Emiten RI Dikejar Waktu, Tinggal 90 Hari Siapkan Data untuk Standar Keberlanjutan 2027

Rully Fauzi

Senin, 05 Oktober 2026 | 21:35 WIB
Emiten RI Dikejar Waktu, Tinggal 90 Hari Siapkan Data untuk Standar Keberlanjutan 2027
Seminar Navigating PSPK 1 & 2: Road to 2027 Sustainability Disclosure yang digelar TruCarbon bersama Asosiasi Emiten Indonesia (AEI). [dok. pribadi]
baca 10 detik
  • PSPK 1 & 2 berlaku 1 Januari 2027, emiten tinggal sekitar 90 hari untuk bersiap.
  • Data keberlanjutan harus akurat, terlacak, dan terhubung dengan laporan keuangan.
  • Persiapan 90 hari: tetapkan cakupan, bangun sistem data, lalu lakukan uji coba (dry run).

Suara.com - Emiten di Indonesia memiliki sisa waktu sekitar tiga bulan untuk menyiapkan data dan proses pengungkapan keberlanjutan sebelum Pernyataan Standar Pengungkapan Keberlanjutan (PSPK) 1 dan 2 berlaku efektif untuk periode pelaporan tahunan yang dimulai 1 Januari 2027.

Standar yang disusun Dewan Standar Keberlanjutan Ikatan Akuntan Indonesia (DSK IAI) ini menuntut data keberlanjutan yang dapat ditelusuri hingga dokumen sumbernya dan terhubung dengan laporan keuangan. Karena itu, perusahaan disarankan segera membangun sistem pengumpulan data.

Hal tersebut mengemuka dalam seminar Navigating PSPK 1 & 2: Road to 2027 Sustainability Disclosure yang digelar TruCarbon bersama Asosiasi Emiten Indonesia (AEI) secara daring.

Direktur Eksekutif AEI Gilman Pradana Nugraha mengingatkan kesiapan data menjadi pekerjaan utama emiten.

"Sustainability disclosure makin dekat dengan financial reporting dan investor decision making. Penting buat kita memastikan bahwa data tersedia dengan lengkap, utuh, governance yang jelas, ownership di internal perusahaan juga jelas, proses pengumpulan data juga valid dan reliable, dan juga ada keterhubungan antara tim sustainability dan tim lainnya," katanya.

Sebagai informasi, kewajiban menerbitkan laporan keberlanjutan sendiri bukan hal baru. Otoritas Jasa Keuangan (OJK) telah mewajibkannya bagi emiten, lembaga jasa keuangan, dan perusahaan publik sejak 2019 melalui POJK 51/2017. Yang berubah adalah standar teknis penyusunannya. PSPK 1 dan 2, yang disahkan DSK IAI pada 1 Juli 2025, mengadopsi IFRS S1 dan IFRS S2 dari International Sustainability Standards Board (ISSB).

Anggota Tim Kerja Keberlanjutan IAI Cita Ayu Pratiwi menjelaskan PSPK 1 merupakan kerangka umum atau payung yang mengatur apa saja yang perlu dilakukan dalam pelaporan keberlanjutan.

Adapun PSPK 2 mengatur pengungkapan yang spesifik terkait iklim. Keduanya memuat empat konten inti yang sama, yaitu tata kelola, strategi, manajemen risiko, serta metrik dan target. Ke depan, standar ini akan terus berkembang lewat PSPK 3, 4, dan 5 untuk menangkap risiko dan peluang keberlanjutan lain di luar iklim.

Ia menambahkan PSPK dirancang sebagai standar yang berfokus pada investor dan menghasilkan informasi yang dapat dibandingkan secara global.

Pengguna utamanya adalah investor saat ini maupun calon investor, pemberi pinjaman, dan kreditur lain, yang memakai informasi tersebut untuk memutuskan membeli, menjual, atau menahan saham dan surat utang, serta menyalurkan pinjaman.

Menurut Cita, PSPK membawa cara pandang yang berbeda dari pelaporan keberlanjutan selama ini.

"Yang sebelumnya mungkin perspektif yang dibawa adalah bagaimana perusahaan berdampak ke eksternal maupun terkait dengan lingkungan, sosial ataupun tata kelola, tapi kali ini kita agak merubah sedikit view-nya yaitu melihat bagaimana aspek-aspek tersebut berdampak secara internal," ujarnya.

