BGN Uji Coba MBG Model Prasmanan di 60 Dapur, Klaim Makanan Masih Hangat dan Habis

Dythia Novianty, Fakhri Fuadi Muflih

Senin, 05 Oktober 2026 | 14:27 WIB
BGN Uji Coba MBG Model Prasmanan di 60 Dapur, Klaim Makanan Masih Hangat dan Habis
Kepala BGN, Sudaryono saat ditemui wartawan, Senin (5/10/2026). [Suara.com/Fakhri]
baca 10 detik
  • Badan Gizi Nasional menguji coba pembagian Makan Bergizi Gratis model prasmanan di lebih dari 60 dapur daerah mulai 5 Oktober 2026.
  • Model prasmanan menyajikan makanan hangat di kelas, mengurangi risiko makanan rusak, dan melibatkan siswa dalam proses pelayanan.
  • Uji coba bertujuan menekan sisa makanan dan mengevaluasi pelaksanaan sebelum diterapkan secara lebih luas di berbagai wilayah.

Suara.com - Badan Gizi Nasional (BGN) mulai menguji coba pembagian Makan Bergizi Gratis (MBG) dengan model prasmanan. Uji coba dilakukan di lebih dari 60 dapur Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) di berbagai daerah.

Kepala BGN, Sudaryono mengatakan, uji coba tersebut mulai dilakukan pada 5 Oktober 2026.

"Salah satunya saya mau sampaikan, per hari ini, dari tanggal 5 (Oktober) ini kita sudah piloting di mungkin lebih dari 60 dapur untuk prasmanan di kelas," kata Sudaryono saat ditemui wartawan, Senin (5/10/2026).

Menurut Sudaryono, model prasmanan membuat makanan lebih segar karena makanan dapat langsung disajikan di kelas dalam kondisi hangat. Waktu tunggu antara makanan selesai dimasak hingga dikonsumsi siswa juga jadi lebih singkat.

"Makanan dibawa anget-anget ke kelas kemudian disajikan di kelas," ujarnya.

Ia mengatakan, skema tersebut bisa mengurangi risiko makanan rusak yang berpotensi menimbulkan gangguan kesehatan. Selain itu, model prasmanan juga memiliki fungsi edukasi karena siswa ikut terlibat dalam proses penyajian makanan.

Sudaryono mengatakan, penerapan model tersebut membutuhkan pelatihan bagi dapur SPPG dan pihak sekolah. Siswa yang bertugas melayani makanan akan menggunakan celemek dan sarung tangan.

"Karena melibatkan sekolah kan, melibatkan siswanya kan. Siswanya harus, nanti siswa pakai celemek, kemudian pakai sarung tangan, dia piket 5-6 orang dia ngelayanin temennya, ngelayanin gurunya," kata Sudaryono.

Menurut dia, uji coba model prasmanan telah dilakukan di sejumlah wilayah, seperti Jawa Tengah, Jawa Timur, Yogyakarta, dan Jayapura, Papua.

baca juga

"Ada, ada di Jawa Tengah, di Jawa Timur, di ada di Jogja, ada di, ada di Papua juga ada di Jayapura kalau nggak salah. Jadi kita piloting di banyak wilayah," tuturnya.

Sudaryono mengatakan, BGN masih mengevaluasi pelaksanaan uji coba tersebut sebelum model prasmanan diterapkan lebih luas. Evaluasi dilakukan untuk melihat persoalan yang muncul dalam pelaksanaan di lapangan.

"Yang jelas kalau prasmanan ini memang ee kalau sudah terbiasa akan bagus, sama seperti di negara lain. Cuman memang perlu ada training yang cukuplah," ucapnya.

Ia menilai, model prasmanan memungkinkan siswa mengambil makanan sesuai kebutuhan. Siswa yang masih ingin makan juga dapat mengambil makanan tambahan sehingga jumlah makanan yang terbuang dapat ditekan.

"Lebih fresh ya, kemudian ada yang mungkin mau nambah, masih ada sisa, bisa nambah gitu, jadi waste, waste-nya lebih sedikit ya karena prasmanan itu," tuturnya.

Selain itu, Sudaryono mengklaim tingkat makanan yang dihabiskan siswa dalam uji coba tersebut cukup tinggi. Berdasarkan laporan yang diterimanya, makanan yang disediakan hampir seluruhnya habis.

"Sejauh saya terima laporannya, hampir katanya ini, apa, habis gitu, habis semua (makanannya). Habis semua," ujar Sudaryono.

Menu MBG di SMKN 1 Jakarta, Kamis (8/1/2026).
Ilustrasi Menu MBG. [Suara.com]

Ia menyebut, BGN mempelajari penerapan model serupa di sejumlah negara, termasuk Jepang. Dalam skema tersebut, makanan dimasak di central kitchen sebelum didistribusikan ke sekolah.

