Rumus Disposable Income dan Cara Menghitungnya untuk Mengatur Keuangan

Chyntia Sami Bhayangkara

Kamis, 08 Oktober 2026 | 18:25 WIB
Rumus Disposable Income dan Cara Menghitungnya untuk Mengatur Keuangan
rumus disposable income (magnific)
baca 10 detik
  • Disposable income adalah sisa pendapatan setelah dikurangi pajak dan kewajiban wajib untuk mengukur kemampuan keuangan.
  • Rumus perhitungannya adalah total penghasilan dikurangi pajak langsung serta berbagai potongan wajib lain yang relevan.
  • Pelaku usaha dan individu menggunakan data pendapatan bersih ini untuk merencanakan anggaran serta membaca daya beli masyarakat.

Suara.com - Rumus disposable income dapat digunakan untuk mengetahui jumlah pendapatan yang tersedia setelah seseorang memenuhi kewajiban pajak dan potongan wajib lainnya.

Perhitungan ini penting karena besarnya penghasilan yang diterima setiap bulan belum tentu mencerminkan jumlah uang yang benar-benar bisa digunakan untuk memenuhi kebutuhan.

Dengan mengetahui disposable income, seseorang dapat memperkirakan kemampuan belanja, menentukan target tabungan, dan menyiapkan dana untuk kebutuhan mendatang.

Pemahaman mengenai konsep ini juga bermanfaat bagi pelaku usaha untuk membaca daya beli masyarakat dan mempertimbangkan keputusan bisnis berdasarkan kondisi ekonomi konsumen.

Apa Itu Disposable Income?

Disposable income adalah pendapatan yang tersisa setelah dikurangi pajak langsung dan kewajiban lain yang relevan sesuai dengan definisi perhitungan yang digunakan.

Dalam konteks keuangan pribadi, istilah ini sering merujuk pada pendapatan yang tersedia untuk konsumsi maupun tabungan setelah kewajiban pajak penghasilan diperhitungkan.

Disposable income berbeda dari penghasilan kotor atau gross income. Penghasilan kotor merupakan jumlah pendapatan sebelum dikurangi pajak dan potongan tertentu, sedangkan disposable income menunjukkan bagian pendapatan yang dapat dialokasikan setelah pengurangan tersebut.

Sebagai contoh, seseorang memperoleh gaji Rp8 juta per bulan. Setelah dipotong pajak penghasilan dan iuran wajib yang diperhitungkan, jumlah uang yang tersisa menjadi dasar untuk mengatur pengeluaran rumah tangga, memenuhi kebutuhan sehari-hari, serta menyisihkan tabungan.

Meski demikian, disposable income tidak sama dengan uang yang sepenuhnya bebas dibelanjakan. Pendapatan tersebut masih perlu dialokasikan untuk berbagai kebutuhan, seperti makanan, tempat tinggal, transportasi, pendidikan, dan cicilan.

baca juga

Fungsi Disposable Income

Disposable income memiliki sejumlah fungsi penting, baik dalam pengelolaan keuangan pribadi maupun dalam analisis perekonomian.

1. Mengukur kemampuan keuangan pribadi

Mengetahui disposable income membantu seseorang memahami jumlah pendapatan yang tersedia setelah kewajiban tertentu dipenuhi.

Informasi ini dapat digunakan untuk mengevaluasi apakah pendapatan yang diterima cukup untuk menunjang kebutuhan rutin dan tujuan keuangan.

2. Menentukan anggaran dan tabungan

Perhitungan disposable income dapat menjadi dasar penyusunan anggaran bulanan.

Dengan mengetahui jumlah pendapatan yang tersedia, seseorang bisa membagi dana untuk kebutuhan pokok, tabungan, dana darurat, dan hiburan secara lebih terencana.

3. Memahami daya beli masyarakat

Dalam skala ekonomi, disposable income berkaitan dengan kemampuan rumah tangga membeli barang dan jasa.

Ketika pendapatan yang tersedia meningkat, konsumsi masyarakat berpotensi bertambah, meskipun keputusan belanja juga dipengaruhi harga, utang, dan kebiasaan menabung.

4. Menjadi pertimbangan keputusan bisnis

Pelaku usaha dapat menggunakan data pendapatan yang tersedia pada masyarakat untuk memahami potensi permintaan terhadap produk.

Informasi tersebut membantu perusahaan mempertimbangkan harga, target konsumen, rencana produksi, dan strategi pemasaran.

Rumus Disposable Income dan Cara Menghitungnya

Rumus disposable income yang sederhana adalah:

Disposable income = Penghasilan − Pajak langsung − Potongan wajib lain yang diperhitungkan

Penghasilan yang digunakan harus sesuai dengan periode perhitungan, misalnya bulanan atau tahunan.

Pajak dan potongan juga perlu dicatat berdasarkan jumlah yang benar-benar berlaku agar hasilnya tidak keliru.

Berikut contoh cara menghitung disposable income bulanan.

Seseorang memiliki penghasilan Rp8 juta per bulan. Untuk ilustrasi, pajak dan potongan wajib yang diperhitungkan masing-masing sebesar Rp500 ribu dan Rp150 ribu.

