- Wakil Direktur Utama Pelindo Drajat Sulistyo menargetkan perusahaan menjadi operator pelabuhan kelas internasional pada 2027.
- Pelindo menjalankan proyek strategis di Tanjung Priok dan Perairan Nipah untuk bersaing langsung dengan Singapura.
- Sejak merger tahun 2021, Pelindo kini telah berkembang menjadi operator pelabuhan petikemas terbesar ketujuh di dunia.
Suara.com - Pelindo atau PT Pelabuhan Indonesia (Persero) akan bergerak menjadi pemain logistik dan operator pelabuhan kelas internasional pada 2027 mendatang, demikian disampaikan oleh Wakil Direktur Utama Pelindo Drajat Sulistyo.
Drajat, yang ditemui di Jakarta, Kamis (10/9/2026), mengatakan Pelindo akan bertarung ketat dengan para pemain internasional dengan proyek-proyek strategisnya. Tidak hanya itu, Drajat juga mengatakan ia menargetkan Pelindo masuk dalam 5 besar operator pelabuhan petikemas dunia.
"Nah, ini sebentar lagi beberapa proyek strategis Pelindo yang benar-benar go to internasional. Itu sebenarnya akan kami dorong," kata Drajat.
"Insyaallah nanti 2027-2028 itu sudah akan go live terkait internasional kita yang benar-benar akan compete dengan international player," imbuh dia.
Proyek strategis Pelindo itu berlokasi di Tanjung Priok, Jakarta dan di sekitar Selat Malaka, bersaing langsung dengan Singapura salah satu pemain utama di industri pelabuhan petikemas.
Drajat mengungkapkan sejak merger pada 2021, Pelindo kini sudah berkembang menjadi operator pelabuhan petikemas terbesar ke-7 di dunia.
"Tapi sebenarnya sudah mulai leading di operasionalnya. Orang selalu ngomong Singapura begini-gini, faktanya hari ini kita sebenarnya secara performa operasi itu tidak kalah dengan Singapura. Bahkan kapal-kapal luar itu, cenderung ketika sudah direct call ke Indonesia itu malas mampir ke Singapura," lanjut Drajat.
Drajat berharap pemerintah akan mendukung proyek-proyek strategis Pelindo untuk bertarung di kancah internasional.
"Saya sampaikan juga ke stakeholder pemerintah, government dan kementerian lembaga, 'Please Pak support kami karena ini tujuannya untuk negara'," imbuh dia.
Pelindo sendiri pada Mei kemarin baru saja menggelar soft operational launching Nipah Transfer Anchorage Area (NTAA) sebagai langkah awal pengoperasian layanan kepelabuhanan strategis di Perairan Nipa, Kepulauan Riau.
NTAA merupakan tindak lanjut atas pemberian izin konsesi dari Kementerian Perhubungan pada 6 Mei 2026 untuk penyediaan dan kegiatan pengusahaan kepelabuhanan di area konsesi Perairan Nipa.
NTAA merupakan proyek strategis karena berada di salah satu jalur paling penting dalam perdagangan global, yakni di Selat Singapura - jalur paling sempit di Selat Malaka.
Pengoperasian NTAA menjadi langkah strategis untuk memperkuat peran Indonesia pada jalur pelayaran internasional, khususnya di kawasan Selat Malaka yang merupakan salah satu rute perdagangan laut tersibuk di dunia.