Untuk memulai persiapan, Cita menyarankan perusahaan tidak berangkat dari pertanyaan apa yang harus diungkapkan, melainkan dari penilaian apakah proses yang berjalan saat ini sudah memadai untuk mendukung pengungkapan dan implementasi keberlanjutan yang efektif.

Dari sisi emiten, Kepala Sustainability & CSR Subdivision PT Bank Central Asia Tbk (BCA), Evi Jo, membagikan bagaimana BCA menyatukan kerja antartim dalam penyusunan laporan keberlanjutan.

Menurutnya, penerapan PSPK membutuhkan kolaborasi lintas divisi, terutama antara tim sustainability, risiko, bisnis, dan akuntansi.

Bagi BCA, laporan keberlanjutan adalah bentuk pertanggungjawaban, bukan sekadar upaya untuk terlihat bagus dengan tulisan pelaporan yang indah.

Laporan itu memuat implementasi komitmen keberlanjutan BCA sekaligus menjadi tanggung jawab perseroan sebagai emiten kepada investor.

Direktur TruCarbon, Debby Reynata menyebut 90 hari tersisa di 2026 sebagai periode penting untuk menyiapkan tahun buku 2027 dengan standar PSPK 1 dan 2.

Ia merekomendasikan tiga tahap. Tahap pertama, hari ke-1 hingga ke-30, untuk menetapkan cakupan entitas yang selaras dengan batas konsolidasi laporan keuangan serta tata kelolanya.

Tahap kedua, hari ke-31 hingga ke-60, untuk membangun data engine, yakni pemetaan data aktivitas di setiap lokasi lengkap dengan sumber, satuan, frekuensi, dan penanggung jawabnya. Tahap ketiga, hari ke-61 hingga ke-90, adalah uji jalan.

"Kita merekomendasikan untuk melakukan dry run dengan data tahun sebelumnya," kata Debby.

Uji coba ini menjadi cara menemukan celah data lebih awal, sebelum celah itu muncul saat proses asurans. "90 hari ini cukup untuk memastikan tahun buku 2027 akan dimulai dengan sistem atau SOP yang sudah jalan," ujarnya.

Ia mengingatkan soal keringanan pengungkapan selama tiga tahun untuk emisi Scope 3 (Cakupan 3), yakni emisi tidak langsung dari rantai nilai perusahaan.

Jangka waktu ini lebih panjang dari IFRS yang hanya satu tahun. Namun, yang ditunda hanya pengungkapan, bukan pengumpulan data.

Data Scope 3 tetap harus dikumpulkan secara rutin mulai sekarang, karena kualitasnya baru naik setelah beberapa siklus pelaporan dan membutuhkan keterlibatan pemasok.

Untuk mempercepat persiapan tersebut, TruCarbon menghadirkan TruCount, perangkat lunak akuntansi karbon yang mempermudah seluruh proses pengungkapan keberlanjutan, mulai dari pengumpulan data emisi hingga penyusunan laporan.

Sebagai bentuk dukungan bagi emiten, peserta seminar mendapatkan akses premium TruCount gratis selama 90 hari.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kalkulator Kecocokan Jodoh Online Menurut Primbon Jawa, Bantu Cek Keserasian Pasangan
Ikuti Kuisnya ➔
Gryffindor atau Slytherin? Cek Kepribadianmu di Kuis Asrama Hogwarts
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔

