Hingga 21 September 2026, investasi portofolio asing pada kuartal III masih mencatat net inflow US$400 juta, terutama berasal dari penerbitan global bond pemerintah dan aliran dana ke Surat Berharga Negara (SBN).

Kepala Pusat Makroekonomi dan Keuangan INDEF M Rizal Taufikurahman menilai pengurangan porsi intervensi spot memang dapat menghemat cadangan devisa. Namun, menurut dia, efektivitasnya tetap bergantung pada kemampuan instrumen derivatif memenuhi kebutuhan dolar di pasar.

"Risikonya muncul ketika kebutuhan dolar tunai meningkat, sementara instrumen derivatif tidak sepenuhnya mampu menggantikannya," ungkap Rizal.

Rizal menilai porsi intervensi spot perlu tetap fleksibel mengikuti kondisi pasar. Sebab, kebutuhan dolar tunai tidak selalu dapat digantikan sepenuhnya oleh instrumen derivatif.

Rupiah menjadi mata uang paling lemah di antara mata uang negara berkembang lainnya. [Suara.com/Syahda]
Rupiah menjadi mata uang paling lemah di antara mata uang negara berkembang lainnya. [Suara.com/Syahda]

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kalkulator Kecocokan Jodoh Online Menurut Primbon Jawa, Bantu Cek Keserasian Pasangan
Ikuti Kuisnya ➔
Gryffindor atau Slytherin? Cek Kepribadianmu di Kuis Asrama Hogwarts
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Rupiah Unjuk Gigi Paling Kuat se-Asia ke Level Rp17.894/USD

Rupiah Unjuk Gigi Paling Kuat se-Asia ke Level Rp17.894/USD

Bisnis | Rabu, 30 September 2026 | 16:30 WIB

Rupiah Balik ke Level Rp17.900 Lagi Pagi Ini

Rupiah Balik ke Level Rp17.900 Lagi Pagi Ini

Bisnis | Rabu, 30 September 2026 | 09:48 WIB

Rupiah Balik Rp18.000, Warga Mulai Ramai-Ramai Jual Dolar

Rupiah Balik Rp18.000, Warga Mulai Ramai-Ramai Jual Dolar

Bisnis | Selasa, 29 September 2026 | 17:41 WIB

Terkini

Gema Bangsa Tolak Syarat Capres-Cawapres Didukung Minimal 2 Fraksi, Singgung Risiko Oligarki

Gema Bangsa Tolak Syarat Capres-Cawapres Didukung Minimal 2 Fraksi, Singgung Risiko Oligarki

News | Rabu, 30 September 2026 | 16:57 WIB

Dirjen SDA Arnold Ritiauw: Yang Dimarahi Menteri PU Bukan Saya

Dirjen SDA Arnold Ritiauw: Yang Dimarahi Menteri PU Bukan Saya

Bisnis | Rabu, 30 September 2026 | 16:57 WIB

Biaya Mahal Menguatkan Nilai Tukar Rupiah

Biaya Mahal Menguatkan Nilai Tukar Rupiah

Bisnis | Rabu, 30 September 2026 | 16:57 WIB

Baru Hirup Udara Bebas, Indra Kenz Terancam Dijebloskan ke Penjara Lagi

Baru Hirup Udara Bebas, Indra Kenz Terancam Dijebloskan ke Penjara Lagi

News | Rabu, 30 September 2026 | 16:52 WIB

Kesempatan Ekstra 27.000 GarudaMiles Hanya Untuk Nasabah BRI Kartu Kredit Infinite Prioritas

Kesempatan Ekstra 27.000 GarudaMiles Hanya Untuk Nasabah BRI Kartu Kredit Infinite Prioritas

Bali | Rabu, 30 September 2026 | 16:50 WIB

Nasabah Mendapatkan Kesempatan Ekstra 27.000 GarudaMiles dari BRI Kartu Kredit Infinite Prioritas

Nasabah Mendapatkan Kesempatan Ekstra 27.000 GarudaMiles dari BRI Kartu Kredit Infinite Prioritas

Sulsel | Rabu, 30 September 2026 | 16:46 WIB

Dobrak Stagnasi 5 Ton, Teknologi Tani Modern di Lampung Sukses Lipat Gandakan Panen Jadi 11 Ton/Ha

Dobrak Stagnasi 5 Ton, Teknologi Tani Modern di Lampung Sukses Lipat Gandakan Panen Jadi 11 Ton/Ha

Lampung | Rabu, 30 September 2026 | 16:46 WIB

Spesifikasi Lengkap dan Harga Infinix XBOOK 14 Neo, Laptop untuk Produktivitas Mahasiswa

Spesifikasi Lengkap dan Harga Infinix XBOOK 14 Neo, Laptop untuk Produktivitas Mahasiswa

Tekno | Rabu, 30 September 2026 | 16:45 WIB

BRI Kartu Kredit Infinite Prioritas Berikan Nasabah Kesempatan Ekstra 27.000 GarudaMiles

BRI Kartu Kredit Infinite Prioritas Berikan Nasabah Kesempatan Ekstra 27.000 GarudaMiles

Malang | Rabu, 30 September 2026 | 16:43 WIB

Travel Reward untuk Frequent Traveler, Ada Ekstra 27.000 GarudaMiles dari BRI

Travel Reward untuk Frequent Traveler, Ada Ekstra 27.000 GarudaMiles dari BRI

Jatim | Rabu, 30 September 2026 | 16:35 WIB

×