- Pemerintah menyiapkan BSU 2026 sebesar Rp900.000 untuk 13,3 juta pekerja pada periode akhir tahun.
- Pemerintah belum menetapkan kriteria resmi dan aturan desil yang menjadi penerima BSU 2026.
- Pekerja dapat memeriksa kelompok desil secara online melalui situs Cek Bansos Kemensos menggunakan NIK.
Suara.com - Kabar mengenai pencairan Bantuan Subsidi Upah (BSU) 2026 kembali menjadi perhatian pekerja setelah pemerintah menyiapkan bantuan sebesar Rp900.000.
Bantuan tersebut direncanakan diberikan kepada sekitar 13,3 juta pekerja untuk periode Oktober, November, dan Desember 2026.
Di tengah informasi tersebut, pertanyaan mengenai BSU 2026 untuk pekerja desil berapa juga banyak dicari masyarakat.
Pasalnya, pemerintah saat ini menggunakan Data Tunggal Sosial Ekonomi Nasional (DTSEN) yang membagi kondisi kesejahteraan masyarakat ke dalam 10 kelompok atau desil.
BSU 2026 untuk Pekerja Desil Berapa? Ini Ketentuan Penerimanya

Sampai informasi terbaru, pemerintah belum menetapkan secara resmi BSU 2026 ditujukan untuk desil berapa.
Dengan demikian, pekerja sebaiknya tidak langsung menyimpulkan bahwa desil 1–4 pasti menjadi penerima BSU 2026 mengingat kelompok tersebut lebih dikenal sebagai prioritas pada sejumlah program bantuan sosial.
Pemerintah juga belum secara resmi mengumumkan kriteria pekerja yang berhak menerima BSU 2026. Menteri Koordinator Bidang Perekonomian, Airlangga Hartarto, hanya menyinggung soal gaji pekerja yang termasuk dalam penerima BSU.
"Sudah ada (kriterianya). Kita pernah melakukan kan itu untuk gaji di bawah Rp 3 juta sekian," tutur Airlangga Hartarto kepada awak media pada Selasa, 6 Oktober 2026.
Untuk sementara, ketentuan penerima BSU 2025 berdasarkan Permenaker Nomor 5 Tahun 2025 dapat menjadi gambaran. Berikut beberapa persyaratannya:
- Warga Negara Indonesia (WNI), yang dibuktikan dengan kepemilikan Nomor Induk Kependudukan (NIK).
- Terdaftar sebagai peserta aktif BPJS Ketenagakerjaan dalam kategori Pekerja Penerima Upah (PU).
- Bukan ASN, TNI, atau Polri.
- Bukan penerima Program Keluarga Harapan (PKH).
- Memiliki gaji paling banyak Rp3,5 juta per bulan.
Dengan demikian, persyaratan tersebut belum dapat dianggap sebagai ketentuan final untuk BSU 2026.
Pemerintah masih perlu menerbitkan aturan yang menjelaskan kriteria penerima, termasuk apakah nantinya status desil akan digunakan sebagai salah satu dasar penentuan penerima.
BSU 2026 sendiri direncanakan sebesar Rp300.000 per bulan selama tiga bulan sehingga totalnya Rp900.000. Program ini ditargetkan untuk sekitar 13,3 juta pekerja dengan kebutuhan anggaran hampir Rp12 triliun.
Cara Cek Desil Menggunakan NIK
Pekerja yang ingin mengetahui dirinya masuk desil berapa dapat mengeceknya secara online melalui laman Cek Bansos Kemensos.
Pengecekan ini dapat dilakukan menggunakan NIK yang tercantum pada KTP melalui HP maupun perangkat lain yang terhubung internet.
Berikut langkah-langkahnya:
- Buka browser melalui HP, laptop, atau perangkat lain.
- Masuk ke laman Cek Bansos Kemensos di cekbansos.kemensos.go.id.
- Masukkan NIK 16 digit sesuai yang tercantum pada KTP.
- Isi kode captcha yang tersedia pada halaman.
- Klik "Cari Data"
- Tunggu proses pencarian hingga selesai.
- Periksa informasi yang ditampilkan, termasuk data sosial ekonomi dan kelompok desil.
Perlu diingat, mengetahui desil tidak otomatis berarti seseorang menjadi penerima BSU. Untuk BSU 2026, pekerja tetap perlu menunggu ketentuan resmi pemerintah mengenai kriteria penerima dan mekanisme penyalurannya.