Aliran Minyak di Selat Hormuz Sudah Normal, Mengapa Harga BBM Masih Mahal?

Liberty Jemadu

Selasa, 06 Oktober 2026 | 08:13 WIB
Aliran Minyak di Selat Hormuz Sudah Normal, Mengapa Harga BBM Masih Mahal?
Ekspor minyak Timur Tengah per akhir September 2026 mencapai 22,5 juta barel per hari, melampaui level sebelum konflik. Tapi mengapa harga BBM masih mahal? [DOK. PT Pertamina International Shipping]
baca 10 detik
  • Ekspor minyak Timur Tengah per akhir September 2026 mencapai 22,5 juta barel per hari, melampaui level sebelum konflik.
  • Harga minyak mentah Brent pada 5 Oktober 2026 masih bertahan di atas 101 dolar per barel akibat berbagai faktor.
  • Tingginya harga minyak disebabkan oleh kekhawatiran pasar, lonjakan biaya transit, penipisan cadangan, krisis BBM, dan inflasi.

Suara.com - Kucuran minyak mentah dari Timur Tengah sudah melewati level normal, lebih banyak dari sebelum Amerika Serikat menyerang Iran pada Februari lalu dan memicu konflik di Timur Tengah hingga saat ini.

Langkah Iran menutup Selat Hormuz, jalur yang dilewati 20 persen minyak dunia, sejak awal konflik memicu naiknya harga minyak sepanjang tahun ini. Tapi dengan mulai normalnya aliran minyak di Hormuz, mengapa harga minyak masih tinggi?

Per Senin (5/10/20206) harga minyak mentah Brent masih di atas 101 dolar per barel - sekitar 40 persen lebih mahal ketimbang harga sebelum konflik.

Tingginya harga minyak ini memberikan tekanan terhadap perekonomian dunia, termasuk Indonesia yang di ABPB 2026 diasumsikan hanya 76 dolar.

Bagaimana situasinya sekarang?

Menurut data firma intelijen perkapalan Kpler, yang dilansir dari Reuters, Senin (5/10/2026), ekspor minyak dari Timur Tengah pada 24 September sudah mencapai 19,5 juta barel per hari dan tembus 22,5 juta barel per hari di periode 27 - 29 September kemarin.

Jumlah ini sudah melampaui ekspor minyak di periode sebelum perang, yang rata-rata 18 juta barel per hari.

Aliran minyak ini melewati tidak hanya Selat Hormuz, tapi juga via Laut Merah.

Lalu mengapa harga minyak masih mahal?

baca juga

Menurut para analis, seperti yang dirangkum dari Bloomberg dan The Economist ada setidaknya lima alasan mengapa harga minyak masih mahal saat ekspor minyak dari Timur Tengah sudah kembali normal.

  • Pasar masih ketakutan
    Pasar minyak dunia masih khawatir bahwa perang antara AS dan Iran akan kembali berkobar. Apa lagi AS sedang mengirim satu kapal induk lagi ke Timur Tengah, untuk membantu dua kapal induk yang sejak awal perang sudah bercokol di sekitar Iran.

    Di saat aliran minyak negara-negara Arab kembali mengalir di Selat Hormuz, Iran di sisi lain tak bisa mengekspor minyak dan membuat kondisi ekonominya semakin memburuk. Situasi ini dikhawatirkan akan membuat Teheran mengamuk dan kembali menyerang negara-negara tetanggannya untuk meningkatkan posisi tawarnya dalam negosiasi damai dengan AS.

  • Biaya transit
    Kedua adalah biaya transit. Saat ini, kapal-kapal minyak negara-negara Arab mengekspor muatan mereka menggunakan metode ship-to-ship (STS) transfer dan via rute alternatif.

    STS kini menjadi cara utama negara seperti Arab Saudi, Irak dan Uni Emirat Arab untuk mengekspor minyak. Saudi misalnya mengerahkan kapal-kapal perusahaan pemerintah untuk membawa minyak melewati Selat Hormuz di bawah kawalan militer AS dan memindahkannya ke kapal-kapal tanker lain yang menunggu di luar Selat Hormuz.

    Cara ini meskipun aman, tapi lebih mahal karena tingginya risko yang kemudian mengerek biaya asuransi. Menurut Bloomberg, biaya untuk mengangkut minyak dari Selat Hormuz ke China kini mencapai 1,2 juta miliar dolar AS  per hari, naik dari sekitar 80.000 dolar AS per hari pada tahun lalu.

  • Cadangan menipis
    Cadangan minyak dunia saat ini juga sudah menipis. Simpanan minyak dunia kini tinggal sekitar 4,3 miliar barel, turun 400 juta barel sejak Maret lalu.

    Di sisi lain permintaan terus naik. Kebutuhan minyak dunia kini mencapai 104,8 juta barel per hari, naik 6,5 juta barel dibandingkan pada Mei lalu, momen di mana permintaan minyak dunia mencapai titik terendah selama periode perang di Timur Tengah.

  • Krisis BBM
    Meskipun aliran minyak mentah dari Timur Tengah meningkat, tapi yang dialami dunia saat ini adalah juga krisis BBM atau produk bahan bakar hasil olahan minyak mentah. Bebeberap negara di dunia, termasuk AS, kini mengalami krisis solar.

    Pemicunya adalah berkurangnya produksi dari  Timur Tengah dan Rusia, yang kilang-kilang minyaknya menjadi sasaran drone-drone Ukraina.

  • Inflasi
    Para investor kini melirik pasar minyak dunia sebagai peranti lindung nilai inflasi. Dinamika ini terjadi di tengah tren naiknya imbal hasil (yield) obligasi. Ini memang tidak secara langsung meningkatkan permintaan terhadap minyak, tetapi tetap saja mendorong naik harga minyak.

