Iran: Selat Hormuz Tidak Akan Dibuka Sebelum 'Syarat Damai' Dipenuhi AS

M Nurhadi

Senin, 05 Oktober 2026 | 07:35 WIB
Iran: Selat Hormuz Tidak Akan Dibuka Sebelum 'Syarat Damai' Dipenuhi AS
Menteri Luar Negeri Iran, Abbas Araqchi
baca 10 detik
  • Ketua Parlemen Iran Mohammad Baqer Qalibaf menyatakan pada 4 Oktober 2026 bahwa Selat Hormuz tetap ditutup sampai Amerika Serikat menyetujui tujuh syarat Iran.
  • Pemerintah Qatar memediasi perundingan tidak langsung antara Amerika Serikat dan Iran untuk memulihkan pasokan energi global di Selat Hormuz melalui skema kepercayaan tujuh hari.
  • Kementerian Luar Negeri Iran menegaskan fokus perundingan adalah keamanan maritim tanpa membahas isu program nuklir dan siap menghadapi opsi militer Amerika Serikat.

Suara.com - Iran menegaskan bahwa jalur pelayaran strategis tersebut tidak akan dibuka kembali bagi navigasi internasional sebelum tujuh persyaratan yang diajukan Iran disepakati sepenuhnya oleh Amerika Serikat (AS). Pernyataan tegas tersebut disampaikan oleh Ketua Parlemen sekaligus negosiator senior Iran, Mohammad Baqer Qalibaf, pada Minggu (4/10/2026).

Sebelumnya, Iran menyampaikan usulan dalam Sidang Majelis Umum PBB terkait pemulihan lalu lintas maritim normal di Selat Hormuz dalam rentang waktu tujuh hari apabila syarat-syarat tersebut dipenuhi. Pihak AS telah memberikan tanggapan atas usulan ini pada pekan lalu melalui perantara diplomatik Qatar.

"Sikap Republik Islam Iran sangat jelas dan tegas. Selat Hormuz tidak akan dibuka sampai tujuh syarat kami, yang berbasis pada Nota Kesepahaman Islamabad, dipenuhi seluruhnya," ujar Qalibaf, dikutip dari Reuters pada Senin (5/10/2026).

Ia menambahkan bahwa Washington harus menyadari bahwa era mengulur waktu proses diplomasi dan memaksakan kehendak sepihak telah berakhir.

Penolakan Isu Nuklir dan Urutan Langkah Perundingan

Juru Bicara Kementerian Luar Negeri Iran, Esmaeil Baghaei, mengonfirmasi bahwa pihak Tehran telah menyampaikan poin-poin respon mendasar kepada AS melalui mediator, meski masih terdapat beberapa detail susulan yang perlu dikomunikasikan. Baghaei menilai usulan Washington masih berputar pada posisi lama, khususnya mengenai program nuklir.

Iran menegaskan bahwa fokus utama pada tahap ini adalah pemulihan keamanan di Selat Hormuz, yang membutuhkan langkah konkret dan jelas dari pihak AS.

Baghaei juga membantah kabar yang menyebut Tehran menawarkan izin inspeksi fasilitas nuklir oleh Badan Energi Atom Internasional (IAEA) demi pelonggaran sanksi ekonomi, serta menegaskan tidak ada pembahasan isu nuklir dengan Washington.

Sebuah dokumen perundingan merancang skema pembentukan kepercayaan (trust-building) selama tujuh hari untuk membawa kedua pihak kembali pada Nota Kesepahaman Juni yang telah diperbarui.

baca juga

Seorang pejabat yang memahami perundingan tersebut menyatakan bahwa titik krusial ketidaksepakatan saat ini terletak pada penentuan urutan (sequencing) pelaksanaan langkah, bukan pada poin-poin rencana kegiatan.

Pemerintah Qatar terus melakukan diplomasi perantara antara Washington dan Tehran guna menghentikan konflik dan membuka kembali Selat Hormuz. Jalur perairan ini mengalirkan seperlima dari total pasokan minyak dan gas alam cair (LNG) dunia sebelum terhenti akibat pertempuran yang dipicu serangan AS dan Israel ke Iran pada akhir Februari lalu.

Di sisi lain, Menteri Luar Negeri Iran Abbas Araqchi menyampaikan kepada para diplomat dan duta besar asing di Tehran bahwa pihak militer siap memberikan balasan setimpal apabila AS kembali memilih opsi militer.

"Jika mereka kembali bergerak menuju solusi militer, kami jauh lebih siap dibandingkan sebelumnya dan akan mengambil tindakan apa pun yang diperlukan untuk membela diri," tegas Araqchi.

