Proyeksi Teknikal IHSG Hari Ini di Tengah Aksi Jual Asing

M Nurhadi

Jum'at, 09 Oktober 2026 | 08:42 WIB
Proyeksi Teknikal IHSG Hari Ini di Tengah Aksi Jual Asing
Sebagai Ilustrasi [ANTARA FOTO/Muhammad Adimaja/wsj]
baca 10 detik
  • Bursa saham Wall Street dan Asia anjlok pada Kamis (8/10) akibat lonjakan harga minyak serta tingginya biaya pendanaan teknologi.
  • Lonjakan harga minyak dipicu oleh konflik di Timur Tengah dan badai ekstrem yang mengganggu pasokan energi global.
  • IHSG domestik ikut terkoreksi 1,88 persen disertai aksi jual bersih investor asing mencapai kisaran Rp848 miliar.

Suara.com - Gejolak geopolitik dan membengkaknya kebutuhan pendanaan sektor teknologi memberikan tekanan hebat bagi pasar modal global. Bursa saham Amerika Serikat (AS) di Wall Street menutup perdagangan Kamis (8/10) dengan pergerakan yang lesu, dipimpin oleh kejatuhan signifikan pada indeks padat teknologi Nasdaq.

Kepanikan pasar utamanya dipicu oleh lonjakan harga minyak mentah dunia akibat eskalasi ketegangan di kawasan Timur Tengah, yang kembali membangkitkan kekhawatiran investor terhadap ancaman inflasi dan potensi tertahannya penurunan suku bunga acuan.

Koreksi di bursa AS terlihat jelas dari pergerakan indeks utama. Indeks Nasdaq Composite terperosok cukup dalam hingga 1,25 persen, disusul oleh pelemahan S&P 500 sebesar 0,47 persen. Sementara itu, indeks blue-chip Dow Jones Industrial Average menjadi satu-satunya yang mampu bertahan di zona hijau dengan penguatan yang sangat tipis, yakni 0,10 persen.

Melambungnya harga komoditas energi menjadi motor utama sentimen negatif ini. Harga minyak mentah melonjak tajam setelah rentetan serangan yang menyasar kapal-kapal komersial di perairan strategis Selat Hormuz.

Situasi pasokan global semakin diperburuk oleh gangguan produksi minyak domestik AS yang terhenti akibat aktivitas badai ekstrem. Kondisi ini mendorong harga minyak mentah acuan global Brent melesat 4,1 persen, sedangkan patokan AS West Texas Intermediate (WTI) menguat tajam sebesar 3,6 persen.

Di sektor teknologi, saham-saham semikonduktor babak belur. Indeks saham cip secara kumulatif merosot hingga 3,4 persen. Tekanan jual ini dipicu oleh laporan Financial Times yang menyebutkan bahwa proyeksi pendapatan tahunan perusahaan rintisan kecerdasan buatan, OpenAI, diperkirakan US$20 miliar lebih rendah dari sinyal optimis yang dilempar sebelumnya.

Kabar tersebut langsung memukul valuasi raksasa cip dan komputasi awan. Saham Micron Technology tergelincir 4,8 persen, Broadcom anjlok 4,4 persen, dan Oracle merosot 5,5 persen. Sentimen negatif bagi ekosistem ini semakin menebal setelah muncul laporan bahwa Broadcom tengah bersiap mencari kucuran pendanaan masif senilai US$50 miliar untuk mendukung operasional OpenAI.

Langkah agresif ini dinilai oleh pelaku pasar akan semakin memperketat persaingan dalam memperebutkan modal di ekosistem teknologi tingkat tinggi. Di tengah rontoknya sektor ini, saham Palantir justru berhasil melawan arus dengan menguat 2,4 persen setelah bank investasi Goldman Sachs menaikkan peringkat rekomendasinya dari "neutral" menjadi "buy".

Efek domino dari Wall Street langsung menjalar dan memukul bursa saham kawasan Asia pada perdagangan hari yang sama. Tekanan terhadap aset berisiko di Asia semakin diperberat oleh gejolak di pasar obligasi global.

baca juga

Kecemasan investor di kawasan ini memuncak setelah beredarnya informasi bahwa sejumlah korporasi teknologi raksasa tengah diagendakan menerbitkan surat utang bernilai fantastis guna membiayai ambisi pembangunan infrastruktur AI mereka.

