- Menteri ESDM Bahlil Lahadalia menyatakan tidak menerima gaji ganda meski merangkap jabatan baru.
- Kementerian Koordinator Bidang Hilirisasi dan Transisi Energi menggunakan anggaran operasional yang bersumber sepenuhnya dari Kementerian ESDM.
- Kementerian baru tersebut akan mengkoordinasikan Kementerian ESDM, Kementerian Investasi dan Hilirisasi, serta berpeluang membawahi Kementerian Perindustrian.
Suara.com - Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Bahlil Lahadalia mengaku tak double pendapatan, meski merangkap jadi Menteri Koordinator Bidang Hilirisasi dan Transisi Energi.
Bahlil menjelaskan, meskipun berstatus sebagai lembaga baru, Kementerian Koordinator Bidang Hilirisasi dan Transisi Energi tidak memperoleh alokasi anggaran tambahan. Operasional kementerian tersebut bersumber dari anggaran Kementerian ESDM.
"Saya juga menyampaikan bahwa anggaran untuk Menko Hilirisasi dan transisi energi semua anggarannya memakai anggaran Kementerian ESDM," ujar Bahlil di Hotel Raffles, Jakarta, Rabu (7/10/2026).
![Bahlil Lahadalia dilantik sebagai Menko Bidang Hilirisasi dan Transisi Energi pada Kamis (1/10/2026). Ia sekaligus merangkap jabatan Menteri ESDM. [Antara]](https://media.suara.com/pictures/653x366/2026/10/01/72429-menteri-esdm-bahlil-lahadalia.jpg)
Oleh karena itu, Bahlil menegaskan bahwa gaji yang ia terima hanya bersumber dari jabatannya sebagai Menteri ESDM.
"Jadi jangan sampai media bilang ini karena menambah kementerian pemborosan uang negara. Enggak ada. Gaji menterinya juga cuma satu. Gaji Menteri ESDM. Dipa-nya juga cuma dipa satu, dipa Menteri ESDM. Ruang lingkup koordinasinya saja yang berbeda," jelasnya.
Terkait struktur struktur organisasi Kementerian Koordinator Bidang Hilirisasi dan Transisi Energi disebut Bahlil masih dalam pembahasan.
Sejumlah kementerian yang dipastikan Bahlil berada di bawah koordinasi Kementerian Koordinator Bidang Hilirisasi dan Transisi Energi, yakni Kementerian ESDM dan Kementerian Investasi dan Hilirisasi.
Selain itu, Kementerian Perindustrian juga berpeluang berada di bawah Kemenko Bidang Hilirisasi dan Transisi Energi.
"Ya mungkin ada satu sampai dua kementerian lagi yang terkait dengan hilirisasi. Kalau kita bicara hilirisasi kan, kita bicara industrialisasi. Karena instrumen daripada hilirisasi untuk mencapai nilai tambahnya industri. Mungkin juga, mungkin ya, mungkin Kementerian Perindustrian," pungkasnya.