- Sembilan perusahaan antre IPO di BEI, rinciannya, satu perusahaan memiliki aset skala kecil, lima perusahaan aset skala menengah, dan tiga perusahaan aset skala besar.
- Tujuh perusahaan sudah IPO dengan dana Rp2,16 triliun, selain pencatatan saham, BEI mencatat 156 emisi dari 67 penerbit EBUS dengan total dana dihimpun Rp157,73 triliun.
- BEI catat dana rights issue Rp37,35 triliun, hingga 6 November 2026, sebanyak 16 emiten telah menerbitkan saham baru melalui rights issue.
Suara.com - Bursa Efek Indonesia (BEI) mencatat sebanyak sembilan perusahaan masih berada dalam antrean pencatatan saham atau initial public offering (IPO) hingga 6 November 2026.
Berdasarkan data pipeline IPO BEI yang dipublikasikan pada Minggu (8/11/2026), sektor kesehatan menjadi penyumbang calon emiten terbanyak dengan empat perusahaan yang tengah mengantre untuk mencatatkan sahamnya di bursa.
"Sampai dengan 06 November 2026 telah tercatat 7 Perusahaan yang mencatatkan saham di Bursa Efek Indonesia (BEI) dengan dana dihimpun Rp2.16 triliun. Hingga saat ini, terdapat 9 perusahaan dalam pipeline pencatatan saham BEI," tulis BEI dalam laporannya.

Dari sembilan calon emiten tersebut, satu perusahaan merupakan perusahaan dengan aset skala kecil atau di bawah Rp50 miliar. Kemudian, lima perusahaan memiliki aset skala menengah, yakni antara Rp50 miliar hingga Rp250 miliar.
Adapun tiga perusahaan lainnya masuk kategori aset skala besar, yakni di atas Rp250 miliar.
Berdasarkan sektor usaha, empat perusahaan berasal dari sektor perawatan kesehatan. Sementara itu, masing-masing dua perusahaan berasal dari sektor basic materials dan energi, serta satu perusahaan dari sektor keuangan.
Sementara itu, sepanjang tahun ini, sebanyak tujuh perusahaan telah melantai di pasar modal Indonesia melalui IPO dengan total dana yang berhasil dihimpun mencapai Rp2,16 triliun.
Pipeline Obligasi dan Rights Issue
Selain pencatatan saham, BEI juga mencatat sebanyak 156 emisi dari 67 penerbit efek bersifat utang dan sukuk (EBUS) yang telah diterbitkan dengan total dana dihimpun mencapai Rp157,73 triliun.
Hingga 6 November 2026, terdapat 29 emisi dari 19 penerbit EBUS yang masih berada dalam pipeline BEI.
Berdasarkan sektornya, pipeline EBUS terdiri dari tiga perusahaan sektor basic materials, tiga perusahaan sektor energi, dan empat perusahaan sektor keuangan.
Kemudian, masing-masing satu perusahaan berasal dari sektor perawatan kesehatan, industri, properti dan real estate, serta transportasi dan logistik. Sementara itu, sektor infrastruktur menyumbang lima perusahaan.
Di sisi lain, BEI mencatat sebanyak 16 emiten telah menerbitkan saham baru melalui aksi korporasi rights issue hingga 6 November 2026. Total dana yang berhasil dihimpun dari aksi tersebut mencapai Rp37,35 triliun.