Kabar baik dari Saudi

Di tengah kabar yang bikin ciut, masih ada kabar baik dari Arab Saudi. Riyadh pada pekan ini mengumumkan akan memberikan diskon sebesar 5 dolar AS per barel untuk pasar Asia mulai November, tapi di sisi lain menaikkan harga untuk pasar Eropa dan Mediterania.

Diskon ini adalah yang terbesar yang pernah diberikan Saudi sejak Juni 2020 lalu. Sejumlah sumber Reuters mengatakan diskon itu diberikan sebagai kompensasi atas melonjaknya biaya sewa kapal tanker.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kalkulator Kecocokan Jodoh Online Menurut Primbon Jawa, Bantu Cek Keserasian Pasangan
Ikuti Kuisnya ➔
Gryffindor atau Slytherin? Cek Kepribadianmu di Kuis Asrama Hogwarts
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Harga BBM Indonesia vs ASEAN: RON 92 Rp15.950, Singapura Tembus Rp48.514 per Liter

Harga BBM Indonesia vs ASEAN: RON 92 Rp15.950, Singapura Tembus Rp48.514 per Liter

Bisnis | Senin, 05 Oktober 2026 | 13:30 WIB

Iran: Selat Hormuz Tidak Akan Dibuka Sebelum 'Syarat Damai' Dipenuhi AS

Iran: Selat Hormuz Tidak Akan Dibuka Sebelum 'Syarat Damai' Dipenuhi AS

News | Senin, 05 Oktober 2026 | 07:35 WIB

Selat Hormuz Masih Panas, Harga Minyak Dunia Diprediksi Tembus US$100

Selat Hormuz Masih Panas, Harga Minyak Dunia Diprediksi Tembus US$100

Bisnis | Minggu, 04 Oktober 2026 | 19:00 WIB

Harga Minyak Dunia Naik Lagi, Masih di Atas USD 100/Barel

Harga Minyak Dunia Naik Lagi, Masih di Atas USD 100/Barel

Bisnis | Jum'at, 02 Oktober 2026 | 09:31 WIB

Harga Minyak Dunia Stabil, Pasokan Timur Tengah Mulai Pulih

Harga Minyak Dunia Stabil, Pasokan Timur Tengah Mulai Pulih

Bisnis | Kamis, 01 Oktober 2026 | 09:40 WIB

Terkini

Banjir Rob Mengintai Pesisir Jateng, BMKG Minta Warga Tingkatkan Kewaspadaan

Banjir Rob Mengintai Pesisir Jateng, BMKG Minta Warga Tingkatkan Kewaspadaan

Jawa Tengah | Selasa, 06 Oktober 2026 | 08:16 WIB

Aliran Minyak di Selat Hormuz Sudah Normal, Mengapa Harga BBM Masih Mahal?

Aliran Minyak di Selat Hormuz Sudah Normal, Mengapa Harga BBM Masih Mahal?

Bisnis | Selasa, 06 Oktober 2026 | 08:13 WIB

Pekanbaru Terapkan Pembelajaran Daring untuk Kesekian Kali, Dampak Kabut Asap!

Pekanbaru Terapkan Pembelajaran Daring untuk Kesekian Kali, Dampak Kabut Asap!

Riau | Selasa, 06 Oktober 2026 | 08:13 WIB

Korsleting Listrik Picu Kebakaran di Muara Angke, Gudang dan Bengkel Kapal Hangus Rugi Rp1 Miliar!

Korsleting Listrik Picu Kebakaran di Muara Angke, Gudang dan Bengkel Kapal Hangus Rugi Rp1 Miliar!

News | Selasa, 06 Oktober 2026 | 08:08 WIB

Nobar Berbuah Manis, Ribuan Warga Jateng Nikmati Gelar Juara Timnas Sambil Pesta Kuliner Gratis

Nobar Berbuah Manis, Ribuan Warga Jateng Nikmati Gelar Juara Timnas Sambil Pesta Kuliner Gratis

Jawa Tengah | Selasa, 06 Oktober 2026 | 08:07 WIB

Jejak Luka di Tanah Pengasingan dalam Cerita dari Digul

Jejak Luka di Tanah Pengasingan dalam Cerita dari Digul

Your Say | Selasa, 06 Oktober 2026 | 08:00 WIB

Timnas Indonesia Juara FIFA ASEAN Cup 2026, Prabowo Bicara soal Bonus Pemain

Timnas Indonesia Juara FIFA ASEAN Cup 2026, Prabowo Bicara soal Bonus Pemain

Bola | Selasa, 06 Oktober 2026 | 07:55 WIB

Kabur saat Digeledah di Bakauheni, Pria Pembawa Senjata Serbu AR-15 Diciduk di Loteng Ruang Guru

Kabur saat Digeledah di Bakauheni, Pria Pembawa Senjata Serbu AR-15 Diciduk di Loteng Ruang Guru

Lampung | Selasa, 06 Oktober 2026 | 07:54 WIB

Indonesia Juara FIFA ASEAN Cup! Suporter dan Masyarakat Diimbau Rayakan Kemenangan dengan Tertib

Indonesia Juara FIFA ASEAN Cup! Suporter dan Masyarakat Diimbau Rayakan Kemenangan dengan Tertib

News | Selasa, 06 Oktober 2026 | 07:50 WIB

Kurang dari 12 Jam, Pembantai Satu Keluarga di Tulang Bawang Tewas Ditembak Polisi

Kurang dari 12 Jam, Pembantai Satu Keluarga di Tulang Bawang Tewas Ditembak Polisi

Lampung | Selasa, 06 Oktober 2026 | 07:45 WIB

×