Sejalan dengan gertakan tersebut, Juru Bicara Angkatan Bersenjata Iran, Mohammad Akraminia, mengonfirmasi kepada kantor berita Fars bahwa pihak militer Iran tengah bersiap meningkatkan jangkauan rudal pertahanannya sebagai bentuk kewaspadaan nasional.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kalkulator Kecocokan Jodoh Online Menurut Primbon Jawa, Bantu Cek Keserasian Pasangan
Ikuti Kuisnya ➔
Gryffindor atau Slytherin? Cek Kepribadianmu di Kuis Asrama Hogwarts
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Selat Hormuz Masih Panas, Harga Minyak Dunia Diprediksi Tembus US$100

Selat Hormuz Masih Panas, Harga Minyak Dunia Diprediksi Tembus US$100

Bisnis | Minggu, 04 Oktober 2026 | 19:00 WIB

Rupiah Berotot Hingga Akhir Perdagangan ke Level Rp17.882

Rupiah Berotot Hingga Akhir Perdagangan ke Level Rp17.882

Bisnis | Jum'at, 02 Oktober 2026 | 16:12 WIB

Rupiah Perkasa Hari Ini ke Level Rp17.947/USD

Rupiah Perkasa Hari Ini ke Level Rp17.947/USD

Bisnis | Jum'at, 02 Oktober 2026 | 09:42 WIB

Rupiah Kembali Loyo Pagi Ini, Nyaris ke Level Rp18.000

Rupiah Kembali Loyo Pagi Ini, Nyaris ke Level Rp18.000

Bisnis | Kamis, 01 Oktober 2026 | 09:44 WIB

Rupiah Unjuk Gigi Paling Kuat se-Asia ke Level Rp17.894/USD

Rupiah Unjuk Gigi Paling Kuat se-Asia ke Level Rp17.894/USD

Bisnis | Rabu, 30 September 2026 | 16:30 WIB

Cengkeraman Iran di Selat Hormuz Runtuh, Minyak Kembali Mengalir

Cengkeraman Iran di Selat Hormuz Runtuh, Minyak Kembali Mengalir

Bisnis | Rabu, 30 September 2026 | 14:35 WIB

Terkini

Surat MA Salah Alamat, Bupati Gowa Kehilangan Hak Tanggap dan Bakal Lawan Putusan Pemberhentian!

Surat MA Salah Alamat, Bupati Gowa Kehilangan Hak Tanggap dan Bakal Lawan Putusan Pemberhentian!

News | Senin, 05 Oktober 2026 | 07:30 WIB

Mencari Arti Kebebasan dan Cinta dalam Fish in the Water Karya Lee Chanhyuk

Mencari Arti Kebebasan dan Cinta dalam Fish in the Water Karya Lee Chanhyuk

Your Say | Senin, 05 Oktober 2026 | 07:30 WIB

Kabar Duka: Nyai Hj Mahfudhoh Putri Pendiri NU KH Wahab Chasbullah Wafat di Usia 82 Tahun

Kabar Duka: Nyai Hj Mahfudhoh Putri Pendiri NU KH Wahab Chasbullah Wafat di Usia 82 Tahun

Jatim | Senin, 05 Oktober 2026 | 07:27 WIB

61 Kg Merkuri Diselundupkan via Bakauheni, Polisi Gulung Jaringan Lintas Pulau

61 Kg Merkuri Diselundupkan via Bakauheni, Polisi Gulung Jaringan Lintas Pulau

Lampung | Senin, 05 Oktober 2026 | 07:20 WIB

Ulasan Ibadah & Cinta: Sebuah Batas Tipis Antara Perasaan dan Kewajiban

Ulasan Ibadah & Cinta: Sebuah Batas Tipis Antara Perasaan dan Kewajiban

Your Say | Senin, 05 Oktober 2026 | 07:00 WIB

Kabar Buruk Timnas Indonesia! Ole Romeny Absen Lawan Thailand Malam Ini?

Kabar Buruk Timnas Indonesia! Ole Romeny Absen Lawan Thailand Malam Ini?

Bola | Senin, 05 Oktober 2026 | 07:00 WIB

Perbedaan Mesin Cuci Inverter vs Non Inverter, Mana yang Lebih Hemat?

Perbedaan Mesin Cuci Inverter vs Non Inverter, Mana yang Lebih Hemat?

Lifestyle | Senin, 05 Oktober 2026 | 06:45 WIB

Di Balik Lonjakan Surplus Perdagangan: Impor Melambat, Produksi Tertekan

Di Balik Lonjakan Surplus Perdagangan: Impor Melambat, Produksi Tertekan

Bisnis | Senin, 05 Oktober 2026 | 06:31 WIB

Guyub Warga Bantul di Bekasi Rayakan HUT ke-45 Warkaban

Guyub Warga Bantul di Bekasi Rayakan HUT ke-45 Warkaban

Foto | Senin, 05 Oktober 2026 | 06:00 WIB

Kevin Diks Bawa Kabar Sedih dari Jay Idzes Jelang Timnas Indonesia vs Thailand

Kevin Diks Bawa Kabar Sedih dari Jay Idzes Jelang Timnas Indonesia vs Thailand

Bola | Minggu, 04 Oktober 2026 | 23:54 WIB

×