Sentimen negatif tersebut menyapu bersih zona hijau di bursa regional. Indeks saham Asia-Pasifik di luar Jepang (MSCI) tercatat turun 1,2 persen. Koreksi tajam juga melanda indeks Nikkei 225 Jepang yang melemah 1,4 persen, indeks Kospi Korea Selatan yang anjlok 2,6 persen, Hang Seng Hong Kong yang susut 1,4 persen, Taiex Taiwan yang turun 1 persen, serta indeks ASX 200 Australia yang harus rela berkurang 0,8 persen.

Selain Broadcom yang membidik dana puluhan miliar dolar, perusahaan eksplorasi antariksa SpaceX juga dilaporkan berencana menerbitkan surat utang berperingkat layak investasi (investment grade) senilai US$30 miliar, ditambah fasilitas pinjaman sebesar US$10 miliar yang secara spesifik akan digunakan untuk memborong cip buatan Nvidia.

Kekhawatiran pasar terhadap tingginya biaya pendanaan ini bahkan mampu mengabaikan kinerja fundamental perusahaan yang cemerlang. Hal ini tercermin dari pergerakan saham raksasa elektronik Korea Selatan, Samsung Electronics.

Meskipun perusahaan memproyeksikan laba operasional kuartal ketiga akan meroket fantastis hingga 783 persen menjadi 107,4 triliun won, saham Samsung justru tetap ditutup melemah 1,2 persen. Fenomena ini menjadi bukti nyata bahwa ekspektasi pertumbuhan laba korporasi saat ini belum mampu mengimbangi ketakutan investor terhadap lonjakan biaya modal dan risiko gagal bayar utang di pasar global.

Proyeksi Teknikal IHSG dan Aksi Jual Asing

Dari pasar domestik, pergerakan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) turut merasakan imbas dari rontoknya bursa global. Pada perdagangan kemarin, IHSG terpaksa ditutup melemah cukup dalam, yakni terkoreksi sebesar 1,88 persen. Pelemahan indeks ini diwarnai oleh aksi jual bersih (net sell) dari investor asing yang mencatatkan nilai pelepasan portofolio mencapai kisaran Rp848 miliar.

Berdasarkan data perdagangan, tekanan net sell asing paling masif terkonsentrasi pada sejumlah saham blue-chip berkapitalisasi pasar jumbo.

Lima saham yang paling banyak dilepas oleh pemodal asing meliputi PT Bank Rakyat Indonesia Tbk (BBRI), PT Bank Mandiri Tbk (BMRI), PT Amman Mineral Internasional Tbk (AMMN), PT Aneka Tambang Tbk (ANTM), serta raksasa telekomunikasi PT Telkom Indonesia Tbk (TLKM).

Secara teknikal, laju IHSG saat ini tengah berada dalam fase krusial dan berpotensi untuk menguji level support psikologis sekaligus support kuat di angka 6.000. Apabila pergerakan indeks mampu bertahan kokoh dan tidak menembus batas bawah tersebut, maka IHSG memiliki probabilitas yang cukup besar untuk kembali mengalami pantulan teknikal (rebound).

Adapun rentang support IHSG saat ini dipetakan berada di level 5.950 hingga 6.000, sementara area resistensi penahan laju penguatan (resist) berada di kisaran 6.070 hingga 6.120.

Guna menavigasi volatilitas pasar yang tengah tinggi, sejumlah perusahaan sekuritas merilis deretan ide perdagangan (trading idea) harian bagi para pelaku pasar. Berikut adalah daftar rekomendasi saham pilihan berdasarkan analisis teknikal dari berbagai firma sekuritas ternama:

Rekomendasi BNI Sekuritas

MEDC
DSSA
DEWA
BRIS
ISAT
ADMR

Rekomendasi BRI Danareksa Sekuritas

JECX
VICI
WIFI

Rekomendasi MNC Sekuritas

INKP
KLBF
RAJA

Rekomendasi CGS International Sekuritas

BFIN
KLBF
SMGR
ULTJ
PGAS
EMAS

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kalkulator Kecocokan Jodoh Online Menurut Primbon Jawa, Bantu Cek Keserasian Pasangan
Ikuti Kuisnya ➔
Gryffindor atau Slytherin? Cek Kepribadianmu di Kuis Asrama Hogwarts
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Jelang Pengumuman MSCI, OJK Pastikan Pembekuan Saham Indonesia Bakal Terbatas