Perhitungannya adalah:

Disposable income = Rp8.000.000 − Rp500.000 − Rp150.000

Disposable income = Rp7.350.000

Dengan demikian, pendapatan yang tersedia setelah kedua potongan tersebut adalah Rp7,35 juta per bulan. Angka ini masih harus dialokasikan untuk kebutuhan hidup dan tujuan keuangan lainnya.

Perlu diperhatikan bahwa contoh tersebut hanya ilustrasi, bukan perhitungan pajak aktual. Besaran pajak penghasilan bergantung pada ketentuan yang berlaku, status wajib pajak, dan komponen penghasilan.

Sementara itu, cicilan, biaya makan, dan pengeluaran rutin lainnya umumnya dicatat sebagai penggunaan disposable income, bukan otomatis sebagai pengurang dalam rumus dasarnya.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kalkulator Kecocokan Jodoh Online Menurut Primbon Jawa, Bantu Cek Keserasian Pasangan
Ikuti Kuisnya ➔
Gryffindor atau Slytherin? Cek Kepribadianmu di Kuis Asrama Hogwarts
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Emiten BMHS Perkuat Diagnostik, Bidik Pertumbuhan Pendapatan Double Digit

Emiten BMHS Perkuat Diagnostik, Bidik Pertumbuhan Pendapatan Double Digit

Bisnis | Kamis, 08 Oktober 2026 | 16:04 WIB

2 Tahun Prabowo-Gibran, Suahasil Klaim Efisiensi Anggaran Bikin APBN Lebih Berdampak ke Rakyat

2 Tahun Prabowo-Gibran, Suahasil Klaim Efisiensi Anggaran Bikin APBN Lebih Berdampak ke Rakyat

Bisnis | Kamis, 08 Oktober 2026 | 15:03 WIB

Menkeu Suahasil: Fiskal-Danantara Itu Saudara Kembar, Komunikasi Harus Lancar

Menkeu Suahasil: Fiskal-Danantara Itu Saudara Kembar, Komunikasi Harus Lancar

Bisnis | Kamis, 08 Oktober 2026 | 14:15 WIB

Terkini

Ada Seruan Boikot Produk Malaysia, Ganggu Bisnis Perdagangan?

Ada Seruan Boikot Produk Malaysia, Ganggu Bisnis Perdagangan?

Bisnis | Kamis, 08 Oktober 2026 | 18:25 WIB

Eka Widodo Usulkan Pansus Tindak Lanjuti Putusan MK soal Ijazah Gibran

Eka Widodo Usulkan Pansus Tindak Lanjuti Putusan MK soal Ijazah Gibran

News | Kamis, 08 Oktober 2026 | 18:20 WIB

Mampukah Indonesia Bangkit? Mencari Jalan Keluar dari Krisis

Mampukah Indonesia Bangkit? Mencari Jalan Keluar dari Krisis

Your Say | Kamis, 08 Oktober 2026 | 18:20 WIB

Bebas Kilap! 5 Clay Mask Abu Vulkanik untuk Kontrol Minyak dan Pori Bersih

Bebas Kilap! 5 Clay Mask Abu Vulkanik untuk Kontrol Minyak dan Pori Bersih

Your Say | Kamis, 08 Oktober 2026 | 18:20 WIB

5 Cara Menghilangkan Lelehan Kain Sintetis yang Menempel di Alas Setrika

5 Cara Menghilangkan Lelehan Kain Sintetis yang Menempel di Alas Setrika

Lifestyle | Kamis, 08 Oktober 2026 | 18:20 WIB

Usai Polemik Patokan Iuran, PMI DKI Janji Benahi Mekanisme Penggalangan Dana

Usai Polemik Patokan Iuran, PMI DKI Janji Benahi Mekanisme Penggalangan Dana

News | Kamis, 08 Oktober 2026 | 18:19 WIB

Di Balik Putusan MK soal Gibran, Rakyat Cuma Penonton dalam Konflik Elite

Di Balik Putusan MK soal Gibran, Rakyat Cuma Penonton dalam Konflik Elite

Your Say | Kamis, 08 Oktober 2026 | 18:15 WIB

Memutus Lingkaran Setan Pungli: Negara Bukan Tempat yang Layanannya Ditentukan Isi Dompet

Memutus Lingkaran Setan Pungli: Negara Bukan Tempat yang Layanannya Ditentukan Isi Dompet

Your Say | Kamis, 08 Oktober 2026 | 18:14 WIB

7 Pilihan HP Murah Layar AMOLED 120 Hz, Scrolling Mulus dan Baterai Awet

7 Pilihan HP Murah Layar AMOLED 120 Hz, Scrolling Mulus dan Baterai Awet

Tekno | Kamis, 08 Oktober 2026 | 18:12 WIB

PLN Journalist Awards 2026 Hadir Lagi, Angkat Tema Energi Mandiri untuk Indonesia Berdaya

PLN Journalist Awards 2026 Hadir Lagi, Angkat Tema Energi Mandiri untuk Indonesia Berdaya

Bisnis | Kamis, 08 Oktober 2026 | 18:12 WIB

×