Terkait

Emiten AGRO Rombak Jajaran Direksi

Emiten AGRO Rombak Jajaran Direksi

Bisnis | Rabu, 07 Oktober 2026 | 17:58 WIB

Tak Hanya Danantara, Grup Bakrie Ikut Andil dalam Investasi Perusahaan Migas AS

Tak Hanya Danantara, Grup Bakrie Ikut Andil dalam Investasi Perusahaan Migas AS

Bisnis | Rabu, 07 Oktober 2026 | 09:08 WIB

Biar Bisa Bersaing, Emiten PPRO Lakukan Transformasi Bisnis

Biar Bisa Bersaing, Emiten PPRO Lakukan Transformasi Bisnis

Bisnis | Jum'at, 02 Oktober 2026 | 14:42 WIB

VICI Borong Saham Asing, Bidik Target Ini

VICI Borong Saham Asing, Bidik Target Ini

Bisnis | Senin, 28 September 2026 | 16:39 WIB

Gegara Nikel dan Emas, MDKA Balik Untung USD102 Juta di Semester I 2026

Gegara Nikel dan Emas, MDKA Balik Untung USD102 Juta di Semester I 2026

Bisnis | Minggu, 27 September 2026 | 12:18 WIB

Genjot Penjualan, Emiten MARK Bidik Pasar Internasional

Genjot Penjualan, Emiten MARK Bidik Pasar Internasional

Bisnis | Jum'at, 18 September 2026 | 18:33 WIB

Emiten TAPG Fokus Bangun Fasilitas Umum dalam Pemulihan Pascabencana NTT

Emiten TAPG Fokus Bangun Fasilitas Umum dalam Pemulihan Pascabencana NTT

Bisnis | Jum'at, 18 September 2026 | 18:20 WIB

KESGI 50 Jadi Acuan Baru untuk Menilai Emiten Berkelanjutan

KESGI 50 Jadi Acuan Baru untuk Menilai Emiten Berkelanjutan

News | Kamis, 17 September 2026 | 16:26 WIB

Intip Strategi Emiten Alat Berat INTA Jaga Bisnis Jangka Panjang

Intip Strategi Emiten Alat Berat INTA Jaga Bisnis Jangka Panjang

Bisnis | Rabu, 16 September 2026 | 09:26 WIB

Harga Saham Naik-Turun Signifikan, BEI Gembok UDNG, SEMA, dan ALKA

Harga Saham Naik-Turun Signifikan, BEI Gembok UDNG, SEMA, dan ALKA

Bisnis | Rabu, 16 September 2026 | 08:52 WIB

Terkini

Penerimaan Pajak Melesat 24,1% di Agustus 2026 karena Pemerintah Tunda Restitusi ke Pengusaha

Penerimaan Pajak Melesat 24,1% di Agustus 2026 karena Pemerintah Tunda Restitusi ke Pengusaha

Bisnis | Rabu, 07 Oktober 2026 | 21:33 WIB

Istanbul Jadi Sumber Inspirasi, Brand Fashion Indonesia Perkuat Jejak di Turkiye

Istanbul Jadi Sumber Inspirasi, Brand Fashion Indonesia Perkuat Jejak di Turkiye

Lifestyle | Rabu, 07 Oktober 2026 | 21:31 WIB

12 Perusahaan di Sumsel Disegel KLH Terkait Karhutla, Sampel Diuji untuk Tentukan Sanksi

12 Perusahaan di Sumsel Disegel KLH Terkait Karhutla, Sampel Diuji untuk Tentukan Sanksi

Sumsel | Rabu, 07 Oktober 2026 | 21:15 WIB

Pintu Lift Rusak, 6 Penumpang Terjebak di Stasiun Manggarai Berhasil Dievakuasi

Pintu Lift Rusak, 6 Penumpang Terjebak di Stasiun Manggarai Berhasil Dievakuasi

News | Rabu, 07 Oktober 2026 | 21:14 WIB

Defisit APBN Cuma 0,93% di Agustus 2026, Ternyata Ada Peran Bank Indonesia

Defisit APBN Cuma 0,93% di Agustus 2026, Ternyata Ada Peran Bank Indonesia

Bisnis | Rabu, 07 Oktober 2026 | 21:11 WIB

Masih Bocah, Pelaku Begal Sadis Seret Warga Pekanbaru hingga 600 Meter Ditangkap

Masih Bocah, Pelaku Begal Sadis Seret Warga Pekanbaru hingga 600 Meter Ditangkap

Riau | Rabu, 07 Oktober 2026 | 21:08 WIB

PNM Kembali Terbitkan Orange Bond dan Orange Sukuk Rp2,59 Triliun

PNM Kembali Terbitkan Orange Bond dan Orange Sukuk Rp2,59 Triliun

Bisnis | Rabu, 07 Oktober 2026 | 20:50 WIB

Ulasan Film Pendek "Berdoa, Mulai": Mengurai Mayoritas di Sekolah Negeri

Ulasan Film Pendek "Berdoa, Mulai": Mengurai Mayoritas di Sekolah Negeri

Your Say | Rabu, 07 Oktober 2026 | 20:50 WIB

Cashback Rp7,5 Juta dari BRI untuk Pembelian iPhone 18 di Tokopedia dan TikTok

Cashback Rp7,5 Juta dari BRI untuk Pembelian iPhone 18 di Tokopedia dan TikTok

Bri | Rabu, 07 Oktober 2026 | 20:48 WIB

Emas 74 Kg di Rumah Febrie Adriansyah Ternyata Hanya Bisa Diakses Don Ritto

Emas 74 Kg di Rumah Febrie Adriansyah Ternyata Hanya Bisa Diakses Don Ritto

News | Rabu, 07 Oktober 2026 | 20:37 WIB

×