Jelang Pengumuman MSCI, OJK Pastikan Pembekuan Saham Indonesia Bakal Terbatas

Bisnis | Jum'at, 09 Oktober 2026 | 07:21 WIB

BREN, DSSA, hingga GOTO Masuk Radar MSCI, IHSG Bersiap Hadapi Rebalancing MSCI

BREN, DSSA, hingga GOTO Masuk Radar MSCI, IHSG Bersiap Hadapi Rebalancing MSCI

Bisnis | Jum'at, 09 Oktober 2026 | 06:05 WIB

Dolar Menguat, Harga Komponen Naik, Pendapatan IOTF Tetap Tumbuh 16%

Dolar Menguat, Harga Komponen Naik, Pendapatan IOTF Tetap Tumbuh 16%

Bisnis | Kamis, 08 Oktober 2026 | 11:27 WIB

IHSG Dibuka Menghijau ke Level 6.154, Saham Haji Isam JARR Merah

IHSG Dibuka Menghijau ke Level 6.154, Saham Haji Isam JARR Merah

Bisnis | Kamis, 08 Oktober 2026 | 09:22 WIB

IHSG Diproyeksi Melemah Hari Ini, Asing Lepas Saham Ratusan Miliar

IHSG Diproyeksi Melemah Hari Ini, Asing Lepas Saham Ratusan Miliar

Bisnis | Kamis, 08 Oktober 2026 | 08:01 WIB

FTSE Russell Pertahankan Indonesia di Posisi Emerging Market

FTSE Russell Pertahankan Indonesia di Posisi Emerging Market

Bisnis | Rabu, 07 Oktober 2026 | 19:40 WIB

Terkini

Arah Meja Kerja Pembawa Rezeki Berdasarkan Shio, Cek Panduan dan Tips Menatanya

Arah Meja Kerja Pembawa Rezeki Berdasarkan Shio, Cek Panduan dan Tips Menatanya

Lifestyle | Jum'at, 09 Oktober 2026 | 08:35 WIB

Pemprov DKI Kaji TransJakarta Laut, DPRD: Jangan Cuma Jadi Etalase

Pemprov DKI Kaji TransJakarta Laut, DPRD: Jangan Cuma Jadi Etalase

News | Jum'at, 09 Oktober 2026 | 08:29 WIB

KPK Periksa Ketua DPRD Kuansing dan 2 Pejabat Pemkab Terkait Suhardiman Amby

KPK Periksa Ketua DPRD Kuansing dan 2 Pejabat Pemkab Terkait Suhardiman Amby

Riau | Jum'at, 09 Oktober 2026 | 08:24 WIB

Buntut Sel Mewah! Bebas Bersyarat Dicabut, Indra Kenz Kembali Ditahan di Lapas Tangerang

Buntut Sel Mewah! Bebas Bersyarat Dicabut, Indra Kenz Kembali Ditahan di Lapas Tangerang

News | Jum'at, 09 Oktober 2026 | 08:05 WIB

Jelang Balapan, Para Pembalap MotoGP Cek Lintasan Mandalika

Jelang Balapan, Para Pembalap MotoGP Cek Lintasan Mandalika

Foto | Jum'at, 09 Oktober 2026 | 08:00 WIB

Menperin Minta Penerapan SNI Dievaluasi, Biar Tak Jadi Beban Industri Ekspor

Menperin Minta Penerapan SNI Dievaluasi, Biar Tak Jadi Beban Industri Ekspor

Bisnis | Jum'at, 09 Oktober 2026 | 07:59 WIB

Selama Ini Petani Cuma Kebagian Ampas, Gubernur Lampung Rombak Rantai Pasok Kakao Rp150 T

Selama Ini Petani Cuma Kebagian Ampas, Gubernur Lampung Rombak Rantai Pasok Kakao Rp150 T

Lampung | Jum'at, 09 Oktober 2026 | 07:50 WIB

Merck Perkuat Bisnis Obat Resep di Tengah Berakhirnya Kontrak dengan P&G

Merck Perkuat Bisnis Obat Resep di Tengah Berakhirnya Kontrak dengan P&G

Bisnis | Jum'at, 09 Oktober 2026 | 07:46 WIB

388 Warga Terdampak! Kebakaran di Kramat Pulo Senen Hanguskan 83 Rumah Tinggal

388 Warga Terdampak! Kebakaran di Kramat Pulo Senen Hanguskan 83 Rumah Tinggal

News | Jum'at, 09 Oktober 2026 | 07:45 WIB

Skandal Maladministrasi Terendus: Bechi Batal Bebas, Dijebloskan Lagi ke Penjara

Skandal Maladministrasi Terendus: Bechi Batal Bebas, Dijebloskan Lagi ke Penjara

Malang | Jum'at, 09 Oktober 2026 | 07:30 WIB

×