- Kementerian Perhubungan mendukung program uji emisi kendaraan di Pelabuhan Tanjung Priok untuk mewujudkan pelabuhan hijau.
- PT Pelindo Sinergi Lokaseva menguji seratus kendaraan pengguna jasa di pelabuhan tersebut pada Senin, 5 Oktober 2026.
- Hasil pemeriksaan menunjukkan sembilan puluh delapan persen kendaraan memenuhi standar baku mutu emisi yang dipersyaratkan.
Suara.com - Kementerian Perhubungan (Kemenhub) mendorong terciptanya pelabuhan hijau atau green port di kawasan Pelabuhan Tanjung Priok. Salah satu yang dilakukan dengan mengurangi emisi kendaraan yang beroperasi di kawasan pelabuhan.
Wakil Menteri Perhubungan, Suntana, mendukung program uji emisi kendaraan yang digelar PT Pelindo Sinergi Lokaseva (PSL), anak usaha PT Pelabuhan Indonesia (Persero).
Suntana mengatakan, pengendalian emisi kendaraan menjadi bagian penting dalam menjaga kualitas udara, mengingat tingginya aktivitas kendaraan di kawasan pelabuhan.
Adapun, PSL melakukan uji emisi terhadap 100 kendaraan pengguna jasa di kawasan Pelabuhan Tanjung Priok.
"Pelabuhan merupakan simpul transportasi dengan pergerakan kendaraan sangat tinggi. Pengendalian emisi kendaraan menjadi bagian penting dalam menjaga kualitas udara dan mendorong sistem transportasi yang lebih berkelanjutan. Upaya seperti ini perlu dijalankan bersama oleh operator pelabuhan, perusahaan angkutan, dan pelaku usaha logistik," ujar Suntana di Jakarta, Senin (5/10/2026).
![Foto udara sejumlah kendaraan terjebak macet di Jalan Yos Sudarso menuju Pelabuhan Tanjung Priok, Jakarta, Kamis (17/3/2025). [ANTARA FOTO/Bayu Pratama S/rwa]](https://media.suara.com/pictures/653x366/2025/04/18/92056-macet-tanjung-priok-macet-jakarta.jpg)
Pengendalian emisi kendaraan tersebut sejalan dengan upaya Pelindo Group untuk mendorong terciptanya konsep Green Port atau pelabuhan yang lebih hijau dan ramah lingkungan.
Wakil Direktur Utama PT Pelabuhan Indonesia (Persero), Drajat Sulistyo, mengatakan upaya tersebut tidak dapat dilakukan hanya oleh operator pelabuhan. Seluruh ekosistem yang beraktivitas di kawasan pelabuhan perlu ikut mengambil bagian.
"Setiap hari ribuan kendaraan keluar masuk kawasan pelabuhan. Karena itu, upaya menuju Green Port perlu melibatkan seluruh ekosistem yang bekerja dan beraktivitas di pelabuhan. Merdeka dari Emisi menjadi salah satu cara kami mengajak para pelaku logistik untuk ikut mengambil bagian," jelas Drajat.
Sementara itu, Direktur Operasi & Teknik PT Pelindo Sinergi Lokaseva, Bobby Hardian, mengatakan kualitas lingkungan di kawasan pelabuhan sangat dipengaruhi kondisi kendaraan yang beroperasi setiap hari.
Menurutnya, Tanjung Priok merupakan salah satu pelabuhan tersibuk di Indonesia dengan ribuan truk yang melintas setiap hari untuk mendukung aktivitas logistik dan distribusi barang.
"Tingginya mobilitas tersebut membuat kondisi kendaraan perlu mendapatkan perhatian bersama, untuk membantu menjaga kualitas udara dan lingkungan di kawasan pelabuhan," kata Bobby.
Untuk diketahui, sebanyak 100 kendaraan pengguna jasa mengikuti pemeriksaan emisi. Hasilnya, sebanyak 98 persen kendaraan menunjukkan hasil emisi yang baik dan memenuhi standar baku mutu yang dipersyaratkan.
Sementara itu, 2 persen kendaraan lainnya direkomendasikan untuk menjalani pemeriksaan dan perawatan lebih lanjut. Langkah tersebut diharapkan dapat meningkatkan performa kendaraan sekaligus mengurangi emisi yang dihasilkan.
"Temuan ini menunjukkan bahwa kesadaran untuk merawat kendaraan sudah baik. Namun masih ada sebagian kendaraan yang memerlukan perhatian lebih. Kami berharap kegiatan ini dapat mendorong para pengguna jasa untuk melakukan perawatan kendaraan secara berkala sehingga berdampak positif bagi operasional maupun lingkungan," tambah Bobby.