"Di banyak negara, kami udah melihat kemarin JICA (Japan International Cooperation Agency) dengan Jepang kemarin itu, itu kemudian Central Kitchen. Jadi dimasak di Central Kitchen kemudian dibagi ke, ke sekolah-sekolahnya itu kemudian dalam bentuk, dalam bentuk anget-anget prasmanan di kelas," pungkasnya.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kalkulator Kecocokan Jodoh Online Menurut Primbon Jawa, Bantu Cek Keserasian Pasangan
Ikuti Kuisnya ➔
Gryffindor atau Slytherin? Cek Kepribadianmu di Kuis Asrama Hogwarts
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Wamenkeu Klaim Kenaikan Inflasi Tak Pengaruhi Kualitas Gizi MBG

Wamenkeu Klaim Kenaikan Inflasi Tak Pengaruhi Kualitas Gizi MBG

Bisnis | Jum'at, 02 Oktober 2026 | 14:40 WIB

Insentif SPPG dari Rp 6 Juta/Hari ke Rp 2.000/Porsi Jadi Upaya Reformasi BGN

Insentif SPPG dari Rp 6 Juta/Hari ke Rp 2.000/Porsi Jadi Upaya Reformasi BGN

Bisnis | Jum'at, 02 Oktober 2026 | 11:41 WIB

Dicopot Purbaya Gegara Loloskan Motor Listrik MBG, Luky Alfirman Kini Jadi Wamenkeu

Dicopot Purbaya Gegara Loloskan Motor Listrik MBG, Luky Alfirman Kini Jadi Wamenkeu

Bisnis | Kamis, 01 Oktober 2026 | 15:11 WIB

BPS Akui MBG Bikin Harga Daging Ayam Makin Mahal

BPS Akui MBG Bikin Harga Daging Ayam Makin Mahal

Bisnis | Kamis, 01 Oktober 2026 | 13:43 WIB

Dadan Hindayana dan 5 Tersangka Korupsi MBG Dilimpahkan ke Kejari Jakpus

Dadan Hindayana dan 5 Tersangka Korupsi MBG Dilimpahkan ke Kejari Jakpus

Foto | Selasa, 29 September 2026 | 18:10 WIB

Terkini

BGN Uji Coba MBG Model Prasmanan di 60 Dapur, Klaim Makanan Masih Hangat dan Habis

BGN Uji Coba MBG Model Prasmanan di 60 Dapur, Klaim Makanan Masih Hangat dan Habis

Bisnis | Senin, 05 Oktober 2026 | 14:27 WIB

100 Kasus Kekerasan di Sekolah Selama 2026, FSGI Minta Permendikdasmen Nomor 6/2026 Dievaluasi

100 Kasus Kekerasan di Sekolah Selama 2026, FSGI Minta Permendikdasmen Nomor 6/2026 Dievaluasi

News | Senin, 05 Oktober 2026 | 14:26 WIB

BRI dan KPK Perkuat Gerakan Antikorupsi melalui PELOPOR 2026

BRI dan KPK Perkuat Gerakan Antikorupsi melalui PELOPOR 2026

Jogja | Senin, 05 Oktober 2026 | 14:25 WIB

Ada Helikopter, Pesawat, Hingga BYD, Daftar Kendaraan Mewah Korupsi MBG Disita Kejagung

Ada Helikopter, Pesawat, Hingga BYD, Daftar Kendaraan Mewah Korupsi MBG Disita Kejagung

News | Senin, 05 Oktober 2026 | 14:25 WIB

Surat MA Nyasar ke PA, Bupati Gowa Duga Sabotase Usai Putusan Pemakzulan

Surat MA Nyasar ke PA, Bupati Gowa Duga Sabotase Usai Putusan Pemakzulan

News | Senin, 05 Oktober 2026 | 14:22 WIB

BRI-KPK Siapkan Agen Perubahan Antikorupsi lewat PELOPOR 2026

BRI-KPK Siapkan Agen Perubahan Antikorupsi lewat PELOPOR 2026

Jawa Tengah | Senin, 05 Oktober 2026 | 14:22 WIB

Urutan Zodiak Paling Berkuasa Ditakuti dan Disegani dalam Lingkungan Sosial

Urutan Zodiak Paling Berkuasa Ditakuti dan Disegani dalam Lingkungan Sosial

Lifestyle | Senin, 05 Oktober 2026 | 14:20 WIB

5 Fakta Menarik Drama Between Steps, Karya Terakhir Sutradara Legendaris

5 Fakta Menarik Drama Between Steps, Karya Terakhir Sutradara Legendaris

Your Say | Senin, 05 Oktober 2026 | 14:20 WIB

BRI dan KPK Cetak Agen Perubahan Antikorupsi 2026

BRI dan KPK Cetak Agen Perubahan Antikorupsi 2026

Jatim | Senin, 05 Oktober 2026 | 14:19 WIB

BRI dan KPK Hadirkan Pelatihan Calon Penyuluh Antikorupsi 2026

BRI dan KPK Hadirkan Pelatihan Calon Penyuluh Antikorupsi 2026

Jabar | Senin, 05 Oktober 2026 | 14:17 WIB

×